Topswara.com -- Wahai kaum muslimin, kemenangan sejati bukan pertama-tama lahir dari banyaknya jumlah, kekuatan senjata, kekayaan, ataupun tingginya kedudukan dunia.
Kemenangan hakiki lahir ketika hati kembali tunduk kepada Allah SWT, ketika ruh dipenuhi taubat, dan ketika umat berpegang teguh kepada tali Allah dengan penuh keikhlasan dan istiqamah.
Nasihat agung yang dinisbatkan kepada Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Tajul ‘Arus mengingatkan bahwa sumber kekalahan umat sering kali bukan karena lemahnya kekuatan lahiriah, tetapi karena jauhnya hati dari Allah, kuatnya hawa nafsu, dan retaknya persaudaraan di antara kaum muslimin.
Allah SWT berfirman:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
“Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran: 103)
Ayat ini bukan sekadar seruan persatuan formal, melainkan panggilan untuk menyatukan hati di atas iman, tauhid, cinta kepada Allah, dan kecintaan kepada sesama muslim.
Persatuan yang dibangun di atas kepentingan dunia akan mudah hancur. Namun persatuan yang dibangun di atas keimanan akan melahirkan kekuatan ruhani yang tidak mudah dikalahkan.
Taubat: Awal Turunnya Pertolongan Allah
Taubat bukan hanya penyesalan atas dosa, melainkan kembalinya seluruh jiwa kepada Allah. Ketika umat dipenuhi kesombongan, cinta dunia, hasad, permusuhan, dan kelalaian terhadap akhirat, maka cahaya pertolongan Allah menjadi redup.
Karena itu para ulama arif billah selalu menekankan bahwa kemenangan umat dimulai dari pembersihan hati. Hati yang bersih melahirkan keikhlasan. Keikhlasan melahirkan kekuatan. Dan kekuatan ruhani melahirkan pertolongan Allah.
Bukankah dalam sejarah Islam, kemenangan besar sering diraih oleh orang-orang yang secara lahir tampak lemah, namun hati mereka penuh tawakal dan keyakinan?
Musuh Terbesar Adalah Nafsu
Banyak manusia ingin mengalahkan musuh di luar dirinya, tetapi gagal mengalahkan musuh di dalam dirinya sendiri. Padahal hawa nafsu adalah pintu kehancuran yang paling berbahaya.
Nafsu melahirkan kesombongan.
Nafsu melahirkan cinta kekuasaan.
Nafsu melahirkan iri hati dan perpecahan.
Nafsu membuat manusia sulit menerima kebenaran.
Karena itu jihad terbesar adalah jihad melawan diri sendiri agar tetap taat kepada Allah. Orang yang mampu menaklukkan nafsunya akan lebih mudah menjaga persaudaraan, menahan amarah, memaafkan saudaranya, dan mengutamakan kepentingan umat dibanding kepentingan pribadi.
Persaudaraan Adalah Cahaya Kekuatan Umat
Umat Islam tidak akan kuat jika dipenuhi kebencian, saling menjatuhkan, dan mudah memvonis sesama. Setiap hati mukmin seharusnya dipenuhi kasih sayang, sebagaimana Rasulullah SAW membangun umat dengan cinta, ukhuwah, dan kelembutan hati.
Cinta sesama muslim bukan tanda kelemahan, melainkan sumber kekuatan. Ketika umat saling mendoakan, membantu, menutupi aib, dan menguatkan dalam kebaikan, maka rahmat Allah turun kepada mereka.
Sebaliknya, ketika umat lebih sibuk mencari kesalahan saudaranya daripada memperbaiki dirinya sendiri, maka keberkahan akan dicabut sedikit demi sedikit.
Peganglah Tali Allah dengan Kokoh
Tali Allah adalah Al-Qur’an, sunnah Rasulullah SAW, dan jalan ketaatan yang menghantarkan hati kepada-Nya. Barangsiapa berpegang teguh kepada Allah, maka ia tidak akan kehilangan arah walaupun dunia penuh fitnah dan kegelapan.
Kemenangan umat tidak selalu berarti kemenangan politik atau materi. Kemenangan terbesar adalah ketika iman tetap hidup di tengah ujian, ketika hati tetap mencintai Allah di tengah godaan dunia, dan ketika umat tetap bersaudara walau diterpa berbagai cobaan.
Maka wahai umat Islam: perbanyaklah taubat. Bersihkan hati dari kebencian dan kesombongan. Lawan hawa nafsu dengan zikir dan ketaatan. Kuatkan ukhuwah Islamiah. Pegang teguh Al-Qur’an dan sunah.
Karena sesungguhnya pertolongan Allah sangat dekat bagi hamba-hamba yang kembali kepada-Nya dengan hati yang tulus.
Oleh: Dr Nasrul Syarif M.Si.
Penulis Buku Gizi Spiritual dan Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo

0 Komentar