Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Menyatukan Kekuatan Umat, Mencegah Isr*el Klaim Tepi Barat


Topswara.com -- Israel lagi-lagi bertindak tak tahu diri. Entitas Zionis Yahudi ini tanpa malu mengeklaim bahwa Tepi Barat sebagai miliknya.

Klaim ini diucapkan oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben Gvir. Ia menyatakan bahwa seluruh wilayah Tepi Barat, Palestina adalah milik Israel. 

Menurutnya, pembagian wilayah Tepi Barat berdasarkan Kesepakatan Oslo II tahun 1995 tak berlaku karena semua wilayah, baik A, B, atau C merupakan milik Zionis. Perjanjian yang disepakati oleh Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina pada 28 September 1995 itu membagi Tepi Barat menjadi tiga area, yakni A, B, dan C. 

Area A berada di bawah kendali penuh Palestina. Area B berada di bawah kendali Palestina dan Israel. Adapun area C berada di bawah kendali Israel. (cnnindonesia.com, 5-10-2026)

Klaim ini mempertegas ambisi Israel untuk menguasai Palestina secara keseluruhan demi mewujudkan berdirinya Israel Raya. Bukan hanya klaim sepihak dan tak berdasar, tetapi Israel telah nyata-nyata memerangi, menduduki secara paksa, dan menghabisi rakyat Palestina demi menguasai tanahnya secara utuh. 

Israel melakukan segala cara untuk menjadi satu-satunya penguasa tanah Palestina. Selama bertahun-tahun, Israel telah menjajah Palestina tanpa ada satu negara berani melawannya kecuali penduduk Palestina dengan kekuatan yang dimiliki. 

Secara keji, Israel juga melakukan genosida di tanah Palestina. Tak hanya membunuhi warga, Israel juga menghancurkan pemukiman dan berbagai fasilitas publik supaya mereka yang masih hidup makin terjepit. Pintu perbatasan ditutup. Bantuan-bantuan dari luar diblokade supaya warga Palestina yang masih bertahan di dalam mati kelaparan. 

Anak-anak pun tak luput dari kekejian Israel. Tak hanya kehilangan keluarga, anak-anak itu juga turut meregang nyawa karena menjadi target tentara Israel. Perang yang berlangsung selama bertahun-tahun juga menghancurkan mental anak-anak Palestina. 

Psikis mereka terganggu hingga mengalami kebisuan akibat parahnya tekanan yang dihadapi. Seolah tak ada tempat aman bagi anak-anak Palestina di tanah mereka sendiri. 

Penindasan dan kekejaman Israel terhadap Palestina itu adalah nyata dan hingga hari ini masih terus berlangsung di hadapan mata dunia. Genosida, penghancuran Gaza, perampasan pemukiman Palestina di Tepi Barat, pembakaran puluhan masjid di Tepi Barat, dan pendudukan Komplek Al-Aqsha adalah kejahatan besar Zionis Israel kepada Islam dan umat Islam. 

Kejahatan ini harus dihentikan. Umat Islam tidak boleh diam, apalagi malah bergabung dengan barisan pendukung Zionis.

Klaim Israel atas Tepi Barat meskipun telah ada Perjanjian Oslo tahun 1995, sejatinya menunjukkan bahwa kesepakatan apa pun dengan Zionis adalah sia-sia. Israel tak akan mau berbagi wilayah dengan Palestina karena memang ambisinya adalah menguasai Palestina seutuhnya. Israel akan melanggar perjanjian yang menghalangi tujuannya tersebut.

Begitu pula dengan solusi dua negara yang digawangi AS tak akan menyelesaikan masalah Palestina. Solusi ini hanya untuk kepentingan mengamankan eksistensi AS. Tak ada kepentingan dan keterlibatan Palestina di dalamnya. 

Di sisi lain, solusi dua negara ini juga tak sejalan dengan ambisi Israel sehingga kalau pun disepakati, Zionis Yahudi itu tak akan mematuhinya. Israel akan terus melakukan pelanggaran dan kejahatan terhadap Palestina demi ambisi Israel Raya-nya tercapai.
 
Nyatalah, solusi apa pun dari asing tak akan pernah menciptakan kedamaian bagi Palestina. AS akan mempertahankan Israel demi menjaga hegemoninya di dunia Arab dan negeri muslim juga. Israel akan terus menggempur dan merampas tanah Palestina serta melakukan genosida demi menyempurnakan tujuannya.

Karena itulah, umat Islam tak boleh berdiam diri menghadapi kejahatan nyata Israel ini. Umat harus menyatukan kekuatannya dalam melawan Israel dan pendukungnya. Kejahatan Israel harus dihadapi dengan kekuatan senjata, bukan diplomasi atau perjanjian apa pun.

Solusi kunci dalam membebaskan Palestina adalah dengan persatuan umat Islam untuk memerangi Israel dengan kekuatan militer. Hal itu hanya dapat terwujud manakala institusi pemersatu kekuatan umat Islam, yakni khilafah telah tegak. 

Hanya khilafah yang dapat menyatukan seluruh komponen umat dan menggerakkannya untuk melakukan jihad fi sabilillah melawan Zionis Israel. Dengan komandonya, khalifah akan mengirim tentara untuk mengusir Zionis dari tanah kaum muslim. Jihad ini akan membebaskan negeri muslim dari rongrongan kafir penjajah.

Inilah solusi syar’i yang wajib diambil oleh umat Islam dalam menyelesaikan persoalan Palestina. Tiada jalan lain yang lebih baik daripada jalan yang telah ditetapkan oleh Sang Pembuat hukum, Allah SWT. 

Karenanya, perjuangan menegakkan khilafah menjadi sebuah kewajiban mendesak yang harus diupayakan oleh umat ini dalam rangka meraih kemenangan sejati yang diridai-Nya.


Oleh: Nurcahyani 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar