Topswara.com -- Israel terus berupaya menguasai Palestina. Tak hanya menggempur dengan kekuatan militer, Israel juga melakukan siasat untuk menyingkirkan warga Palestina dari tanahnya.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Israel sekaligus pemimpin partai sayap kanan Jewish Power, Itamar Ben-Gvir dalam Disengagement 710 yang memuat rencana pembersihan etnis untuk mengeluarkan 1,86 juta warga Palestina dari Gaza dalam kurun waktu tujuh tahun dengan dalih “migrasi sukarela.”
Rencana tersebut menargetkan 250.000 warga Palestina meninggalkan Gaza pada tahun pertama, kemudian akan meningkat menjadi 1,11 juta orang dalam tiga tahun dan 1,86 juta orang dalam tujuh tahun. Rencana itu juga mencakup penyediaan negara tujuan bagi setiap individu atau keluarga beserta status hukum, dokumen, visa, biaya perjalanan, hingga tempat tinggal awal.
Untuk merealisasikan program tersebut, diperkirakan investasi awal sebesar USD3,3 miliar dan dipersiapkan kerangka pembayaran hingga USD16,6 miliar yang bergantung pada keterlibatan internasional dan kesepakatan dengan negara-negara tujuan. (metrotvnews.com, 4-9-2026)
Israel terus berambisi menguasai Palestina seutuhnya. Beragam cara dilakukan untuk mewujudkan ambisi tersebut. Pendudukan secara paksa, penyerobotan tanah warga Palestina, sampai menerobos masuk kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Serta, upaya pembakaran masjid yang disertai ancaman bernada rasis terhadap warga Palestina di Tepi Barat oleh pemukim zionis merupakan siasat Zionis mengusir warga Palestina dari tanah mereka. Jangan lupakan aksi genosida Israel yang telah menghilangkan ribuan nyawa warga Palestina.
Palestina terus berjuang menghadapi makar Israel tiada henti. Ia sendirian tanpa ada bantuan nyata dari para pemimpin negeri muslim. Mereka sekadar mengutuk, mengecam, atau mengeluarkan basa basi politik supaya terlihat peduli.
Bantuan logistik dan obat-obatan memang diberikan, tetapi itu tak menghentikan penderitaan Palestina. Israel yang menjadi sumber masalah sama sekali tak mereka sentuh. Ini sama saja mengobati luka dan setelah sembuh akan dihantam kembali oleh gempuran Zionis Israel.
Rakyat negeri-negeri muslim sebetulnya ingin membantu dengan segenap daya yang ada, termasuk terjun dalam medan perang. Namun, selalu terbentur dengan birokrasi negara masing-masing.
Inilah konsekuensi negara bangsa yang memecah belah persatuan dan persaudaraan umat Islam di seluruh dunia. Nasionalisme telah membuat umat Islam tak mampu menolong saudaranya sendiri meski mereka punya kekuatan.
Nasionalisme telah mengikis kekuatan umat Islam yang sebenarnya sangat luar biasa. Faktanya, para pemimpin negeri muslim itu sendirilah yang memilih tunduk pada negara adidaya yang menjadi pendukung utama zionis Israel.
Dunia pun juga tak mampu berbuat banyak. Hukum internasional yang merupakan produk imperealis Barat jelas menormalisasi penjajahan Israel atas Palestina.
Karena itu, mengharap solusi dari Barat untuk masalah Palestina merupakan kesia-siaan dan kebodohan nyata. Solusi nyata datang dari dalam umat Islam sendiri, yakni tegaknya khilafah yang akan melancarkan jihad sebagai metode untuk membebaskan tanah kaum muslim yang dijajah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia. Inilah solusi syar’i sebagaimana perintah Allah SWT.
Khilafah sebagai junnah (perisai) akan melindungi setiap jiwa dan setiap jengkal tanah kaum muslim. Pemimpin Khilafah akan mengirim tentaranya untuk mengusir penjajah Israel dari bumi Palestina dan negeri-negeri muslim lainnya yang dijajah oleh bangsa kafir.
Khilafah, sebagai satu kekuatan mandiri akan memutus total ketergantungan ekonomi-politik dengan negara-negara yang mensponsori Zionis dan mengonsolidasikan sumber daya (termasuk kepemilikan umum seperti minyak dan gas di dunia Islam) sebagai basis kekuatan militer-ekonomi independen untuk mendukung pembebasan Palestina.
Khilafah dan jihad adalah solusi hakiki bagi persoalan Palestina. Hanya dengan jalan inilah, kemenangan umat Islam dapat dicapai sehingga kemuliaan pun akan kembali ke pangkuan Islam.
Untuk itu, umat wajib mengambil bagian dalam perjuangan mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan khilafah sesuai metode perjuangan Rasulullah saw. Hendaklah setiap yang beriman meyakini janji Allah dan meninggalkan jalan selain dari yang telah diperintahkan-Nya.
Oleh: Nurcahyani
Aktivis Muslimah

0 Komentar