Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Gaza Terus Dihancurkan, Urgensi Perisai Umat


Topswara.com -- Israel makin brutal. Israel telah berhasil memperluas wilayah pendudukan di jalur Gaza, Palestina hingga 59 persen (antaranews.com, 4-5-2026). Israel pun dikabarkan tengah menyiapkan serangan genosida ke Gaza, sebagaimana dikabarkan Radio Angkatan Darat Israel. 

Deretan Kekejian Zionis

Kebrutalan Israel tak hanya sampai di situ. Zionis juga dilaporkan telah melakukan penyitaan kapal-kapal pembawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di perairan internasional yang berdekatan dengan Yunani (cnnindonesia.com, 1-5-2026). Jelas tindakan angkuh ini mendapatkan sorotan dunia internasional. 

Kabar duka pun terus menyelimuti para aktivis pejuang Gaza. Sebanyak 211 aktivis dilaporkan tertangkap oleh militer zionis, 31 orang dilaporkan terluka. Kejamnya lagi, zionis mengklaim justifikasi penahanan tersebut dengan tudingan pelayaran kapal di bawah kendali Hamas.

Kebrutalan zionis terus berlanjut. OHCHR, Office of the United Nations High Commissioner for Human Rights (Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia) telah memverifikasi meninggalnya 300 jurnalis sejak penyerangan Oktober 2023, yakni ketika zionis Israel meluncurkan agresinya ke Gaza.

Serangan zionis sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, melukai 172.000 penduduk sipil Gaza. Tak hanya itu, serangan biadab ini juga meluluhlantakkan 90 persen infrastruktur sipil. 

Pelanggaran batas hukum laut internasional menjadi bukti nyata bahwa entitas penjajah Yahudi tidak mengenal batas dalam merealisasikan tujuan imperialisasi. Penjajahan ala kapitalisme telah melanggengkan blokade dan penghancuran Gaza. 

Label terorisme yang digunakan untuk legalisasi agresi zionis menjadi justifikasi palsu yang terus berulang yang digunakan penjajah zionis untuk mengkriminalisasi segala bentuk solidaritas dunia untuk Palestina.

Tidak ada satupun pembelaan dari negeri-negeri muslim yang membela dengan mengirimkan angkatan lautnya untuk melindungi kapal-kapal yang membawa bantuan. Fakta ini merefleksikan betapa zalimnya dampak nation state yang mengerat-ngerat suatu bangsa. 

Konsep ini dirancang untuk menghancurkan persatuan dan persaudaraan kaum muslim dunia. Konsep natian state juga menjadi skenario penjajah yang melanggengkan imperialisme bergaya Barat. Dengan demikian, kaum muslim menjadi lemah dan tak berdaya. 

Segala bentuk kejahatan penjajahan bersumber dari satu akar masalah yakni ketiadaan negara yang berlandaskan akidah Islam. Wajar adanya, saat Palestina dan banyak negeri kaum muslim menjadi sasaran kejahatan penjajah kapitalis Barat.

Urgensi Perlindungan 

Islam menetapkan bahwa muslim bagaikan satu tubuh. Harus saling menjaga dan melindungi.

Rasulullah SAW. bersabda,
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan tidak bisa tidur dan demam."( HR. Bukhari Muslim)

Tanah Gaza merupakan tanah kaum muslim yang wajib dibela oleh seluruh kaum muslim. Pembiaran Gaza tanpa solusi nyata menjadi bentuk kemungkaran dan harus diusahakan solusi yang adil melalui kemampuan tertinggi umat. 

Persatuan umat dalam wadah khilafah menjadi satu bentuk kekuatan umat yang tangguh. Sistem Islam dalam institusi khilafah menjadi solusi utama yang mampu menghentikan segala bentuk kezaliman. 

Istimewanya lagi khilafah merupakan satu-satunya institusi syar'i memiliki kewenangan dan kewajiban melindungi jiwa dan darah kaum muslim yang ditindas kekuatan zalim melalui jalan jihad fii sabilillah. 

Perjuangan politik untuk merealisasikan khilafah menjadi kewajiban umat muslim melalui jalan membangun kepemimpinan politik Islam yang berpijak pada ideologi yang shahih sebagaimana perjuangan Rasulullah SAW. saat memperjuangkan dakwah dan menegakkan daulah di tengah kezaliman.

Kecaman tak cukup untuk menghentikan penjajahan ini. Kemarahan umat atas penyitaan kapal bantuan kemanusiaan harus diarahkan menuju perjuangan yang benar, bukan sekedar bentuk kecaman dan keprihatinan. 

Kesadaran umat harus diwujudkan melalui pemahaman yang benar sehingga mampu melahirkan pola pikir dan pola sikap yang sesuai standar hukum syarak. 

Melalui jalan tersebut, kekuatan umat dapat terwujud. Khilafah-lah satu-satunya solusi yang mampu menjadi perisai umat. Dengannya umat terjaga, kezaliman pun niscaya binasa. 

Wallahu'alam bishawwab.


Oleh: Yuke Octavianty 
Forum Literasi Muslimah Bogor 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar