Topswara.com -- Saat ini, kaum Muslim butuh arah perubahan hakiki dengan kembali ke jalan Islam, bukan bertahan dalam sistem sekuler demokrasi.
Hal tersebut diungkap Mubalighah Kota Depok Ustazah Mumun S. Munawaroh, dalam Forum Tokoh Muslimah Depok#33: Memaknai Hijrah: Solusi Krisis Sistemik Menuju Perubahan Hakiki, Selasa, (16/6/2026) di Depok.
Hal tersebut terangnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah al-Maidah ayat 49 yang artinya,”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”
Apalagi lanjutnya, realitas demokrasi tidak kompatibel (sesuai) dengan Islam. “Karena demokrasi asasnya sekularisme liberalisme, ditambah dengan meyakini vox populi, vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan) dengan konsep Trias Politika,” jelasnya di hadapan 67 tokoh Muslimah Depok.
Dari ketiga poin tersebut, ujarnya demokrasi akan menihilkan peran agama, suara mayoritas sebagai tuhan, sistem politik besi yang mengagungkan HAM dan mengharuskan kompromi-kompromi, perubahan dibatasi hirarki perundangan yang melanggengkan sekularisasi.
“Demokrasi juga menjadi jalan kekuasaan para pemilik modal dengan konsep tirani minoritas, dengan high cost (biaya tinggi) sehingga akan bagi-bagi kekuasaan dengan konsekuensi koruptif, penuh konflik dan pilar eksistensi hegemoni kapitalisme melawan Islam/khilafah akan represif,” tambahnya.
Menurutnya, perubahan yang dibutuhkan adalah perubahan inqilabiyah. “Perubahan yang dibutuhkan yakni inqilabiyah (perubahan total), campakkan sistem kufur demokrasi, tegakkan sistem Islam. Itu harus tertanam kuat dan jelas di sisi umat,” pungkasnya.[]Siti Aisyah

0 Komentar