Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rintik Cinta di Tanah Bara


Topswara.com -- Di bawah langit Borneo yang membara merah,
Asap mengepul, menelan napas anak-anak yang tak berdosa
Bayi-bayi mungil terkapar di pembaringan sesak,
Menghisap racun dari keserakahan yang kian beringas
Oligarki menyeringai culas di atas abu,
Menghitung untung di atas jiwa jiwa yang terampas
Sementara rumah-rumah lebur dalam arang yang membara

Kita, yang hari ini menatap nanar dari balik aman,
Sering lupa pada nikmat paling sederhana,
Menghirup udara segar tanpa perih di dada
Sesuatu yang di sana menjadi kemewahan, namun di sini berlalu tanpa kesadaran
Anugerah yang terenggut,
Sebab ruang hidup yang kian menyempit

Namun, lihatlah kebesaran-Nya...
Meskipun ulah tangan durjana mengoyak bumi,
Manakala aturan sesama manusia mendaulat takhta Sang Maha Kuasa,
Yang hanya mendulang laba bagi para tiran berdarah dingin
Allah tetap melimpahkan cinta tanpa batas dan hitungan

Kemarin, rahmat itu turun dari singgasana langit
Membasuh kabut yang mencekam angkasa Borneo,
Lalu ia merayap turun memeluk bumi, 
Tanah yang meranggas dalam dekap sejuknya
Memadamkan bara yang mengamuk di dalam perut pertiwi
Dan membiarkan para pejuang penat menarik napas lega
Menjadi saksi bisu, cinta-Nya tak pernah surut
Meskipun hamba-Nya kerap lalai dalam kufur

Maka, bayangkanlah...
Jika hari ini, di negeri yang penuh luka ini,
Kita menghempaskan aturan buatan manusia
Dan menyerahkan arah peradaban pada titah Sang Maha Pemilik Hidup
Menjadikan syariat-Nya yang kafah sebagai poros tegaknya kehidupan
Bukankah janji-Nya adalah kepastian?

Ia berkalam dalam surah Al-A’raf, “Seandainya penduduk negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami limpahkan berkah dari langit dan bumi...”  

Keberkahan itu takkan lagi jauh
Ia menjelma ketenangan yang meresap ke dalam sanubari, menyembuhkan luka-luka pertiwi, dan merengkuh semesta dalam kedamaian abadi
Maka, bangkitlah...
Mari rapatkan barisan, perjuangkan Islam yang kafah,
Demi menyelamatkan Ibu Pertiwi,
Demi menjemput rahmat yang dirindukan semesta
Dan menggapai rida-Nya yang membentang abadi


Oleh: Citra Hardiyanti, S.Si
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar