Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Dalam Sistem Kapitalisme Keselamatan Rakyat Bukan Prioritas Penguasa


Topswara.com -- Sejumlah siswi SMP nekat melewati pipa air PDAM yang berada di atas Sungai Deli, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Demi bisa sampai ke sekolah, mereka terpaksa melewati pipa itu karena tidak ada lagi jembatan di lokasi tersebut. 

Dulunya di lokasi itu ada jembatan yang menghubungkan Gang Perbatasan, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun dengan Kecamatan Medan Polonia. (detik.com, 15/4/2026)

Kondisi semacam ini juga terjadi di desa Campoan kecamatan Mlandingan Situbondo Jawa Timur. Jembatan gantung yang terputus akibat diterjang banjir bandang mengakibatkan puluhan siswa SD mengalami kesulitan menyebrang ke sekolah mereka. 

Sejak tahun 2024 mereka harus turun naik sungai untuk sampai ke sekolah. Selain akses pendidikan, jembatan gantung tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga sekitar.

Warga sudah mendesak pemerintah agar pembangunan jembatan gantung segera diprioritaskan. Pemerintah pun sudah sering meninjaunya, namun hingga saat ini belum kunjung terealisasi pembangunan jembatan yang baru. (radarsitubondo.id, 8/2/2026)

Bukan hanya di kedua wilayah tersebut, kondisi serupa juga terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Jembatan rusak dan ambruk tetap dibiarkan begitu saja tanpa adanya perbaikan hingga bertahun-tahun lamanya. Padahal jembatan merupakan infrastruktur transportasi vital yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 

Ketiadaan jembatan yang permanen jelas memaksa masyarakat terutama para siswa untuk berjalan kaki menyeberangi sungai agar dapat sampai ke tempat tujuan. 

Di sini, nyawa dipertaruhkan, terlebih jika hujan deras dan banjir, mereka sulit mengakses tempat yang dituju karena medan yang tidak memungkinkan untuk diseberangi. 

Kepedulian negara jelas dipertanyakan. Mengapa bisa sampai negara lalai dalam menjamin keselamatan masyarakat dan generasi. Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi. Tetapi tidak heran karena negara saat ini menganut sistem kapitalisme yang hanya memikirkan untung rugi bukan memikirkan keselamatan rakyatnya.

Hilangnya visi riayah dan nihilnya jaminan keselamatan bagi rakyat merupakan tabiat buruk sistem sekuler kapitalisme. Pembangunan infrastruktur seperti jembatan sering kali lambat ditangani karena proses yang berbelit-belit dalam hal teknis dan anggaran.

Kondisi semacam ini jelas berbahaya, mengancam jiwa dan keselamatan rakyat. Tetapi memang seperti inilah konsep asli kekuasaan produk kapitalisme, tidak pernah tuntas mengatasi permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Padahal kondisi ini tidak akan terjadi jika kelalaian negara segera dieliminir.

Itulah hasil dari sistem buatan manusia. Berbeda dengan sistem Islam yang bersumber dari Allah SWT. Negara dalam sistem Islam justru hadir sepenuhnya menjadi penjamin keselamatan rakyatnya. 

Negara bertanggungjawab dengan segala kebutuhan rakyatnya. Karena kepala negara Islam (khalifah) menyadari bahwa semua perbuatan kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh sang Khaliq, Allah SWT. 

Sabda Nabi SAW:

رَسُولُ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ...»

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang imam (khalifah) adalah pemimpin dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ» 

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad dan Ad-Daruquthni)

Khalifah dengan visi riayahnya akan menyegerakan pembangunan jembatan karena itu merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus disegerakan tanpa menunda-nunda untuk menghindari adanya dharar. Tidak menunggu adanya korban jiwa lalu setelah itu direalisasikan pembangunan jembatan.

Sungguh hanya sistem Islamlah satu-satunya sistem yang terbukti peduli akan keselamatan masyarakat. Kebutuhan sekunder dan tersier rakyatnya saja dapat terpenuhi dengan baik dalam sistem Islam, apalagi kebutuhan primer seperti jembatan, jelas ini kebutuhan mendesak yang tidak boleh ditunda-tunda.

Sesungguhnya menunda sesuatu yang semestinya menjadi prioritas sama saja menunggu datangnya korban jiwa dan hal tersebut bukan sifat seorang khalifah. 

Khalifah yang takut kepada Allah SWT akan bersegera melakukan tugasnya yakni meriayah dengan baik seluruh rakyat yang dipimpinnya serta menjamin keselamatan mereka.

Wallahua'lam bisshawab.


Oleh: Syifa Islamiati 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar