Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Generasi Bangsa Ditangan Remaja

Topswara.com -- Prilaku anak-anak remaja cenderung kepada arah yang sangat memprihatinkan, dilihat dari media bayak yang melakukan aksi tawuran dikalangna para pelajar, minum-minuman keras, melakukan bunuh diri , perundungan (bullying), aksi pembunuhan, dan pembegalan dengan aksi bergerombol lewat komunitas mereka.

Remaja sangat diharapkan menjadi sosok harapan bagi orang tuanya bahkan juga bagi negara. Mereka (remaja) diharapkan menjadi sosok yang mempunyai jiwa dan mental yang kuat, bukan haya sekedar sehat fisik namun juga psikis, tentunya membina generasi muda bukanlah sesuatu yang mudah seperti layaknya memilih bibit tanaman atau pun hewan yang dirawat dengan baik, sehingga akan memberikan manfaat.

Perbuatan dan prilaku buruk pada remaja tidak terjadi begitu saja, tetapi bayak faktor yang mengancam pada diri anak remaja sehingga hal-hal tersebut dapat mungkin terjadi. Mulai dari keluarga yang menjadikan lingkungna pertamanya untuk menjalani kehidupan.

Keluargalah yang sangat bertanggung jawab atas terbentuknya prilaku dan karakter anak-anak remaja. Dengan demikian keluarga yang baik yang mempunyai nilai-nilai religius menjadikan pondasi bagi perkembangan anak remaja selaku generasi bangsa sehingga anak remaja tersebut mampu tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Sayangnya kondisi sekarang ini, banyak orang tua menyerahkan secara penuh pendidikan ke sekolah, para orang tua meras cukup untuk membekali ilmu anaknya. lepasnya kontrol orang tua terhadap anak dari segi pergaulanya, sehingga anak remaja menjadi celah masuknya prilaku yang buruk, banyak anak remaja melakukan aksi tawuran yang mungkin sangat terjadi, pergaulan bebas, serta aksi perundungan (bullying) sehingga mengakibatkan defresi sampai nekat bunuh diri. 

Prilaku konsumtif dan hedonis dikalangan masyarakat juga tidak lepas menjadi pengaruh faktor kepada prilaku anak remaja. Sehingga mereka untuk memenuhi gaya hidup yang tinggi mereka (remaja) melakukan pencurian, penodongan, bahkan yang mirisnya diantara mereka (remaja) melakukan praktek prostitusi.

Dengan sistem pendidikan saat ini mesti butuh perhatian yang lebih, juga termasuk pembekalan pembentukan karakter bagi anak remaja. Diberbagi sekolah-sekolah, dan di wilayah juga masih juga ditemukanya para pendidik atau pun pihak sekolah justru melakukan pelecehan / pencabulan seksual terhadap anak -anak remaja selaku anak didiknya, adanya pungutan liar dan masih bayak kasus lain.

Selain itu media sosial yang juga menjadikan sebagian anak-anak remaja dengan mudah melakukan pergaulan lewat dunia maya, dan semakin tidak terkontrolnya prilaku terhadap pengaruh jejaringan media yang berbagai fasilitas disediakan lewat internet. Mereka bisa membuka situs-situs porno, perjudian online, dan masih bayak lagi situd-situs internet yang merusak kesehatan mental dan gangguan mental.

Dengan demikian mestinya ada sistem pendidikan yang bersinergi dengan agama, bukan hanya mencetak generasi yang berintelektual yang luas namun mesti dibangun pola berpikir dan pola sikap yang didasari nilai-nilai akidah pada diri anak remaja sehingga terbentuk generasi yang intelektual dan berkepribadian yang baik sesuai syariat islam.

Tetapi, di dalam sistem sekarang yang menganut sistem sekuler (memisahkan kehidupan dengan agama), sehingga hal-hal tersebut susah untuk dilakukan. Padahal kebijakan-kebijakan negara sangat mempengaruhi dalam segala aspek khususnya sistem pendidikan.

Negara adalah penjamin kehidupan masyarakat serta menjamin biaya hidup namun juga menjamin masyarakat berada pada lingkungan yang baik yang akan menentukan pembentukan generasi yang sesuai harapan.

Adanya pembinaan dan pengawasan kepada prilaku masyarakat dan diterapkanya kebijakan yang mengutamakan kesejahteraan rakyat dan melakukan tindakan tegas terhadap aturan sehingga kebijakan yang ada bukan kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan seluruh rakyat, saling membantu peran orang tua masyarakat, bahkan negara sehingga bisa tercapainya anak remaja selaku generasi bangsa yang sesuai dengan harapan.

Tetapi, semua permasalahan yang dihadapi anak-anak remaja tidaklah cukup dengan aturan serta kebijakan hukum negara selama negara masih menganut ideologi kapitalisme, tetap akan mendapatkan dampak-dampak buruk terhadap kalangan remaja bahkan semua elemen masyarakat akan mendapatkan dampak dari ideologi itu sendiri.

Maka satu-satunya cara untuk menghentikan dampak buruk bagi masyarakat khususnya kalangan anak-anak remaja dan masyarakat adalah dengan menggantikanya ideologi kapitalisme dengan menegakan sistem kepeminpinan Islam yang akan menjamin membangun generasi yang berkualitas, yakni dengan menerapkan ideologi Islam dalam bingkai khilafah Islam.


Oleh: Romansyah
Aktivis Dakwah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar