Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gaza Terus Diserang dan Diblokade: Urgensi Tegaknya Perisai Umat Islam


Topswara.com -- Tak kunjung selesai, Israel terus saja menyerang Gaza. Baru-baru ini Israel kembali menuai kecaman internasional, Israel menyita kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina, juga menculik para aktivis di perairan Internasional, dekat wilayah Yunani.

Berdasarkan informasi dari kompas.com, Global Sumud Flotilla menyebut militer Israel telah menculik 211 aktivis dalam operasi di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, pada Kamis 30/4/2026. Global Sumud Flotilla merupakan koalisi aktivis kemanusiaan internasional yang membawa bantuan untuk menembus blokade Israel di Gaza. (1/5/2026)

Pada tahun sebelumnya, upaya menghadang bantuan kemanusiaan serupa juga dilakukan. Insiden terbaru ini memicu kecaman internasional, terutama karena lokasi pencegatan yang dinilai sangat jauh dari zona blokade Gaza. 

Zionis mencoba menjustifikasi penahanan tersebut dengan menuding bahwa pelayaran kapal tersebut beroperasi dibawah arahan kelompok Hamas. 

Tak hanya itu, sejumlah besar aktivis diculik dan sebagian terluka akibat ulah Zionis. Bahkan, jalur Gaza disebut sebagai tempat paling mematikan didunia bagi para jurnalis.

Tak berhenti disana, zionis Israel tengah mempersiapkan serangan untuk meng genosida kembali Palestina. Serangan Israel selama 2 tahun di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 orang, juga menghancurkan 90 persen infrastruktur sipil. Gencatan senjata sebelumnya dilakukan untuk menghentikan serangan selama 2 tahun itu tapi tak kunjung berhasil.

Sejatinya tidak akan pernah selesai penyerangan ini selama tidak ada perisai untuk melindungi umat Islam. Telah terlihat dari pelanggaran hukum laut internasional dan pelanggaran nilai kemanusiaan bahwa zionis tidak mengenal batas untuk terus melanggengkan blokade atas Gaza. 

Meski sudah mendapat teguran dan peringatan dari hukum internasional, zionis tak pernah mendengarkan dan terus melancarkan tujuannya yaitu menguasai dan menjajah wilayah Palestina. 

Alasan atau label “teroris” yang digunakan zionis untuk melegitimasi agresi mereka adalah justifikasi palsu yang terus digunakan untuk mengkriminalisasi setiap bentuk solidaritas terhadap Palestina. Sungguh keji tak berhati nurani.

Dari penahanan kapal-kapal bantuan solidaritas untuk Palestina, tidak ada satupun bantuan angkatan laut dari negeri muslim untuk melindungi kapal-kapal tersebut. Ini akibat dari sekat nasionalisme, urusan Gaza, Palestina adalah urusan internal mereka, sementara negeri muslim yang lainnya tidak merasa terpanggil untuk membebaskan Palestina.

Gaza adalah bagian dari tanah kaum muslimin yang wajib dilindungi. Umat Islam harus mengambil kembali hak nya, bukan hanya memberikan kecaman, tetapi butuh aksi real. Membiarkan blokade ini terus berlangsung adalah kemungkaran yang harus diubah dengan kemampuan tertinggi umat Islam. 

Kemampuan tertinggi itu tidak akan pernah ada selagi umat Islam tidak bersatu, maka hanya dengan bersatunya umat Islam di dunia lah yang akan membentuk kemampuan tertinggi itu hingga menjadi perisainya umat Islam.

Untuk membentuk kesatuan umat Islam, khilafah Islamiyyah adalah satu-satunya solusi yang urgen untuk ditegakkan. Khilafah Islamiah merupakan institusi syar’i yang memiliki kewenangan dan kewajiban untuk melindungi jiwa-jiwa kaum muslim yang ditindas oleh kekuatan zalim dengan jihad fii sabilillah.

Perjuangan mewujudkan khilafah ini adalah kewajiban atas setiap kaum muslim yang harus ditempuh, untuk membangun kepemimpinan politik Islam yang bertumpu pada ideologi yang shahih yaitu ideologi Islam.

Pada kondisi saat ini, kemarahan umat muslim terhadap pencegatan kapal-kapal bantuan kemanusiaan seharusnya tidak hanya sekedar pada kecaman dan keprihatinan, tetapi dengan kesadaran mendalam bahwa pentingnya aktivitas dakwah mengikuti metode perjuangan Rasulullah dalam mewujudkan khilafah sebagai perisai.

Tentunya dengan khilafah, kita bisa membantu dan membebaskan Palestina dari tindakan kezaliman. Sebagaimana dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 39 yang artinya "Diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu."

Sangat jelas bahwa Palestina adalah yang diperangi dan mereka terzalimi, maka dengan balasan perang adalah sebagai bentuk perlawanan dari kezaliman tersebut dan Allah SWT maha kuasa untuk menolong kaum muslimin.

Wallahu a’lam bisshawab.


Oleh: Nazriah
Aktivis Remaja 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar