Topswara.com -- Gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) menghantui para pekerja saat ini, ditengah maraknya PHK yang terjadi dibeberapa perusahaan. Salah satu kasus PHK baru-baru ini terjadi di sebuah perusahaan manufaktur di Depok Jawa Barat, PT Xacti Indonesia, yang berdampak sejumlah 350 karyawannya terpaksa di rumahkan (di PHK).
Kabar penutupan pabrik dan PHK buruh itu diungkap Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal.
Said Iqbal mengatakan penyebab utama PT Xacti Indonesia tutup dan PHK lantaran kondisi ketidakpastian kondisi global dan dalam negeri. Akibatnya, perusahaan tak kuat lagi beroperasi.
(CNN Indonesia, Selasa 26 Mei 2026)
Ancaman PHK saat ini bukan hanya terjadi di perusahaan tersebut, sebelumnya terjadi juga penutupan pabrik dan PHK masal di perusahaan Bata Indonesia, perusahaan sepatu terbesar dan terlama, sebanyak 3.000 karyawannya terpaksa dirumahkan.
Di era kapitalis saat ini, benturan ekonomi menjadi salah satu hal yang tidak bisa ditebak, apalagi ditambah dengan susahnya mencari lapangan pekerjaan, inflasi rupiah terhadap dolar makin tinggi, belum lagi biaya hidup makin meroket, menambah panjang catatan masalah yang menjadi PR pemerintah. Alih-alih rakyat tersejahterakan, yang ada malah makin menderita.
Akar Masalah
PHK adalah buah logis dari sistem kapitalisme yang menjadikan buruh sebagai komoditas, disaat persaingan kerja semakin ketat, satu lowongan pekerjaan bisa dilamar oleh ribuan orang.
Di sistem ini juga memusatkan modal pada segelintir orang, sehingga lapangan kerja menjadi terbatas, bukan karena kurangnya kebutuhan kerja, melainkan karena hanya dibuka jika menguntungkan pemilik modal.
Disinilah kekuatan uang berpengaruh terhadap jalannya usaha, semakin banyak modal yang dimiliki, semakin mudah pula alur perjalanan usaha tersebut, baik dari sisi produksi, urusan perizinan, bahkan terhadap perekrutan tenaga kerja.
Begitu juga peran pemerintah di sistem kapitalisme, hanya melindungi para pemilik modal. Ketika gelombang PHK melanda paling bantar hanya menawarkan jejaring pengaman sosial. Lagi-lagi para buruhlah yang dirugikan.
Betapa pelik persoalan yang terjadi pada sistem kapitalisme saat ini, masalah buruh dan gelombang PHK yang belum usai, ditambah dampak yang terjadi akibat PHK tersebut. Yang paling rentan adalah kasus tindakan kriminalitas, seperti mencuri, membunuh atau bahkan bunuh diri. Sungguh dari satu masalah akan menjadi cabang-cabang masalah lainnya.
Solusi Islam
Didalam agama Islam, tidak ada satupun masalah tanpa solusi, Islam mengatur semua aspek kehidupan, baik secara individual, masyarakat, maupun negara. Islam hadir sebagai solusi tuntas yang memuaskan akal, sesuai fitrah manusia, dan menentramkan hati.
Dalam halnya masalah yang berkaitan dengan ekonomi, khususnya tentang PHK, dimana Islam mengatur dan menjamin semua rakyatnya bekerja mencari nafkah, karena mencari nafkah adalah sebuah kewajiban seorang kepala rumah tangga, sehingga semua rakyat berkewajiban untuk menunaikannya, dan negara wajib untuk menyiapkan lapangan pekerjaannya.
Dalam Sistem Islam, semua perputaran ekonomi wajib terbebas dari riba dan praktik-praktik yang diharamkan. Sistem ekonomi Islam akan memutus rantai ketergantungan pada modal kapitalis.
Dalam sistem Islam, negara akan membangun struktur kepemilikan yang mencegah monopoli dan ketimpangan. Distribusi kepemilikan yang adil akan menciptakan ekosistem ekonomi yang luas dan beragam. Sehingga perputaran uang dan kekayaan tidak hanya berputar di para Kapital saja, tapi diseluruh rakyat.
Adanya Baitul Maal yang merupakan pusat kekayaan daulah, menjadi sebuah solusi keuangan negara, dimana distribusi kekayaan negara merata bagi seluruh negeri daulah. Salah satu distribusi yang akan dirasakan langsung oleh rakyat adalah terkait pendidikan, kesehatan. Negara akan memberikan fasilitas gratis bagi seluruh rakyat tanpa melihat strata sosial.
Disinilah peran negara yang sesungguhnya, sebagaimana dijelaskan di dalam hadis shahih: "Imam (khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)
Wallahu'alam
Oleh: Haryani, S.Pd.I.
Pendidik di Kota Bogor

0 Komentar