Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pemuda Kasmaran Berujung Penganiayaan Berat, Inikah Akibat Liberalisasi Pergaulan?


Topswara.com -- Kasus kriminalitas dengan penganiayaan berat terjadi di lingkungan kampus dengan fakultas yang sama, yaitu kasus pembacokan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. 

Usut punya usut mereka bertemu saat kkn sehingga menimbulkan benih-benih cinta pada si laki-laki, namun karena si perempuan terlalu friendly, telah mempunyai pacar meskipun LDR dan dalam video yang beredar membuktikan bahwa perempuan tersebut mau untuk dicium oleh teman laki-laki nya yang mana sebagai pelaku. 

Perempuan tersebut menegaskan bahwa hubungan dia dengan teman sejurusan nya itu hanya teman, namun si laki-laki tidak terima sehingga berusaha mendekat. 

Karena segala akses komunikasi telah ditutup oleh si perempuan, membuat laki-laki ini buta dengan teganya membacok si perempuan yang sedang menunggu untuk sidang proposal (madiun.jatimtimes.com, 28/02/2026).

Penyerangan fisik yang dipicu oleh persoalan asmara yang tidak berbalas mencerminkan krisis rapuhnya kedewasaan emosional pada sebagian pemuda. 

Hal yang seharusnya menjadi persoalan pribadi dan dapat diselesaikan dengan kedewasaan justru berubah menjadi tindakan brutal, seakan-akan harga diri lebih penting daripada nyawa manusia dan tubuh manusia tidak lagi memiliki nilai yang berharga atau anggota tubuh merupakan aset termurah.

Fenomena laki-laki dan perempuan yang bergaul secara berlebihan banyak dipengaruhi oleh sistem liberalisasi yang memberikan kebebasan tanpa batas dalam interaksi antara keduanya. 

Dalam kondisi seperti itu, tindakan seperti mencium lawan jenis bahkan memberikan perhatian secara berlebihan sering kali dianggap hal yang biasa meskipun tidak ada ikatan yang halal. Padahal, setiap manusia telah diberikan oleh Allah naluri untuk melestarikan keturunan serta dorongan syahwat. 

Oleh karena itu, kebebasan yang tidak disertai batasan dapat berpotensi mendorong perilaku yang menyimpang dari ajaran agama bahkan menciptakan ruang memisahkan agama dari kehidupan atau disebut sekularisme.

Miris, membuat hati teriris karena sistem saat ini menjadikan pemuda sebagai pelaku kriminalitas dan dijauhkan identitasnya sebagai pemuda Islam. Sedangkan dalam Islam yang Allah memberikan petunjuk pada pemuda harusnya memiliki identitas dalam membawa perubahan dengan pemikiran cemerlang. 

Oleh karena itu, pemuda disibukkan dengan mempelajari, memahami sebuah Ilmu. Baik ilmu dunia (sains, atau sebagainya) dan ilmu akhirat yang harapannya semakin dalam seseorang belajar dan memahami ilmu, maka akan semakin terbuka pula kesadarannya akan kebesaran Allah SWT. 

Dari pemahaman itu lahir rasa kagum, yang kemudian menumbuhkan rasa takut dan ketaatannya untuk tidak melanggar perintah-Nya.  

Apabila rasa takut dan taat pun sudah merasuk dalam diri seorang pemuda, maka akan membentuk jiwa dinamis dan berpandangan jauh kedepan yang poros utamanya dengan menentukan arah peradaban yang bermanfaat untuk sesama manusia sehingga pemuda akan lebih terjaga naluri dan hawa nafsu. 

Tidak mudah untuk berinteraksi dengan lawan jenis tanpa ada kepentingan di dalamnya atau bahkan tidak mudah untuk menaruh hati dalam ikatan yang belum halal karena pemuda tersebut lebih memilih untuk menambatkan hatinya kepada sang Pencipta, menghargai dirinya untuk lebih terjaga dan dari sanalah tumbuh kedewasaan emosional yang sejati.

Kedewasaan emosional akan lebih terjaga ketika seseorang memiliki rasa takut kepada Allah SWT. kesadaran akan balasan di akhirat membuat seseorang mampu menahan diri dari perbuatan keji, termasuk mengambil nyawa orang lain tanpa landasan syari’at Islam. 

Pemuda tersebut dapat ditemukan apabila sistemnya bagus dan baik, sebagaimana telah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW dalam penerapan Islam secara kaffah yang melahirkan peradaban gemilang dengan para pemuda memiliki pemikiran cemerlang luar biasa. Selanjutnya, terbentuk dalam diri pemuda berjiwa dan berpola pikir Islam. 

Wallahu a'lam bishawab.

 
Oleh: Ainnur 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar