Topswara.com -- Alih-alih giat belajar, seorang pelajar di Bima malah menjadi pengedar sabu. Ia mengedarkan barang haram tersebut sehingga membuatnya berurusan dengan hukum.
Atas aksinya tersebut, pelajar berinisial KF (19) ditangkap di Desa Kangga, kecamatan Langgudu, kabupaten Bima, NTB pada Rabu (1/4) sekitar pukul 22.00 WITA. Ia ditangkap bersama seorang pemuda pengangguran berinisial HS. Keduanya ditangkap polisi saat hendak mengedarkan sabu yang disembunyikan di dalam tanah samping rumah.
Dari tangan keduanya, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu tas hitam berisi sabu dengan berat bruto 3,07 gram, satu handphone, alat isap (bong), plastik klip kososng, dan uang tunai sebesar Rp1,5 juta. Sabu tersebut rencananya hendak dijual di daerah Langgudu dan sekitarnya.
KF dan SH kini diamankan di Polres Bima untuk diproses hukum lebih lanjut. Adapun sang pemasok masih terus diburu oleh pihak berwenang. (detik.com, 2-4-2026)
Fakta ini sangat miris. Pelajar yang tak lain merupakan calon penerus bangsa malah terjerumus dalam jeratan narkoba yang berbahaya dan merusak. Bukan hanya masa depan mereka sendiri terancam, tetapi nasib bangsa ini pun dalam bayang-bayang suram.
Kasus pelajar menjadi pengedar sabu juga menunjukkan bahwa sistem saat ini telah nyata merusak. Sistem sekuler kapitalis yang diterapkan telah menjadikan pelajar sebagai sosok yang terjauhkan dari agama sebagai panduan kehidupan.
Akibatnya, ia tak mampu membedakan mana baik dan buruk. Ia juga hanya memperturutkan hawa nafsunya dan mengejar kesenangan semu dengan menghalalkan segala cara.
Sistem sekuler kapitalis juga membuat pelajar sebagai generasi bangsa tidak terjaga akal, moral, dan perbuatannya. Pemikiran-pemikiran menyimpang terpampang di setiap sisi kehidupan, mulai dari yang berupa aturan sampai gaya hidup masyarakatnya.
Media pun dipenuhi oleh konten-konten yang buruk dan tidak berfaedah. Tontonan tidak menjadi tuntunan kepada yang baik malah menjerumuskan ke hal-hal yang salah.
Ditambah lagi dengan sistem hukum yang lemah menjadikan generasi kian terancam oleh bahaya narkoba. Sistem hukum yang ada tak mampu memberikan efek jera. Ringannya sanksi membuat penjahat seperti tidak kapok dan mengulangi perbuatannya.
Pengguna narkoba pun biasanya hanya diwajibkan menjalani rehabilitasi. Tak heran bila ada yang keluar masuk penjara atau panti rehabilitasi karena kasus narkoba.
Mirisnya lagi, aparat yang harusnya menegakkan hukum malah ikut-ikutan terjerat dalam narkoba. Ada pula oknum penegak hukum yang bahkan berbisnis barang haram ini.
Bukan rahasia pula bila penjara yang seharusnya tempat menghukum penjahat malah malah menjadi tempat transaksi atau mengatur operasi narkoba. Jaringan narkoba juga nyatanya eksis di penjara.
Inilah hasil penerapan sistem sekuler kapitalis. Sistem rusak ini membuat generasi mudah sekali terjerumus pada tindakan melanggar hukum. Mereka bertindak sebagaimana fakta yang ada karena tidak punya dasar yang benar dan kuat dari agama.
Untuk itu, penting sekali bagi generasi untuk memiliki landasan yang kuat. Di sinilah Islam memberikan jawaban. Islam sebagai sistem kehidupan mampu memberikan pengaturan sekaligus pemecah berbagai masalah dalam hidup manusia, termasuk pelajar terjerat narkoba.
Dengan penerapan sistem pendidikan Islam, generasi dibina dengan akidah Islam agar memiliki kepribadian Islam, kesalehan, dan ketakwaan yang kokoh dalam segala keadaan.
Pemikiran dan sikapnya senantiasa bersesuaian dengan Islam. Mereka juga akan menjauhi segala yang bertentangan dengan syariat dan berfokus pada hal-hal baik dan bermanfaat.
Dukungan keluarga sangat penting. Keluarga yang menjalankan prinsip Islam akan mampu mendidik, mengayomi, dan menjaga anak-anak dengan baik. Orang tua yang taat pada syariat juga mampu menjadi teladan bagi anaknya. Anak pun memiliki kesadaran sendiri untuk bersikap sebagaimana perintah syariat.
Peran penting masyarakat sebagai kontrol sosial jelas tidak dapat dinafikan. Masyarakat yang islami akan menjaga amar makruf nahi mungkar. Manakala ada bibit penyimpangan akan dengan segera terdeteksi dan dibasmi. Satu sama lain saling mengingatkan, menasihati, dan menguatkan untuk kebaikan.
Penerapan sistem hukum Islam juga sangat penting dalam melindungi generasi dari bahaya narkoba. Ketegasan sistem sanksi Islam mampu memberikan efek jera sehingga dapat menumpas kejahatan sampai tuntas.
Sistem Islam tak hanya memberi sanksi setimpal dengan kejahatan, tetapi juga mencegah kejahatan berulang di masa depan. Pengguna, pengedar, bandar, dan semua yang terlibat dalam peredaran narkoba akan dihukum sesuai syariat.
Untuk itu semua, peran negara menjadi sangat krusial. Negaralah institusi yang mampu menjalankan penerapan sistem Islam secara menyeluruh sehingga dapat memberikan maslahat bagi rakyat. Negaralah yang berkewajiban memberikan perlindungan dan penjagaan generasi dari segala macam bahaya.
Oleh: Nurcahyani
Aktivis Muslimah

0 Komentar