Topswara.com -- Pada tanggal 3 Januari 2026, militer Amerika Serikat melakukan operasi besar-besaran di Venezuela. Mereka menyerang beberapa target militer, menangkap Presiden Nicolas Maduro (beserta istrinya), dan membawanya ke New York untuk diadili atas tuduhan narkoba dan terorisme. (CBC.com, 05/01/2026)
Venezuela menjadi negara keenam yang di bom Amerika Serikat sejak Trump menjabat. Setelah sebelumnya Trump menyerang Somalia, Iran, Yaman, Suriah dan Nigeria ditahun 2025.
Presiden Trump mengatakan, Amerika Serikat akan mengendalikan Venezuela sementara waktu dan mengambil alih minyak mereka.
Amerika Serikat mau mengambil alih cadangan minyak Venezuela yang super besar, dan mengajak perusahaan minyak Amerika untuk investasi miliaran dolar agar infrastrukturnya diperbaiki dan produksi minyaknya ditingkatkan.
Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia, sekitar 303 miliar barel (hampir 20 persen dari total cadangan minyak dunia). (Time.com, 03/01/2026)
Namun diketahui juga bahwa Venezuela memiliki kekayaan emas. Emas Venezuela senilai Rp 23.0000 Triliun. Emas ini terdiri dari 161 ton emas di brankas bank sentral dan 10.000 ton emas di Orinoco Mining Arc. (Reuters.com, 06/01/2026)
Apapun alasan Trump menyerang Venezuela, ini tak lepas dari ideologi yang diemban oleh AS itu sendiri. Amerika Serikat adalah simbol dari diterapkannya ideologi kapitalisme dalam sistem pemerintahannya.
Perlu diketahui bahwa salah satu Ideologi di dunia yang masih dijalankan adalah ideologi kapitalisme sekuler. Ideologi ini mempunyai landasan berpikir sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan), kebebasan (liberty), rasionalisme dan pragmatisme. Dan metode penyebaran ideologi ini melalui sistem demokrasi beserta ekonomi pasar bebas.
Dalam menyebarkan ideologi kapitalisme, setiap negara yang menerapkan sistem ini mempunyai berbagai uslub (cara) agar negara-negara lain bisa tunduk dan patuh terhadap ideologi yang diembannya.
Salah satu yang digunakan oleh AS untuk menyebarkan ideologi yang diembannya adalah dengan metode kolonialisme dan imperialisme (penjajahan).
Baik dalam bentuk fisik/militer (invasi, okupasi, pendudukan militer, penaklukan wilayah), politik (hegemoni, intervensi), ekonomi (eksploitasi, deforestasi, penjarahan sistemati), serta budaya dan pemikiran (westernisasi, indoktrinasi, hegemoni budaya, ghawzul fikri).
Sejak runtuhnya ideologi Islam di Turki Ustmani, negara-negara penganut sistem kapitalisme sekuler semakin merajalela. Pemegang kekuasaan tertinggi sistem ini adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan semua negara Eropa Barat beserta sekutunya.
Amerika Serikat yang mendominasi dunia dan menjadi simbol utama peradaban barat memegang tampuk kekuasaan atas negara-negara lain atas nama negara adidaya. Secara politik, Amerika Serikat memiliki hak veto dalam konteks internasional.
Namun, penggunaan hak veto bukan mencegah terjadinya konflik dan peperangan, justru digunakan untuk menyebarluaskan imperialisme negaranya.
Inilah wajah asli sistem kapitalisme sekuler, yang menerapkan politik demokrasi dalam pemerintahannya. Padahal sejatinya mereka adalah negara-negara penjajah, namun dikemas manis untuk mengelabui seluruh dunia.
Kebrutalan Trump akhirnya menunjukkan bagaimana sejatinya tingkah laku para kapital itu. Slogan gold, glory, dan gospel bukan hanya sekedar cacatan sejarah bagi para penjajah. Namun inilah landasan berpikir dan berbuat para penganut sistem kapitalisme sekulerisme.
Venezuela hanyalah korban penerapan sistem kufur ini di dunia. Dan masih banyak lagi negara-negara yang akan masuk dalam lingkaran imperialisme AS untuk menyebarluaskan ideologi mereka ke seluruh dunia.
Jika suatu negara tak bisa dikuasai dengan politik dan pemikirannya, maka mereka akan menguasai negara tersebut dengan invasi dan perang.
Saat inipun, Trump telah menyatakan bahwa ia membutuhkan Greenland untuk memperkuat keamanan AS dari negara rivalnya yaitu Rusia dan China. Tentu saja hal ini akan menambah cacatan fakta mengenai prilaku para kapital yang rakus dan tamak akan kekuasaan dan hegemoni semata tanpa melihat dampak atas perbuatannya terhadap rakyat sipil.
Inilah potret buram sistem kufur buatan manusia. Sistem kapitalisme sekuler yang diemban hampir seluruh negara di dunia ini hanya memberikan kerusakan dan kesengsaraan semata.
Sistem politik demokrasi yang dijalankan disebuah negara hanya hiasan saja, sejati demokrasi adalah jalan cepat memenuhi ambisi para kapital melalui jalur kekuasaan. Lantas, bagaimana caranya untuk menghentikan kebrutalan sistem ini?
Cara satu-satunya adalah dengan mengembalikan sistem pemerintahan Islam di dalam institusi negara. Yaitu dengan menerapkan sistem Islam secara kaffah yang berasal dari Sang Pencipta.
Adapun kerusakan dan kezaliman sistem kapitalisme karena ia berasal dari pemikiran manusia. Sementara sistem Islam berasal dari Allah SWT sebagai Tuhannya manusia.
Tentu saja sistem yang berasal dari Allah tersebut adalah sistem yang benar dan sempurna untuk diterapkan oleh seluruh manusia di dunia. Maka, sistem Islam akan mampu memberikan keamanan, keadilan, bahkan kesejahteraan bagi seluruh manusia.
Sistem Islam yang sempurna, mengatur segala aspek kehidupan sesuai dengan fitrahnya manusia. Tidak memakai cara-cara keji seperti di dalam sistem kapitalisme. Tingkah laku manusia akan terjaga dari sifat rakus dan tamak, sifat kejam dan sadis, sifat bebas tanpa batas dan egois, serta sifat-sifat yang mengakibatkan keburukan lainnya.
Wallahu'alam bishawab.
Oleh: Rika Lestari Sinaga, Amd.
Aktivis Muslimah

0 Komentar