Topswara.com -- Founder Yuk Nikah Syar'i Luky Budianto Rouf mengatakan bukan soal siapa paling duluan menikah, tetapi siapa yang paling siap.
"Jangan buru-buru nikah karena takut ketingggalan. Tapi jangan juga terlalu takut sampe nggak berani melangkah. Yang penting, siapin dirimu buat jadi pasangan yang layak dicintai dan mencintai," tulisnya dalam buku yang berjudul "Kukira Nikah Bikin Bahagia..." (2024).
Karena itu, jelasnya, pentingnya mempersiapkan mindset sebelum menikah, bahwa menikah bukanlah tujuan akhir, tetapi amanah besar dalam memikul tanggung jawab untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah; tenang, penuh cinta dan kasih sayang.
"Kalau nikah cuma dianggap tugas hidup yang harus diselesaikan, kamu bakal cepat capek dan gampang kecewa. Tetapi kalau kamu paham nikah itu amanah dari Allah, kamu bakal lebih siap untuk tanggung jawab yang menyertainya," ujarnya.
Lanjutnya, penting untuk dipahami kebahagiaan datang dari hati yang tenang, yang didapatkan ketika seseorang memiliki kedekatan hubungan dengan Allah, maka jangan menggantungkan kebahagiaan pada pasangan, karena akan berujung pada kekecewaan.
"Rasulullah ï·º mengajarkan kita untuk bergantung hanya pada Allah. Pasangan itu partner, bukan penyelamat. Jadi, sebelum nikah, pastikan kamu udah punya kebahagiaan dari dalam diri dulu, ya," katanya.
Ia menambahkan, hal yang sering kali dilupakan orang, yakni siap menerima kekurangan pasangan, karena nikah itu bukan tentang mencari pasangan sempurna, namun mencari pasangan yang mau saling melengkapi.
"Jadi, jangan keburu berekspektasi pasanganmu nanti bakal memenuhi semua harapanmu. Pasangan kamu juga manusia biasa yang punya kekurangan, sama kayak kamu. Kalau kamu udah siap nerima dia apa adanya, hubungan kalian bakal jauh lebih damai dan bahagia," jelasnya.
Ia mengatakan, siapapun yang ingin menikah, katanya kuncinya layak, bukan sempurna.
"Kita enggak butuh sempurna buat nikah. Tetapi kita perlu tahu kalau diri kita layak. Layak untuk dicintai. Layak untuk dimengerti. Dan yang paling penting: layak untuk memperjuangkan dan diperjuangkan. Insecure itu manusiawi. Tetapi jangan biarkan itu jadi alasan kamu mengundang kebahagiaan," tandasnya.[]Tenira

0 Komentar