Topswara.com -- Amerika Serikat dan Iran saat ini menjadi perhatian dunia. Pertikaan yang selalu berulang mencerminkan kesalahan secara global baik secara pemikiran maupun politik.
Ketegangan yang terjadi antara AS-Iran berdampak sangat luas bagi dunia. Banyak spekulasi beredar terkait ketegangan yang terjadi bahwa As-Israel tidak mudah mengalahkan Iran.
Negara adikuasa tak bisa memaksa negara sekutunya untuk ikut terlibat langsung perang dengan Iran. Ironi, negeri muslim saat ini bersekutu dengan AS padahal sudah jelas yang dibela justru memusuhi saudara sesama muslim. Negeri muslim harusnya punya potensi untuk menjadi kekuatan politik dunia.
Saat ini kemenangan Iran sudah mulai terlihat, hal ini diungkap Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerd untuk Indonesia menyatakan bahwa Iran sudah meraih kemenangan atas AS-Israel (infopublik.id,12/04/2026).
Strategi perlawanan Iran membuktikan pertahanan dan kemandirian tanpa bantuan dari negara lain. Namun hal tersebut belum sepenuhnya kemenangan kaum muslim, karena saudara kita di Palestina masih menderita. Negeri-negeri muslim belum bersatu, saat ini diperlukan kesatuan umat dunia terhadap penderita umat Islam dunia.
AS dan Israel tak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikuasa. Iran membuktikan keberanian melawan AS. Tidak selamanya AS akan diuntungkan terus pasti akan hancur negara yang zalim terhadap dunia. Kebiadaban sudah merajalela bahkan dilegalkan, sudah saatnya Islam yang memimpin dunia.
Sebuah negara tidak ada yang bersekutu secara permanen, kecuali ada kepentingan baik secara politik maupun ekonomi. Amerika Serikat hari ini sepakat terhadap gencatan senjata, besok belum tentu sepaham. Janji manis Trump tidak dapat dipercaya, narasi yang digulirkan hanya untuk kepentingan sesaat.
Mirisnya dunia Islam belum sepenuhnya bersatu, pengkhianatan penguasa muslim melemahkan kesatuan umat. Terpecah belah umat karena tidak adanya pemimpin yang dapat mempersatukan kaum muslim.
Muslim termasuk mayoritas, harusnya mempunyai potensi kesatuan negeri muslim bisa menjadi kekuatan global baru. Negeri-negeri muslim saat ini hanya fokus pada kestabilan kekuasaanya sendiri daripada ikut campur dalam pertikaian.
Beberapa negara muslim hanya mengecam tindakan AS, bahkan ada yang diam seribu Bahasa demi kepentingan politiknya. Namun, kecamanan saja tidak cukup dilakukan harus kangkah nyata untuk menghentikan kebiadaan AS-Israel.
Pentingnya membangun kesadaran umat bahwa kesatuan negeri muslim sangat urgen. Kita butuh kekuatan politik, ekonomi dan militer untuk menghapus penjajah di dunia terutama di negeri muslim.
Kesatuan negeri muslim yang diikat dalam institusi Khilafah Islam akan mampu mengalahkan hegemoni negara adidaya kafir. Sudah saatnya momentum ini diharapkan untuk kebangkitan dunia Islam. Kita membutuhkan pemimpin yang berlandaskan syariat Islam secara menyeluruh.
Dengan Khilafah Islam yang akan membebaskan penderitaan negeri-negeri muslim yang terjajah. Oleh karena itu, yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang tidak tunduk pada kekuatan global. Jadi, yang harus ditegakan adalah Khilafah Islam karena dengan dakwah dan jihad yang akan membawa rahmat bagi dunia.
Oleh: Ariyana
Dosen dan Aktivis Muslimah

0 Komentar