Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina


Topswara.com -- Penderitaan rakyat Palestina belum berakhir, kebiadaban Israel laknatullah alaih makin menjadi, entah berapa lagi jumlah korban syahid, mereka Zionis laknatullah tidak takut siapapun, dan bisa berbuat apapun. Bahkan untuk membuat aturan atau undang-undang sesuai kehendak mereka pun mereka lakukan. 

Saat ini ada yang lebih menyakitkan lagi untuk saudara muslim Palestina yaitu, Israel resmi mengesahkan undang-undang yang memberlakukan hukuman mati khusus bagi penduduk Palestina yang menurut mereka melakukan serangan mematikan. 

Parlemen Israel (Knesset) pada hari Senin (30/3/2026) mengesahkan undang-undang kontroversial yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan Palestina. RUU tersebut disetujui dalam pembacaan kedua dan ketiga dengan 62 suara mendukung, 48 menentang, dan satu abstain, menurut laporan harian Yedioth Ahronoth. (31/03/2026 Sindonews.com). 

Lalu bagaimana sikap dunia? Diberitakan kompas.com 01/04/2026. Indonesia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mengambil langkah tegas setelah Israel mengesahkan undang-undang (UU) yang mewajibkan pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati bagi warga Palestina, yang terbukti membunuh warga Israel dalam perbuatan yang dikategorikan sebagai teror. 

Indonesia juga menyerukan kepada komunitas internasional, untuk mengambil langkah tegas guna memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina. 

Seruan-seruan pembelaan terhadap Palestina terus menggema, kritik tajam dari negara-negara Eropa dan kelompok hak asasi manusia (HAM) karena dinilai diskriminatif dan melanggar undang-undang Internasional. 

Perlu diketahui, lahirnya undang-undang tersebut menandai eskalasi signifikan dalam sistem pemidanaan Zionis yang sekaligus menunjukkan kegagalan mereka dalam mengintimidasi para penduduk Palestina agar menghentikan perlawanan mereka, dan harapan mereka penduduk Palestina mau menyerahkan bumi Palestina kepada mereka. 

Namun alih-alih menyerah rakyat Palestina mereka tidak gentar terhadap ancaman, rakyat Palestina lebih baik mati daripada menyerahkan tanah suci kaum muslimin tersebut. 

Di sisi lain, keberanian Zionis mengesahkan undang-undang dipandang berlawanan dengan undang-undang internasional. Ini menunjukkan level kelaliman dan kejumawaan yang memuncak di hadapan ketidakberdayaan umat Islam dunia. 

Para pemimpin dunia Islam hanya berani mengecam tanpa ada aksi nyata sebagai pembelaan terhadap saudaranya. Bahkan ada yang lebih menyakitkan ketika negeri-negeri muslim terdekat hanya diam dan tidak berbuat apa-apa. 

Padahal mereka hanya terhalang dinding tembok. Namun ternyata bukan karena dinding tembok tersebut yang tidak bisa di tembus, tetapi dinding hati nurani mereka yang sudah mati, tergerus oleh sikap angkuh nasionalisme. 

Nasionalisme itulah yang membuat sekat makin merapat, mereka buta padahal bisa melihat, mereka tuli padahal mereka mendengar, atas apa yang terjadi kepada saudara muslim kita di Palestina. 

Dan disinilah terbukti bahwa nasionalisme menjadi akar yang akan terus tumbuh jika di biarkan dan akan menghancurkan arti persaudaraan, bahkan arti dari kemanusiaan. 

Umat muslim dunia harusnya bersatu, terutama para penguasa dan tokohnya tidak pantas berdiam diri, atau merasa cukup dengan hanya menyampaikan kecaman dan boikot produk, mereka harus berani melakukan langkah-langkah politik untuk membungkam kebiadaban Zionis laknatullah dibawah dukungan Amerika dan sekutunya. 

Selain itu, umat muslim sudah cukup dihadapkan pada banyak fakta bahwa tidak mungkin berharap pada kepemimpinan yang tidak tegak atas dasar Islam. Terlalu banyak penderitaan umat muslim dunia, dari sejak keruntuhan daulah Islam hingga saat ini. 

Sudah saatnya mereka menggagas perubahan mendasar melalui dakwah Islam politik ideologis sesuai thariqah dakwah Rasulullah Saw.

Ketika muslim bersatu maka akan kuat, muslim dunia di bawah kepemimpinan khalifah dalam sistem khilafah akan mampu menghentikan kezaliman, dan ketidakadilan. Untuk itu kita berjuang bersama mewujudkan sistem Islam tersebut dengan dakwah dan jihad sebagaimana di contohkan Rasulullah Saw. 

Wallahualam bishawab.


Oleh: Ade Siti Rohmah 
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar