Topswara.com -- Founder Yuk Nikah Syar'i Luky Budianto Rouf menyampaikan pernikahan bukan cuma tentang mau tetapi juga mampu bersama-sama melewati berbagai hal dalam rumah tangga.
"Pernikahan bukan cuma tentang 'mau bareng-bareng', tapi juga mampu bareng-bareng," tulisnya dalam buku yang berjudul "Kukira Nikah Bikin Bahagia..." (2024).
Menurutnya, dalam biduk pernikahan bukan untuk mencari kesempurnaan, namun masing-masing pasangan mampu menjalani perannya serta mampu belajar setiap harinya.
"Menikah bukan finish line. Ia justru start line dari perjalanan dua orang yang saling mau tumbuh dan belajar," ungkapnya.
Perlu diingat, katanya, pernikahan adalah ibadah dan komitmen seumur hidup, karenanya, butuh persiapan yang matang dari berbagai aspek seperti aspek mental, spiritual dan finansial.
Ia kemudian menjabarkan beberapa langkah persiapan menuju gerbang pernikahan. Pertama, niat yang benar untuk mencari ridha Allah SWT. "Diskusikan juga dengan calon pasangan soal visi dan tujuan pernikahan. Kalau kalian punya pandangan yang sama tentang membangun rumah tangga islami, ini bakal jadi fondasi yang kokoh untuk menghadapi apa pun nanti," jelasnya.
Kedua, mampu mengatur keuangan dengan baik sesuai kemampuan.
Ketiga, punya skill komunikasi. "Pernikahan itu tentang dua orang dengan latar belakang berbeda yang hidup bareng. Jadi, komunikasi adalah kuncinya. Kalau komunikasi berantakan, hubungan juga bakal berantakan," tuturnya.
Keempat, punya skill management conflict. "Konflik itu hal yang wajar dalam hubungan. Tetapi gimana cara kamu menyelesaikan yang bakal menentukan hasilnya," ujarnya.
Kelima, mampu beradaptasi dan menerima perbedaan. Terima perbedaan dengan lapang dada, jangan berharap pasangan bakal selalu sesuai ekspektasi. Fokus pada bagaimana kalian bisa saling melengkapi, bukan saling mengubah. Kalau ada perbedaan, coba diskusikan dengan cara yang baik. Ingat, tujuan kalian adalah membangun rumah tangga yang diridhai Allah.
Keenam, mengenal keluarga pasangan lebih dekat. Menurutnya, menikah bukan hanya menyatukan dua orang, tetapi juga dua keluarga, maka, luangkanlah waktu untuk silaturahmi agar bisa memahami nilai-nilai yang dianut keluarga pasangan. "Bangun hubungan baik dengan mertua, kalau kamu bisa bikin calon mertua nyaman, restu mereka bakal jadi berkah besar dalam pernikahanmu," tuntasnya.[] Tenira

0 Komentar