Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Kriminalitas Makin Sadis


Topswara.com -- Rasa aman sepertinya sudah langka, bahkan setiap bepergian rasa takut selalu menghampiri. Kejahatan selalu mengintai tanpa mengenal waktu, bahkan siang bolong yang ramai dengan aktivitas tak mampu mencegah tindak kriminalitas. 

Pelaku sepertinya sudah hilang rasa takut terhadap keramaian di jalanan, seakan-akan tindakan para pelaku sudah dianggap hal yang biasa, bahkan sudah dimaklumi. 

Pembegalan layaknya seperti berita pokok, selalu ada saja kasusnya, seperti baru-baru ini kasus pembegalan yang terjadi di dalam angkot 81 trayek Belawan menuju Medan, pada hari selasa (7/4/2026) pukul 13.30 WIB. 

Bayangkan saja, di siang bolong pembegal itu tidak gentar mencari mangsa. Hati nurani mereka telah ditutupi oleh setan sehingga tak kenal waktu melancarkan aksinya kapan pun mereka butuh uang.

Dua penumpang perempuan menjadi korban begal di dalam angkot, korban masing-masing bernama Novianti Br Tampubolon, seorang mahasiswa, dan Erika Hasibuan, karyawan apotek. 

Pada saat kejadian kedua korban nekat melompat dari angkot, kedua korban mengalami luka serius, dan harus dirawat medis. Tentu saja mereka trauma dengan kejadian yang mengerikan tersebut. 

Polsek Medan Labuhan telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan atas kasus ini. "Kami sudah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang melakukan aksi tersebut," ungkap Kanit Reskrim Medan Labuhan, IPTU Dr. Nodi, (iNews.com, (8/4/2026). Masyarakat berharap sekali kasus ini bisa diusut tuntas agar menjadi efek jera bagi tindak kejahatan. 

Aksi pembegalan di dalam angkot 81 trayek Belawan-Medan terhadap kedua korban perempuan menunjukkan bahwa transportasi umum tidak lagi dirasa aman, terutama bagi perempuan. 

Ruang publik yang seharusnya aman justru menjadi sasaran empuk tindak kejahatan. Siang hari yang padat aktivitas dan dirasa aman untuk berpergian, tak luput dari tindak kriminalitas. 

Fakta ini menandakan para pelaku tidak lagi takut akan keramaian, seolah kebal hukum. Hal ini membuktikan indikator melemahnya efek jera dan rendahnya pengawasan keamanan di ruang publik, terutama bagi pengguna transportasi umum. 

Kasus seperti ini juga mencerminkan masalah yang lebih dalam, tekanan ekonomi, lingkungan sosial yang rusak, serta lemahnya pencegahan dan pengawasan terhadap kriminalitas. 

Penindakan saja tidak cukup, jika tidak mencari akar masalahnya, dan tidak diusut dan diselesaikan secara maksimal, maka tindak kriminalitas akan terus meningkat, dan akan menjadi teror bagi masyarakat umum. 

Akibatnya akan ada korban berulang, sementara pelaku kejahatan terus bermunculan. Sistem kapitalis sekuler menjadi dalang maraknya tindak kriminalitas yang semakin menjulang tinggi. 

Faktor himpitan ekonomi, dan guna memenuhi kebutuhan yang kian hari semakin meningkat. Ini menjadi alasan utama untuk melakukan kejahatan, meskipun alasan tersebut tidak dibenarkan. Lingkungan yang rusak juga menjadi faktor tumbuh suburnya pelaku kejahatan. 

Minimnya didikan agama, sehingga tidak melihat nilai standar perbuatan halal-haram, hidup tanpa aturan dan bertindak sesuka hati, tak perduli apakah tindakannya akan merugikan orang lain. 

Itulah ketika beragama hanya dianggap sebatas ibadah mahdhah saja, hukum dan aturannya dianggap sampah. Dalam pandangan Islam, keamanan merupakan hak dasar setiap individu. 

Negara wajib menjamin dan memberi rasa aman di seluruh ruang publik, termasuk transportasi umum, sehingga tidak ada warga yang hidup dalam kecemasan, serta dibayang-bayangin rasa ketakutan. 

Solusi Islam menuntut negara menghadirkan keamanan secara nyata, patroli aktif, pengawasan ketat, serta penegakan hukum yang tepat dan tegas bagi pelaku kejahatan. 

Selain itu, Islam juga menekankan pembinaan masyarakat agar jauh dari prilaku kriminal, melalui pendidikan akidah dan sistem sosial yang sehat. Islam akan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. 

Sanksi dalam Islam bersifat tegas dan memberikan efek jera, sehingga pelaku mengurungkan tindakannya, dan berpikir berkali-kali sebelum melakukan kejahatan. Dengan sistem yang menyeluruh, keamanan bukan hanya sekedar slogan, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat. 

Transportasi umum kembali menjadi tempat yang aman, bukan ruang yang menakutkan bagi penumpang.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An- Nisa[4]: 29).

Bayangkan saja jika ayat ini diresapi dengan seksama, Allah jelas melarang memakan harta yang diperoleh dari jalan yang tidak termasuk membegal, mencuri, merampok dan sejenisnya. 

Maka sejatinya kita sangat butuh penerapan Al-Qur'an dalam bentuk individu dan negara sebagai bentuk ketaatan kepada Allah ta'ala. 

Wallahu a'lam bisshawab.


Kartika Putri, S.Sos. 
(Aktivis Muslimah)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar