Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Perilaku Remaja di Sistem Sekuler: Makin Baik atau Buruk?


Topswara.com -- Jika berbicara tentang perilaku, tentu kita menginginkan semua remaja memiliki perilaku yang baik, namun faktanya perilaku remaja hari ini telah mengalami pergeseran yang sangat mengkhawatirkan. 

Dahulu, mereka yang melakukan pelanggaran cenderung bersembunyi karena malu. Hari ini justru bangga seperti tidak lagi memiliki rasa malu bahkan hingga diposting di media sosial.

Seperti berjoget mempertontonkan aurat, berlenggak lenggok tanpa ragu dan semacamnya. Mirisnya, mereka tidak segan, malu ataupun risih jika perilakunya itu dilihat oleh orang lain. Mereka justru senang dan berbangga diri bisa melakukan hal tersebut.

Selain itu, perilaku kasar dan arogan kerap menjadi citra buruk yang makin melekat pada remaja hari ini. Mereka semakin berani melakukan tindakan kriminal karena yang mendominasi perilakunya yaitu hawa nafsu. 

Mereka sudah tidak lagi peduli dengan sanksi/hukuman karena sanksi yang diberlakukan juga tidak sama sekali membuat jera.

Seperti kasus yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, seorang remaja perempuan berusia 15 tahun, diduga menjadi korban kekerasan seksual berulang yang melibatkan sedikitnya 27 orang, sejak Februari hingga Juni 2026. 

Kapolres Sampang AKBP Hartono mengatakan 13 pelaku sudah ditangkap, sementara 14 lainnya masih diburu, dan mayoritas pelaku masih di bawah umur. (bbc.com, 15/7/2026)

Kasus lain juga terjadi di Cilegon Banten, seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun tewas mengenaskan di tangan temannya sendiri. Motifnya karena cinta segitiga. (banten.akurat.co, 29/1/2026)

Mereka bisa berbuat demikian tentu tidak datang begitu saja. Ada sesuatu yang membuat mereka biasa saja melakukan hal-hal tersebut. Mungkin ada pengajaran dan pendidikan dalam keluarga yang tidak beres. Bisa juga lingkungan masyarakat yang cuek dan tidak peduli. Bahkan peran negara yang terlalu abai terhadap perilaku para remaja hingga mereka hilang arah. 

Akar masalahnya tentu pada sistem yang diterapkan hari ini. Sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan hingga para remaja dengan bebas berbuat semau mereka. Aktivitas yang dilarang dalam agama pun ditabrak habis. Bahkan masyarakat yang menegur justru seringkali dianggap tidak toleran.

Tentu ini menjadi "PR" bersama yang harus segera dituntaskan dan dicari solusinya. Karena jika dibiarkan, lama kelamaan perilaku mereka semakin hancur dan tidak terkontrol. Butuh sinergi yang kuat antara keluarga, masyarakat dan negara. 

Entah mau jadi apa negara di masa depan jika hari ini saja perilaku remajanya sudah sedemikian parah. Wajar jika perilaku mereka banyak yang menyimpang. Hal itu karena mereka terpengaruh oleh pemikiran yang serba bebas dan berorientasi hanya pada materi dan kenikmatan sesaat.

Mengubah perilaku remaja tentu harus didahului dengan mengubah pola pikir mereka tentang kehidupan serta pemahaman akan hakekat diri mereka dihadapan Allah Swt. yakni dengan menanamkan akidah yang kokoh dalam diri mereka. Hingga mereka tidak lagi mau melakukan perbuatan yang buruk.

Butuh solusi tuntas untuk mengubah mindset dan perilaku remaja hari ini. Tentu bukan sekadar solusi yang hanya menyelesaikan permasalahan cabangnya saja tetapi harus menyolusi sampai ke akarnya. Yaitu dengan mengubah sistem yang diterapkan hari ini dengan sistem shahih yang peduli akan masa depan generasi, tidak lain adalah sistem Islam.

Hanya sistem Islam yang mampu menjadikan remaja baik dalam segala hal, baik dalam sikapnya, mindsetnya, perilakunya dan aktivitasnya. Dalam sistem Islam, mereka dididik dengan pemahaman yang shahih dahulu dalam keluarga. 

Masyarakat sekitar juga turut bertanggungjawab mengarahkan serta menjadi sistem kontrol jika ada perilaku remaja yang menyimpang. Begitu pula negara, berperan penting dalam melindungi remaja dari kerusakan akidah serta pemikiran-pemikiran batil dan rusak.

Semua pihak tersebut harus menyadari akan adanya ketersambungan antara kehidupan di dunia dan akhirat. Apapun yang dilakukan selama hidup di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Allah Swt. telah memperingatkan kita dalam Al-Qur'an surat al-Mu'minun ayat 115, 

اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ

"Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?"

Ternyata menyelamatkan remaja dari perilaku yang salah dalam sistem sekuler hari ini merupakan perkara serius yang harus diselesaikan sampai ke akarnya. Hal ini harus melibatkan banyak pihak secara komprehensif dengan asas akidah Islam dan keterikatan pada hukum syarak secara kaffah.

Wallahua'lam bisshawab


Oleh: Syifa Islamiati 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar