Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Meraih Cinta Hakiki


Topswara.com -- Cinta adalah kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan manusia. Karena cinta, seseorang rela berkorban, bekerja keras, menunggu, bahkan menanggung penderitaan. 

Namun, tidak semua cinta membawa kebahagiaan. Ada cinta yang mengangkat derajat manusia, tetapi ada pula cinta yang menyeretnya kepada kekecewaan dan kehinaan.

Cinta hakiki adalah cinta yang berpusat kepada Allah SWT. Ketika Allah menjadi tujuan utama cinta, maka seluruh cinta kepada makhluk akan berada pada tempat yang benar dan proporsional.

Allah SWT berfirman:
ÙˆَÙ…ِÙ†َ النَّاسِ Ù…َÙ†ْ ÙŠَّتَّØ®ِذُ Ù…ِÙ†ْ دُÙˆْÙ†ِ اللّٰÙ‡ِ اَÙ†ْدَادًا ÙŠُّØ­ِبُّÙˆْÙ†َÙ‡ُÙ…ْ ÙƒَØ­ُبِّ اللّٰÙ‡ِ ۗ ÙˆَالَّذِÙŠْÙ†َ اٰÙ…َÙ†ُÙˆْٓا اَØ´َدُّ Ø­ُبًّا Ù„ِّÙ„ّٰÙ‡ِ ۙÙˆَÙ„َÙˆْ ÙŠَرَÙ‰ الَّذِÙŠْÙ†َ ظَÙ„َÙ…ُÙˆْٓا اِذْ ÙŠَرَÙˆْÙ†َ الْعَذَابَۙ اَÙ†َّ الْÙ‚ُÙˆَّØ©َ Ù„ِÙ„ّٰÙ‡ِ جَÙ…ِÙŠْعًا ۙÙˆَّاَÙ†َّ اللّٰÙ‡َ Ø´َدِÙŠْدُ الْعَذَابِ 
Di antara manusia ada yang menjadikan (sesuatu) selain Allah sebagai tandingan-tandingan (bagi-Nya) yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cinta mereka kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat keras azab-Nya, (niscaya mereka menyesal).(QS. Al-Baqarah [2]: 165).

Ayat ini menjelaskan bahwa ciri utama orang beriman adalah memiliki kecintaan yang sangat mendalam kepada Allah. Cinta tersebut bukan sekadar ucapan, melainkan tercermin dalam ketaatan, pengorbanan, dan kesungguhan menjalankan perintah-Nya.

Hakikat Cinta Menurut Para Ulama

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa cinta kepada Allah lahir dari dua hal: Mengenal kebesaran Allah (ma'rifatullah). Mensyukuri seluruh nikmat-Nya.

Semakin seseorang mengenal Allah, semakin besar pula rasa cintanya. Sebaliknya, kebodohan terhadap Allah akan melahirkan hati yang keras dan jauh dari-Nya.

Sementara Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menyebutkan bahwa cinta kepada Allah adalah ruh seluruh ibadah. Ibadah tanpa cinta akan terasa berat, sedangkan cinta tanpa ketaatan hanyalah pengakuan yang kosong.

Tanda-Tanda Orang yang Mencintai Allah
Di antara tanda-tandanya adalah:
Mendahulukan perintah Allah daripada hawa nafsu. Merasa bahagia ketika beribadah. Senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan. Mencintai Al-Qur'an dan senang membacanya. Mencintai Rasulullah ï·º serta meneladani sunnahnya. Mencintai orang-orang saleh. Bersabar ketika diuji. Ridha terhadap ketentuan Allah.

Allah SWT berfirman:
"Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu."
(QS. Ali 'Imran [3]: 31).

Ayat ini menunjukkan bahwa bukti cinta kepada Allah adalah mengikuti ajaran Rasulullah ï·º.

Buah Cinta kepada Allah

Apabila cinta kepada Allah memenuhi hati seorang mukmin, maka ia akan memperoleh berbagai kemuliaan, di antaranya: Hati menjadi tenang. Hidup dipenuhi keberkahan. Ibadah terasa ringan dan menyenangkan. Terhindar dari kecintaan dunia yang berlebihan. Memiliki kesabaran yang tinggi. Mendapatkan pertolongan Allah. Dicintai oleh Allah dan para malaikat. Berharap bertemu Allah dengan hati yang tenteram.

Rasulullah ï·º bersabda:
"Tiga perkara yang apabila terdapat pada diri seseorang, ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya; mencintai seseorang hanya karena Allah; dan membenci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia membenci dilemparkan ke dalam api." (HR. Bukhari dan Muslim)

Penghalang Meraih Cinta Hakiki
Beberapa perkara yang dapat menghalangi seseorang meraih cinta Allah antara lain: Terlalu mencintai dunia. Mengikuti hawa nafsu. Lalai mengingat Allah. Gemar berbuat maksiat. Sombong dan merasa tidak membutuhkan petunjuk Allah. Kurang bersyukur atas nikmat-Nya.

Karena itu, hati harus terus dibersihkan dengan taubat, zikir, tilawah Al-Qur'an, ibadah yang ikhlas, dan memperbanyak amal saleh.

Jalan Menuju Cinta Allah

Untuk meraih cinta Allah, seorang muslim hendaknya: Memperkuat akidah dan mengenal Allah melalui nama-nama serta sifat-sifat-Nya. Memperbanyak membaca dan mentadabburi Al-Qur'an. Menjaga shalat tepat waktu dengan khusyuk. Memperbanyak zikir dan doa. Melaksanakan ibadah sunnah secara istiqamah. Bersedekah dengan ikhlas. Bergaul dengan orang-orang saleh. Menjauhi dosa dan segera bertaubat apabila terjatuh dalam kesalahan.

Renungan

Semua cinta di dunia bersifat sementara. Harta akan ditinggalkan, jabatan akan berakhir, kecantikan akan memudar, dan manusia yang kita cintai pun suatu saat akan berpisah. Namun cinta kepada Allah tidak pernah mengecewakan. Ia justru menjadi bekal yang menerangi kehidupan di dunia, di alam kubur, hingga hari perjumpaan dengan-Nya.

Barang siapa menjadikan Allah sebagai cinta tertinggi, maka seluruh urusan hidupnya akan menemukan arah, ketenangan, dan keberkahan. Cinta kepada Allah bukan sekadar perasaan, melainkan jalan hidup yang diwujudkan melalui iman, ilmu, ibadah, akhlak mulia, dan pengabdian kepada sesama.

"Meraih cinta hakiki bukanlah dengan mengejar dunia hingga melupakan Allah, tetapi dengan mendekat kepada Allah sehingga dunia menjadi sarana menuju ridha-Nya. Ketika Allah telah mencintai seorang hamba, maka itulah kemenangan terbesar yang tidak dapat ditandingi oleh kenikmatan dunia mana pun."


Oleh: Dr Nasrul Syarif M.Si. 
Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar