Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Minim Antisipasi Negara, Kasus DBD Ancam Keselamatan Generasi

Topswara.com -- Kasus demam berdarah dengue (DBD) diindonesia kembali mengalami peningkatan. Di Kabupaten Cianjur misalnya, telah mengalami peningkatan yang signifikan. 

Bahkan, pada awal 2024 terdapat ratusan warga yang terjangkit DBD. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Yusman Faizal mengatakan bahwa kasus DBD pada Januari 2024 mengalami peningkatan yang signifikan. 

Dalam sebulan terdapat 219 kasus yang diperoleh oleh Dinkes Cianjur, dari jumlah tersebut dua anak dengan rentang usia 6 sampai 14 tahun meninggal. (pikiran-rakyat.com/4/2/2024)

Selain itu, di Kabupaten Banyuasin kasus nya juga cukup mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes), ada 74 kasus DBD yang terdeteksi selama Januari 2024. Sebanyak empat kasus berakhir dengan kematian. (rmolsumsel.id/30/01/2024)

Indonesia, sebagai negara endemik dengue, menghadapi tantangan yang sama setiap tahunnya. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) hingga minggu ke-52 tahun 2023 mencatat 98.071 kasus dengan 764 kematian. 

Ketua dan Pendiri FNM Society, Prof Dr dr Nila Djuwita F A Moeloek SpM(K) mengatakan bahwa sinergi dan peran aktif masyarakat diperlukan untuk menanggulangi DBD, yang dimulai dari tingkat keluarga sebelum langkah nasional yang lebih besar. 

Lebih lanjut Nila menjelaskan bahwa beban yang ditimbulkan oleh penyakit DBD berdampak signifikan baik sosial maupun ekonomi. (liputan6.com/4/2/2024)

DBD adalah penyakit yang dapat dicegah dengan beberapa langkah yang harus dilakukan secara terpadu oleh berbagai pihak bukan hanya keluarga tetapi juga masyarakat bahkan negara.

Kesadaran masyarakat akan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan juga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat dibutuhkan. Tidak bisa satu atau dua keluarga saja yang sadar akan kepentingan hal tersebut tetapi harus dengan kesadaran seluruh masyarakat.

Didalam sistem kapitalisme liberal saat ini sangat sulit mewujudkan kesadaran hidup bersih. Banyak masyarakat yang masih tinggal dibantaran sungai dan menggunakan air sungai sebagai sumber air nya. 

Begitu pula masih banyak orang yang tinggal dibawah jembatan yang tidak memiliki air bersih untuk kehidupan mereka. Hal ini tentu berpengaruh besar pada kesehatan mereka dan pastinya membutuhkan peran negara dalam menyelesaikan kondisi sulit masyarakat. 

Selain itu, kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat harus dipahami sejak dini. Begitu juga adanya pencegahan harus dipahami juga sejak dini. Maka, adanya sistem yang kuat dalam mengontrol kesadaran masyarakat ini juga diperlukan peran aktif negara. 

Sehingga langkah-langkah antisipasi dapat berjalan secara sistemik dan kasus DBD tidak akan terus meningkat. Namun, lagi-lagi sulitnya melakukan pencegahan sejak dini didalam sistem kapitalisme ini sangat dirasakan. Peran negara untuk berpartisipasi menjaga kesehatan masyarakat dan perduli pada masyarakat hari ini juga sangat minim. 

Pada akhirnya, hanya sebagian masyarakat yang mampu mengantisipasi dan menjaga kesehatan mereka karena kemampuan secara finansial. Dari sisi menjaga makanan dan kebersihan. Adapun jika masyarakat yang tidak mampu secara finansial, hanya sebatas bisa mendapatkan makanan dan minuman tanpa mempertimbangkan kebersihan nya.

Jika pun kasus DBD masih terus meningkat ketika sudah diantisipasi maka dibutuhkan juga kesiapan rumah sakit yang disediakan oleh negara untuk menangani penderita DBD yang membutuhkan rawat inap. 

Negara akan memfasilitasi kebutuhan tersebut, karena layanan kesehatan adalah kebutuhan masyarakat dan bersifat mutlak. Seluruh lapisan masyarakat harus mendapatkan hak yang sama dalam menikmati fasilitas kesehatan dari negara secara cuma-cuma. Negara harus menyiapkan mekanisme akses rumah sakit dengan mudah, tepat dan gratis.

Negara juga mengoptimalkan edukasi pada masyarakat tentang PHBS dan upaya pencegahan penularan DBD serta berbagai hal yang dapat dilaksanakan di tingkat rumah tangga. Selain itu, negara juga Menyiapkan upaya pencegahan dengan teknologi unggul dan merata disemua wilayah.

Semua langkah-langkah tersebut hanya bisa diwujudkan secara sempurna jika kita menerapkan sistem syariat islam kaffah (khilafah) dalam kehidupan. Islam telah menjadikan kebersihan dan kesehatan sebagai hal penting sebagaimana ajaran Rasulullah SAW. 

Begitu pula anjuran islam agar setiap muslim menjaga kebersihan dan kesehatan seharusnya menjadi kebiasaan bagi setiap muslim. Selain itu, kesehatan adalah hal pokok yang harus dipenuhi oleh negara bagi rakyat nya secara cuma-cuma dan merata.

Negara di dalam pandangan islam mempunyai partisipasi yang besar dalam menjaga kesehatan masyarakatkan. Menjaga kebersihan dan kesehatan bukan hanya dibimbau dari tingkat keluarga tetapi juga masyarakat dan negara.
Negara harus mampu membuat aturan yang tepat agar masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan.

Jika terjadi banyak kasus seperti DBD maka negara harus sigap dan menyediakan fasilitas kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Khilafah akan membiayai kesehatan masyarakat dari pos-pos pemasukan baitul maal.

Seperti itulah cara Islam dalam menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat mulai dari tatanan individu sampai ke tatanan negara.

Wallahua'lam Bisshawab.


Oleh: Pipit Ayu
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar