Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sekularisme Biang Kriminalitas Merajalela


Topswara.com -- Sungguh ironis mendengar berita tentang nyawa manusia yang seakan tak berharga. Kasus berulang yang menggemparkan jagad raya tentang pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Situbondo, Jawa Tengah. 

Korban dugaan pembunuhan terdiri dari 3 orang yaitu, istri, suami dan anak. Ketiga korban keluarga ini ditemukan warga sekitar sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumahnya, di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. (Liputan6.com, 28/12/2025).

Atas fakta tersebut, lebih mengejutkan lagi melihat data pada angka kejahatan Indonesia sebagaimana dilampirkan dari Pusiknas mencatat 306.641 kasus kejahatan terjadi di seluruh wilayah Indonesia sejak Januari hingga 22 September 2025.  

Adapun untuk kasus pembunuhan untuk tahun ini melonjak tinggi, dari Pusiknas Polri melaporkan, ada 908 kasus pembunuhan yang dilaporkan sejak awal tahun hingga 6 November 2025. Sengaja jadi motif utama, dengan total 330 kasus. Databasenya.katadata.co.id.

Betapa mengerikannya negeri ini yang mayoritas penduduknya adalah muslim, tapi perbuatan mereka sangatlah biadab Tak menunjukkan diri sebagaimana muslim sejati. Ironis hidup hari ini seakan nyawa manusia tak ada harganya. 

Hukum pun yang ada seolah tak memberikan efek takut kepada pelaku pembunuhan. Hukuman yang berlaku pun sekedar penjara beberapa tahun, belum jika di beri keringanan di kemudian waktu.

Belum lagi drama jika bisa di lobi-lobi atau melakukan suap kepada petugas pelaksana hukum sehingga di peringatan lagi hukumanya. Nah, melihat hal tersebut. Jelas hukuman penjara belum tentu dapat membuat pelaku kejahatan agar insaf. 

Apalagi bukan rahasia umum lagi, banyak praktik di lapangan para pembuat hukuman itu tidak benar-benar sesuai dengan tujuannya, yang terjadi malah menjadikan hukuman tersebut dapat ditawar menawarkan dengan uang dan kepentingan.

Kasus pembunuhan tentu tidak terjadi begitu saja, namun ada penyebabnya. Merajalelanya kriminalitas hari ini penyebab utamanya adalah diterapkannya sistem sekulerisme kapitalisme ditengah kehidupan. 

Dengan ide ini, mengatur manusia dengan cara yang salah hingga tak manusiawi. Sistem tersebut menjauhkan manusia dari agama dan kehidupannya. Sehingga wajar maksiat hari ini terus terjadi dan tak ada kontrol, dan hukuman yang berlaku pun tak mampu memberikan efek jera.
 
Tak hanya itu, manusia hari ini tak lagi memperdulikan perbuatannya kepada hal-hal yang haram atau halal. Mereka melakukan perbuatan sesuai dengan persepsi dan keuntungan mereka belaka yang pada akhirnya menabrak hukum Allah.

Masalah kriminalitas pembunuhan yang merajalela tidak cukup jika hanya diselesaikan dengan hukuman yang setimpal saja, faktor-faktor penyebab utamanya harus segara di hilangkan dan dijauhkan karena hal tersebut tidak bersemayam dalam kehidupan yang makin hancur ini.

Kembalilah kepada sistem islam yang sempurna dan paripurna. Islam dengan pengaturan hidupnya yang sempurna, bukan hanya sekadar agama tapi juga sebagai ideologi. Jelas islam memandang bahwa nyawa adalah sesuatu yang berharga dan butuh penjagaan serta perlindungan. 

Hal itu, terlihat dari bagaimana islam menerapkan hukum qishash yakni dibalas dengan hukuman yang setimpal, seperti dibunuh pelakunya jika terbukti secara sengaja melakukan pembunuhan.

Padahal jelas, dalam islam nyawa satu manusia sangatlah berharga sebagaimana Rasulullah SAW bersabda "hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak. " (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455). 

Dengan sistem Islam yang telah di adopsi selama 14 abad, membuktikan bahwa kriminalitas minim terjadi. Dikarenakan selama abad itu penerapan sistem islam mampu sebagai pencegah dan penyolusi atas problematika kehidupan manusia termasuk urusan kriminalitas. 

Sistem Islam asasnya bukan berasal dari keuntungan dan kepentingan, sebagaimana sistem kapitalisme sekulerisme saat ini. 

Sistem Islam berasaskan akidah islam yang senantiasa akan membuat manusia terikat dan teringat akan kehidupan yang kekal, yakni akhirat dan hal itu ada sesuai fitrah manusia.

Tak hanya itu, penerapan sistem Islam mampu menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi pemicu manusia melakukan tindakan kriminalitas lainnya seperti masalah pergaulan, politik, sosial, keluarga, ekonomi dan sebagainya.

Sudahkah anda merindukan agar sistem islam ini segera diterapkan?. Semoga rasa rindu itu tak hanya di simpan di hati, namun butuh realitas perjuangan dan pembuktian untuk segera menjemput pertolongan Allah. Mari rapatkan barisan berada dalam barisan pejuang agar islam dapat segera diterapkan di bumi Allah ini. 

Wallahu a’lam bissawab.


Oleh: Rasyidah 
Pegiat Literasi 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar