Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pertentangan Keluarga Saat Hijrah Masuk Islam, UFS: Itu Harga yang Murah Dibanding yang Saya Dapat


Topswara.com-- Pertentangan keluarga yang dialami Dai Muda dan Inspirator Hijrah Nasional Ustaz Felix Siauw ketika hijrah masuk Islam dinilai sebagai harga yang murah dibanding yang sudah ia dapatkan.

"Maka, bagi saya itu harga yang sangat murah yang saya dapat,” tuturnya dalam acara Komunitas Pecinta Hijrah: Hijrah Bareng-Bareng, Rabu (12/8/2021) di Nimo TV.

"Debat, tanya jawab, ngobrol, dan seterusnya itu pasti ada, saya pikir itu sebuah harga yang sangat murah untuk sesuatu yang kita dapatkan,” tegasnya lagi.

Menurutnya, hijrah akan terjadi kalau seseorang telah menemukan apa yang didapatkan jauh lebih besar dan lebih berharga dari apapun yang ditinggalkan. 

Kala itu, ia mengatakan, memutuskan untuk hijrah ketika kelas 2 SMP, sampai kuliah semester 3. “Singkatnya sih karena manusia itu punya keperluan, Iya perlu arahan atas keperluan-keperluannya itu. Dan karena itulah orang-orang yang normal dia mikir gimana sih cara terbaik untuk dapat satu arahan dan panduan yang paling bagus,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa jikalau membicarakan agama-agama selain dari Islam, agama-agama itu menutup manusia itu daripada berpikir. “Nah ketika saya berpikir itu, akhirnya saya mendapatkan. Oh ternyata satu agama di atas muka bumi ini yang sesuai dengan pikiran manusia, jadi semakin pikiran manusia itu difungsikan maka semakin Islam itu bersinar di situ. Islam itu jadi satu-satunya yang tersisa di situ,” paparnya.

Ia mengungkapkan, di agamanya yang dulu dulu itu mentok, tidak memiliki panduan yang penuh. Sehingga membutuhkan panduan yang baru.

“Nah, di situlah ketika saya menggunakan akal, berfikir mencoba untuk mikir, ini kok makin montok misalkan diteruskan pada agama yang lama. Maka enggak ada pilihan cuma Islam satu-satunya panduan itu. Contoh itu yang paling nyata,” ungkapnya.

Kemudian ia menyatakan, "seandainya ketika memiliki anak harus memakai panduan yang mana? Sementara, di dalam agama yang dulu tidak ada contoh. Tidak ada teladan seperti apa menjadi seorang ayah yang baik, seperti apa sih nanti menjadi suami yang baik."

Ia mengatakan, jika istrinya ngambek, ngamuk, ada problem, ia belum tahu cara menghadapi seperti apa. "Nah, itu saya enggak punya. Nah, tapi setelah saya lihat di dalam Islam Itu bukan lagi ada tapi sampai sedetail-detailnya, singkatnya begitu," bebernya.

Ia menegaskan, tidak ada jalan lain selain Islam sebagai solusi atas segala masalah yang ia hadapi. "Enggak ada jalan untuk mendapatkan itu kecuali dalam Islam,” pungkasnya [] Alfia Purwanti dan Munamah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar