Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Penyesatan Opini BoP demi Kepentingan Barat


Topswara.com -- Terhitung sejak 7 Oktober 2023 hingga sampai sekarang ini, kondisi Gaza tetap dalam kehancuran dan kelaparan yang menyebabkan ratusan ribu hidup di tenda pengungsian dan pendidikan terhenti.

Sementara itu, di Tepi Barat, tindakan kekerasan, pembunuhan, penembakan, bahkan penggusuran terus tarjadi yang dilakukan oleh tentara IDF maupun oleh pemukiman Israel terhadap warga Palestina.

Akibat dari perang berkepanjangan ini, Gedung putih membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG) yang beroperasi di bagian bawah struktur Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk dan dipimpin oleh Presiden Amerika, Donald Trump. 

Namun, pembentukan NCAG sendiri dikabarkan telah berdasarkan kesepakatan dengan Hamas di Mesir pada November 2025 lalu.

Dalam perundingan itu, Hamas setuju soal pembentukan NCAG yang terdiri dari 15 teknokrat Palestina yang independent untuk memerintah Gaza sehari-hari. 

NCAG dilaporkan akan mengawasi proses pelucutan senjata, mempertahankan satu hukum dan satu rantai komando, serta mengintegrasikan atau membubarkan semua kelompok bersenjata setelah melalui proses verifikasi yang ketat, dikutip dari Jerusalem Post.

Berdasarkan perang berkepanjangan ini, terdapat lima analisis yang bisa dijabarkan. Pertama, krisis yang terus terjadi di Gaza dan Tepi Barat akibat ulah Israel itu sendiri yang secara sengaja melanggar ratusan kali perjanjian damai.

Kedua, warga Palestina skeptis terhadap BoP buatan Trump karena selama ini AS selalu berpihak pada Israel dalam kebijakan politik dan militer, bahkan seringkali menggunakan hak veto di PBB untuk membela Israel. Dikutip dari berita CNN bahwa kebijakan AS selama ini berpihak sepenuhnya pada Israel baik itu politik maupun militer.

Ketiga, Amerika Serikat dan Israel akan menggunakan BoP untuk legitimasi pembersihan etnis, genosida, dan perampasan tanah Palestina.

Keempat, Donald Trump memanfaatkan penguasa negeri-negeri muslim untuk melegitimasi dan mendukunga rencana jahat AS dan Israel untuk mewujudkan New Gaza.

Terakhir, pembentukan NCAG bukan mewakili kepentingan Palestina, melainkan bagian dari BoP yaitu upaya penyesatan opini.

Oleh karena itu, bagi Israel, perdamaian hanyalah janji yang akan terus dilanggar. Kita sebagai kaum muslimin tidak boleh percaya apalagi mendukung perdamaian dengan Israel, karena mereka sangat memusuhi Islam.

Amerika Serikat dan Israel jelas-jelas adalah negara kafir yang bersekutu untuk menguasai dunia dengan cara penjajahan politik, ekonomi, maupun militer. Haram hukumnya bagi kaum muslimin untuk bergantung apalagi mendukung persekutuan dan solusi yang ditawarkan oleh mereka. Mereka adalah kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi.

Sesungguhnya penjajahan dan kejahatan yang dilakukan Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, terhadap Palestina tidak bisa apalagi diputlihkan hanya dengan BoP. Umat harus bersatu melawan penjajahan Israel dan membebaskan Palestina.

Umat Islam harus lebih membuka mata untuk melihat bahaya pengkhianatan penguasa negeri-negeri kaum muslimin ketika mereka memilih bersekutu dengan BoP yang mana badan ini adalah buatan Amerika dan Isreal terlibat sebagai anggotanya.

Maka dari itu, mari seluruh umat untuk membangun kekuatan Islam secara global dengan bersatu dan menegakkan kembali Khilafah rasyidah untuk melawan dominasi penjajah Amerika Serikat dan Israel.


Oleh: Farah Marda Yesica Putri
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar