Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Penderitaan Rakyat Palestina belum Berakhir


Topswara.com -- Beban berat dan trauma sepanjang hidup seakan menjadi derita yang tidak berkesudahan dirasakan oleh saudara kita di Gaza, Palestina. Entah ketika dunia sedang riuh dengan suara pembelaan, ataupun hening ditelan ribuan berita dan hiburan yang lain, Palestina tetap dirundung derita. 

Keteguhan dan ketabahan warga Palestina dalam menanggung derita yang diciptakan oleh Israel tergambar jelas dalam setiap perjuangan hidup mereka hingga detik ini.

Tidak akan ada yang sanggup menahan perang berkepanjangan dengan beragam siksaan yang Israel berikan. Tidak hanya serangan rudal dan tembakan peluru, pendudukan wilayah yang terus masif dilakukan, serta pelarangan bantuan internasional menyebabkan pelaparan sistemis membunuh rakyat Palestina perlahan.  

Satu pertanyaan yang seringkali terbesit dalam pikiran dan hati kita yang hanya bisa menyaksikan penderitaan mereka, mengapa mereka masih bertahan disana? Dan jawaban yang pasti sering kita dengar pula, mereka menjawab tanpa keraguan, “kami bertahan untuk menjaga Alaqsa, jika kami menyerah, lalu siapa yang akan menjaga Alaqsa?”.

Sungguh jawaban mereka menyiksa batin kita, membuat air mata mengalir deras karena terlalu malu melihat perjuangan mereka bertahan, di tengah kehidupan kita yang sibuk mengurusi diri sendiri dengan berbagai fasilitas yang nyaman. 

Sungguh, rakyat Palestina menanggung derita diatas derita. Derita yang dipilih dengan penuh kesadaran untuk mengemban tugas besar menjaga tanah suci Alaqsa, yang mungkin tidak akan pernah bisa kita tanggung. 

Saat ini, tidak ada satupun pihak yang benar-benar membela Palestina. Sudah saatnya kaum muslim membuka mata dan hati, bahwa Palestina sudah terlalu lelah dipermainkan para penjajah. 

Israel, AS, bahkan PBB yang mengklaim sebagai wasit dunia tidak mampu menghukum Israel yang melanggar perjanjian damai maupun gencata senjata puluhan kali. Lalu masihkah negara-negara Arab bisa diandalkan? Jawabanya tidak. 

Sampai detik ini, mereka masih diam tidak bergeming, bahkan menjadi pengkhianat dengan menggabungkan diri dalam koalisi Israel dan sekutunya. Jika demikian, apa yang bisa kita harapkan dari para penjajah dan pengkhianat?

Padahal keteguhan rakyat Palestina bak kesatria di jalan Allah. Mereka layak untuk dibela, diselamatkan, dan diperjuangkan. Selain dari bantuan kemanusiaan yang terus mengalir untuk warga Palestina, perlu aksi nyata yang lain untuk menyelamatkan mereka dan bumi Alaqsa dari penindasan Israel dan sekutunya secara hakiki. 

Aksi ini adalah memperjuangkan kembali tegaknya Khilafah Islam yang akan menghidupkan sistem hidup dan peradaban Islam sebagaimana mestinya.

Satu-satunya solusi yang paling logis dan berpeluang besar untuk menyelamatkan Palestina hanya dengan khilafah akan menyatukan seluruh negeri-negeri muslim menjadi satu kekuatan politik dan satu umat yang mampu menggerakan pasukan untuk berjihad melawan Israel dan sekutunya. 

Khilafah akan menjadi eksekutor yang menjalankan hukum-hukum Allah di muka bumi secara paripurna. 

Perlu kita ingat, bahwa sedari awal Palestina adalah tanah milik kaum muslim, bahkan Allah SWT menyematkan langsung dalam Al Quran. 

Sejatinya pembebasan Palestina wajib dilakukan oleh seluruh kaum muslim. Pembebasan ini hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang tidak gentar pada musuh-musuh Allah, yakni seorang khalifah yang lahir dari rahim sistem Islam yakni khilafah. 

Untuk itu, sudah saatnya kaum muslim menguatkan visi, mempertegas langkah dakwah menuju tegaknya khilafah Islam, dan bersiap menyambut janji Allah SWT sebagaimana dalam firmanNya Quran surat An Nur ayat 55 yang berbunyi 

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Wallahu'lam bishawab.


Oleh: Sheila Nurazizah 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar