Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pencabulan Makin Marak, Efek Sistem Rusak


Topswara.com -- Kasus pencabulan bukanlah permasalahan yang baru terjadi. Tapi permasalahan ini sudah cukup sering terjadi bahkan dibeberapa kota besar. Tentunya tidak luput juga kota-kota kecil. Berbagai solusi yang ditawarkan negara belum mampu untuk menuntaskan permasalahan ini. Terlebih mayoritas anak-anak yang menjadi korban.

Seorang pria berinisial FS (32), warga Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi terkait dugaan pencabulan terhadap sembilan anak. Kasus tersebut dilaporkan oleh orang tua salah satu korban ke kepolisian pada Rabu (19/8/2026).

Kasus tersebut diduga terjadi secara berulang sejak Februari hingga Mei 2025 di wilayah Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Kabupaten Buton. Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, polisi menemukan sembilan anak yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut (kendariinfo.com,19/8/2026).

Kasus yang terus berulang. Fenomena kasus pencabulan ini seperti fenomena gunung es, yang terekspose jumlahnya sedikit sementara yang tidak terekspos sangatlah banyak. Di era digital yang makin kuat memberikan pengaruh besar terhadap meningkatnya kasus pencabulan. 

Semua terekam jejak di sosial media melalui konten-konten yang tidak senonoh dan semua itu bisa diakses oleh siapa saja, mulai dari balita, anak-anak, orang tua dengan mudah untuk mengakses tanpa ada filter pembatasan kepada tontonan yang unfaedah.

Ironi, pelaku kasus pencabulan dilakukan oleh guru ngaji. Bukan rahasia umum lagi kalau guru adalah seorang yang diberi gelar tanpa tanda jasa yang senantiasa memberikan perlindungan dan keamanan terhadap anak-anak didiknya. 

Namun miris kejahatan ini malah terjadi oleh oknum guru itu sendiri. Guru ngaji yang seharusnya memberikan edukasi tentang kebaikan malah berbuat tindakan keji. Apakah keimanan mereka sudah hilang, rasa kemanusiannya atau rasa malunya?, Sungguh nafsu dunia telah mengalahkan mereka. Hari ini semua orang sealim apapun bisa bejat. 

Orang tua pun bisa jahat kepada anaknya sendiri, karena pola itu sudah di normalisasikan oleh sistem kapitalisme saat ini yang diterapkan serta tidak mampu memberikan kemuliaan serta kehormatan bagi nyawa manusia.

Di negeri yang mengadopsi sistem kapitalis sekuler, yang telah mengakar kuat dalam roda Kehidupan masyarakat. Lihatlah bagaimana kondisi pemerintah hari ini belum menyentuh permasalahan ini menjadi masalah pokok yang harus harus diselesaikan hingga akarnya. 

Melalui Kemeninfo saja tidak mampu memberikan tayangan yang berkualitas serta tidak bisa memblokir situs yang meracuni pikiran masyarakat seperti pornografi, pornoaksi dan lainnya. Dan tidak ada hukuman yang tegas dan memberikan efek jera bagi pelaku yang melakukan perbuatan keji tersebut. 

Alhasil para pelaku tidak kapok dan tidak merasa takut karena mereka tidak bisa dihukum karena tidak ada undang-undang terkait hal tersebut yang akan mengakibatkan mereka untuk bisa di jebloskan ke penjara

Solusi yang diberikan oleh pemerintah saat ini belum bisa menyelesaikan bahkan hanya mengurangi saja belum bisa, karena solusi yang diberikan bukan untuk mencegah melainkan menghukum pelaku setelah kejadian. 

Disisi lain hukuman itu tidak membuat pelaku jera ataupun membuat orang lain takut untuk melakukan kejahatan tersebut. Hanya sebatas hukuman kurungan atau denda, sangat ringan dan tidak sebanding dengan akibat yang diderita korban.

Solusinya sebetulnya sudah ada, tinggal penerapannya saja. Solusi itu adalah Islam, dimana solusi itu bukan hanya menghukum yang membuat jera dan takut orang lain, melainkan juga mencegah hal serupa terjadi.

Kurikulum pendidikan negara berbasis aqidah, dan tsaqofah Islam. Pendidikan Islam, bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam, sehingga akan lahir genarasi yang taat aturan Islam. Negara pun, memberikan sensor yang sangat kuat terhadap konten, yang bertentangan dengan pemikiran Islam yang merusak mental dan moral bangsa.

Negara khilafah, menerapkan sanksi yang sangat tegas bagi siapa saja yang melanggarnya. Dengan demikian kesempurnaan Islam, yang diterapkan dalam negara mampu melindungi generasi dari kerusakan dan pencabulan.

Negara Islam akan memblokir semua situs porno baik dalam video ataupun gambar. Orang-orang yang kekurangan akal dengan berpakaian seksi tidak diizinkan tampil dipublik baik langsung maupun acara televisi ataupun media lainnya. 

Sadarilah hanya syariat Islamlah yang bisa membuat pekaku jera, membuat orang takut untuk melakukan perbuatan kejahatan. Karena hukuman yang disyariatkan okeh Islam berfungsi sebagai jawabir (penebus siksa akhirat) dan jawazir (pencegah tindak kriminal).


Oleh: Rasyidah 
Pegiat Literasi 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar