Topswara.com -- Krisis perlindungan anak kian terasa setiap tahunnya. Berbagai kasus menimpa anak-anak dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan, pelecehan seksual hingga judi online. Anak yang fitrahnya harus dijaga, disayangi dengan benar, dan mendapatkan tempat aman untuk perkembangan, nyatanya belum didapatkan.
KPAI menyebutkan sepanjang periode Januari–April 2026 pihaknya menerima pengaduan sebanyak 426 kasus. Kasus yang diterima didominasi oleh pengasuhan bermasalah, kekerasan fisik dan psikis, kejahatan seksual hingga ancaman konten digital berbahaya. (Kompas.com, 18/05/2026)
Selain itu, Menteri Komunikasi dan Digital merilis data hampir 200 ribu anak terpapar judi online, dengan 80 ribu di antaranya merupakan anak di bawah 10 tahun. (Suara.com, 16/05/2026)
Berbagai macam kasus yang menimpa anak-anak, baik dari dalam, luar rumah, hingga daring apabila tidak segera ditindak lanjuti dengan tepat akan menjadi masalah berkelanjutan yang tidak ada muaranya.
Hampir setiap tahun kasus yang menimpa anak semakin meningkat dan kompleks. Beberapa solusi sudah dijalankan tetapi belum menyelesaikan masalah. Bagaimanakah sebenarnya solusi yang tepat?
Perlindungan terhadap anak dimulai dari lingkup terkecil, yaitu rumah atau keluarga. Rumah harusnya menjadi tempat teraman bagi anak, namun pada faktanya, di kondisi saat ini kasus yang terjadi di lingkup keluarga semakin banyak.
Seperti, pelecehan anak oleh ayah, pembunuhan anak oleh orang tua, dan lain sebagainya. Hal ini tidak tiba-tiba terjadi, namun banyak faktor yang mengawali.
Pondasi utama bagi kehidupan yaitu agama atau keimanan. Penguatan keimanan harus ditanamkan sejak kecil dan tentunya yang memiliki kewajiban ialah orang tua. Tetapi, dalam kondisi sistem sekuler kapitalis saat ini, orang tua disibukkan dengan pemenuhan materi untuk menunjang keberlangsungan kehidupan keluarga, sehingga anak menjadi nomor dua.
Hal ini menyebabkan anak merasa diabaikan dan mencari kesenangan bahkan perhatian dari orang lain. Karena kurangnya pengawasan, banyak anak yang akhirnya terjerumus ke hal-hal yang tidak baik.
Selain dari keluarga, lingkungan pun sangat berpengaruh. Namun, di kondisi sistem saat ini masyarakat sibuk dengan urusannya masing-masing. Selain itu, negara juga sangat berperan penting dalam perlindungan anak. Kenyatanannyapun solusi yang ditawarkan tidak memberantas sampai akar masalah, terbukti dengan kasus yang makin banyak.
Lalu solusi apa yang hakiki?
Adapun solusi hakiki dalam perlindungan anak hanya dapat terwujud melalui penerapan Islam secara menyeluruh. Islam menjadikan akidah sebagai pondasi utama dalam kehidupan.
Sehingga keimanan ditanamkan sejak kecil dan orang tua wajib memahami dan menerapkan ajaran sesuai Islam. Selain itu, Islam harus dijadikan pedoman hidup, tidak boleh dipisah-pisahkan antara kehidupan dunia dengan Islam.
Negara juga wajib menjamin bahwa seluruh keluarga terpenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga keluarga tidak tertekan dalam hal ekonomi. Selain jaminan kebutuhan dasar, negara juga wajib menjamin keamanan, pendidikan, dan seluruh aspek dalam kehidupan rakyatnya.
Selain itu, supaya kasus tidak terus berulang, negara wajib menerapkan hukuman yang menjerakan bagi pelaku sehingga bisa menjadi pengingat dan pelajaran bagi rakyatnya untuk tidak mengulangi tindakan serupa. Hal ini hanya bisa terjadi apabila sistem Islam diterapkan dalam kehidupan.
Oleh: Unix Yulia
Aktivis Muslimah

0 Komentar