Topswara.com -- Israel diam-diam membangun tembok tanah raksasa sepanjang 23 km yang membelah lebih dari separuh wilayah Jalur Gaza. Keberadaan penghalang ini terungkap melalui citra satelit, yang menunjukkan pembangunannya berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Dilansir dari Associated Pers, Selasa (21/7/2026).
Proyek tersebut memperluas pemisahan wilayah di Jalur Gaza, melintasi sejumlah permukiman Palestina yang telah hancur dibombardir Israel yang dihuni lebih dari dua juta penduduk (kompas.com, 22/7/2026).
Pembangunan tembok membelah Gaza menegaskan ambisi entitas Zionis Israel untuk menguasai seluruh wilayah Gaza hingga tak bersisa.
Israel jelas tak akan pernah memberikan kemerdekaan pada rakyat Palestina sekalipun dunia menentang. BoP dan New Gaza hanyalah propaganda yang menipu, tak akan menyampaikan pada kemerdekaan Palestina. Berharap kemerdekaan dan pengakuan negara Palestina dari Israel adalah kebodohan.
Board of Peace (BoP) dan New Gaza yang diklaim sebagai jalan rekonstruksi Gaza dan stabilitas politik hanyalah propaganda menipu yang merugikan warga Gaza.
Dalam piagam BoP tidak ada kata freedom untuk Palestina, tidak ada rencana mengakhiri pendudukan Zionis, dan tidak ada agenda mengadili Zionis sebagai penjahat perang,
Sebaliknya, BoP membentuk pemerintahan transisi tanpa melibatkan rakyat Gaza. Hamas pun membubarkan pemerintahan administratif pada 6 Juli 2026. Administrasi sipil dan pelayanan publik dialihkan kepada National Committee for the Adminstration of Gaza (NCAG). Namun, Zionis memblokir masuknya NCAG ke Jalur Gaza sehingga Gaza tetap tanpa pemerintahan sipil.
Dengan demikian, tidak ada kedaulatan bagi Palestina. Kelompok perlawanan seperti Hamas dan Hizbullah justru dilabeli sebagai non-state violent actors (aktor non-negara yang melakukan kekerasan).
New Gaza hanyalah proyek rekonstruksi yang mengulang pengalaman pahit negeri-negeri Muslim yang dijajah Barat, sebagaimana di Irak dan Bosnia, lalu dieksploitasi untuk kepentingan bisnis perusahaan pendukung AS.
Jadi, BoP dan New Gaza merupakan mekanisme imperialisme yang melegitimasi sekaligus melanggengkan penjajahan atas Gaza. BoP memadamkan perlawanan rakyat, menghapus kedaulatan, menyingkirkan Palestina dari pengambilan keputusan strategis, menempatkan keamanan di bawah kendali asing, serta mengarahkan Gaza sesuai kepentingan Amerika Serikat dan Zionis Yahudi.
Oleh karena itu, BoP dan New Gaza bukanlah solusi bagi pembebasan Palestina. Umat Islam tidak boleh tertipu oleh propaganda lembaga ini.
Kaum Muslim juga tidak boleh berdamai dengan entitas Zionis Israel karena haram hukumnya. Yang wajib dilakukan kaum Muslim adalah menegakkan jihad melawan entitas Yahudi. Palestina adalah tanah kharajiyah, milik seluruh umat Islam, bukan sekadar milik rakyat Palestina atau bangsa Arab. Masalah Palestina adalah masalah umat Islam sedunia.
Dan ini hukumnya fardhu kifayah atas seluruh umat Islam. Ketiadaan khilafah menyebabkan umat Islam tak bisa bersatu dan menegakkan jihad secara sempurna.
Maka umat harus terus diingatkan terkait pengkhianatan penguasa Muslim, serta mengajak umat fokus pada perjuangan menegakkan khilafah yang akan menjadi junnah bagi rakyat Palestina dan seluruh umat Islam.
Persatuan umat di bawah kepemimpinan khilafah adalah kunci kemenangan Palestina dan seluruh dunia Islam. Di bawah khilafah umat Islam tidak akan mudah tertipu, dipecah-belah dan dijajah. []
Oleh: Nita Nur Elipah
(Penulis Lepas)

0 Komentar