Topswara.com -- Tekanan ekonomi saat ini yang sebenarnya tidak hanya dirasakan oleh gen Z sangat terasa begitu berat. Di semua elemen masyarakat merasakan dampak dari lesunya ekonomi saat ini. Hal ini mengakibatkan tekanan hidup bagi generasi muda saat ini
Dikutip dari kompas.com (3/5), pembicaraan mengenai generasi muda yang masih dibantu secara finansial oleh orang tua sering kali bergerak terlalu cepat menuju penilaian. Angka seperti 64 persen generasi muda dalam kelompok tersebut umumnya langsung dibaca sebagai tanda melemahnya kemandirian.
Menurut kami nilai tersebut cukup tinggi, gen Z menyatakan tidak merasa aman secara finansial. Banyak alokasi output dibanding input keuangan. Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan gen Z seperti self-reward maupun healing.
Selain terkait ekonomi, yang tak kalah penting masalah gen Z adalah mengenai krisis tujuan hidup. Gen Z memiliki semangat yang luar biasa ketika bara api telah menyala dan berkobar ketika menginginkan sesuatu. Baik itu yang positif maupun yang negatif.
Nah disinilah tujuan hidup gen Z haruslah benar. Akan tetapi, di sistem kapitalis seperti saat ini, gen Z haus validasi sehingga mereka fomo melakukan keinginannya tanpa memikirkan hal tersebut halal atu haram.
Mereka fomo dengan apa yang viral saat itu, tanpa berpikir panjang hal tersebut melanggar syariat Islam atau tidak. Karena tidak sedikit demi dapat pengakuan dari teman-temannya mereka berbuat maksiat. Hal inilah yang menjadikan gen Z tidak memahami tujuan hidupnya, yang mana kebahagiaan hanya diukur dari kenikmatan materi sesaat bukan dari ridha Allah.
Islam Memuliakan Gen Z
Islam telah mengatur lengkap dalam Al-Qur'an agar kehidupan ini teratur, terlebih gen Z tetap bisa keren tanpa harus melanggar syariat. Sahabat Nabi yang keren yaitu Mus'ab bin Umair telah menjadi contoh bagi kita, terutama kaum gen Z.
Mus'ab telah menunjukkan bahwa gen Z tidak selamanya berlabel negatif. Bahkan jika gen Z memiliki tujuan hidup yang benar akan menjadi bahan bakar yang luar biasa. Maka keimanan tersebut dapat mengorbankan hidupnya untuk berjuang mendakwahkan Islam.
Seperti yang dilakukan Mus'ab bin Umair tak kala beliau dakwah door to door ke Madinah, berkat dakwahnya kota Madinah menjadi negara Islam dan menerima Rasullullah Saw dan para pengikutnya. Inilah contoh gen Z yang keren yaitu gen Z yang taat kepada Allah.
Berdakwah dan selalu memperbaiki diri, self-reward tidak masalah, healing pun tidak masalah asalkan sesuai syariat Islam. Asalkan tidak menjadikan hal tersebut sebagai hal yang wajib, akan tetapi jika hal itu digunakan untuk dakwah sesama gen Z why not?
Yang terpenting di sini adalah bagaimana kita bisa senantiasa taat kepada aturan Allah SWT yaitu kita di dunia ini tujuannya untuk beribadah. Membangun kembali peradaban emas dengan kembalinya kehidupan Islam di tengah-tengah umat.
Oleh: Munamah
Aktivis Muslimah

0 Komentar