Topswara.com -- Menjadi gen z hari ini enggak mudah. Kita hidup di era globalisasi yang semuanya serba cepat. Informasi datang tanpa adanya kepastian, tren datang tanpa adanya filter, berbagai opini tergiring tanpa adanya pembenaran. Salah sedikit langsung dihakimi. Beda pendapat sedikit langsung dijauhi. Gimana enggak pusing kalau setiap hari menghadapi hidup yang keras seperti ini.
Di tengah kondisi seperti ini, ada dua sifat yang membuat gen z atau anak muda kelihatan berkelas, bukan karena jumlah followers-nya, outfitnya, atau skincare yang dipakai, tetapi karena dua sifat yang enggak semua orang punya yaitu, adil dalam sikap dan bijak dalam bertindak.
Sebelumnya aku mau ngasih sedikit fakta menarik tentang dua sifat ini, adil dan bijaksana dapat membuat seseorang famous, membuat seseorang dipercaya banyak orang, dan jalan pintas untuk mencapai kesuksesan, karena orang yang adil dan bijaksana pasti sangat dicari di luar sana.
Pertama, adil dalam bersikap, menurut istilah adil adalah tidak memihak dan memberikan hak kepada setiap orang sesuai dengan porsinya. Orang yang adil tidak zalim dan menempatkan sesuatu pada tempatnya. Allah SWT. berfirman dalam QS An nisa ayat 135:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ
Wahai orang orang yang beriman jadilah kamu penegak keadilan karena Allah.
Allah juga berfirman dalam QS Al maidah ayat 8 :
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ
Berlaku adilah karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
Kedua ayat di atas menyatakan bahwa Allah memerintahkan hambanya untuk berlaku adil dan memiliki sifat adil, baik kepada orang tersayang maupun kepada orang yang pernah menyakiti hati kita atau bisa disebut orang yang kita benci.
Terkadang kepada orang tersayang kita sering melakukan ketidakadilan. Kita lebih sering memihak kepada orang yang kita sayang ketika menghadapi suatu permasalahan walaupun sebenarnya orang tersayang lah yang salah.
Begitu sebaliknya dengan orang yang kita benci kita lebih sering bersikap zalim atau tidak adil sadar atau tidak. Adil bukan hanya urusan hakim atau pemimpin tetapi adil itu dimulai dari hal hal kecil dalam kehidupan seperti, tidak memihak kepada teman hanya karena dekat ketika menghadapi suatu keadaan. Dan tidak menilai seseorang hanya dari satu kesalahan
Gen z yang berkelas adalah gen z yang berani menyatakan yang benar walaupun yang salah adalah teman sendiri atau orang yang amat disayangi.
Memiliki sikap adil sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW bukan hanya dalam memimpin tetapi dalam kehidupan sehari hari. Beliau juga mengajarkan dan mengingatkan para sahabat yang tidak berlaku adil seperti dalam kisah satu ini.
Pada suatu hari ada seorang sahabat yang ingin memberikan hadiah khusus pada salah satu anaknya dan meminta Rasulullah menjadi saksi namun Rasulullah bertanya "Apakah semua anak kamu beri hadiah seperti ini ". Sahabat itu menjawab "Tidak". Maka Rasulullah bersabda: "Bertakwalah kepada Allah berlaku adillah terhadap anak anakmu". (HR.Bukhari dan Muslim)
Kedua, bijak dalam bertindak. Definisi bijak adalah kemampuan mengambil keputusan berdasarkan cara berfikir yang logis dan pertimangan yang matang. Orang yang bijaksana tidak tergesa gesa, memikirkan akibat sebelum bertindak, serta mengutamakan kebaikan bersama.
Di dalam Islam bijaksana adalah hikmah Allah berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 269 :
وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرً
Barang siapa diberi hikmah sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak.
Yang dimaksud dengan hikmah pada ayat di atas adalah para ulama menjelaskan bahwa hikmah berarti, ilmu yang benar, pemahaman yang mendalam dan kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya,ketepatan dalam berbicara dan bertindak. Terakhir, keputusan yang membawa kebaikan.
Hikmah adalah karunia yang Allah berikan kepada hambaNya yang bersungguh sungguh mencari kebenaran, karena dengan hikmah, seseorang tidak mudah menyakiti orang. Tidak mudah tertipu, terprovokasi serta tidak mudah mengambil keputusan atau langkah.
Di zaman globalisasi satu postingan bisa menyakiti banyak orang. Satu komentar bisa memicu permusuhan panjang. Orang yang bijak akan berpikir, apakah ini perlu saya ucapkan? Apakah ini membawa manfaat? Apakah Allah ridha dengan tindakan saya?
Bijaksana bukan berarti diam. Bijaksana itu tau kapan harus berbicara, kapan harus diam. Rasulullah bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam"m (HR.Bukhari dan Muslim).
Ingat prinsip gen z berkelas. Bukan ikut ikutan viral tapi ikut ikutan kebaikan. Bijaksana dimulai dari hal hal kecil, tidak membalas saat emosi,mendengar sampai selesai dan mengakui kesalahan tanpa alasan serta hal kecil lainnya.
Bijaksana itu butuh ilmu bukan hanya asal asalan atau datangnya otodidak. Bijaksana itu membutuhkan hati yang tenang serta akal yang sehat dan jernih.
Tahukah kamu kalau bijaksana dan adil adalah dua sifat yang tidak dapat dipisahkan. Adil butuh kebijaksanaan, tanpa kebijaksanaan seseorang bisa merasa dirinya adil, padahal sebenarnya ia jauh dari kata adil.
Bijaksana tanpa adil bisa jadi lemah seseorang bisa saja terlihat bijak karena diam dan tidak ikut campur. Tapi kalau dia ada ketidakadilan lalu ia memilih diam karena takut, itu bukan kebijaksanaan sejati.
Adil itu prinsip. Bijaksana itu cara. Adil itu menentukan mana yang benar sedangkan bijaksana adalah bagaimana cara menyampaikan. Kalau hanya adil tanpa bijaksana itu terasa keras. Kalau hanya bijaksana tanpa adil itu bisa jadi kompromi pada kesalahan. Ibaratkan adil itu kompas dan bijaksana itu peta.
Kalau punya peta tetapi tidak punya kompas bisa hilang arah. Kalau punya peta tidak punya peta bisa sesat di jalan. Gen z berkelas adalah yang punya dua duanya. untuk itu aku mau ngasih sedikit tips and trik buat bisa gabung jadi gen z berkelas.
Pertama, jangan mudah menghakimi atau mudah menyimpulkan sesuatu. Kedua, tabayyun sebelum sharing. Ketiga, perbanyak ilmu dan zikir. Keempat, biasakan introspeksi.
Menjadi gen z berkelas bukan tentang gaya hidup, tetapi tentang kualitas hati. Adil membuat kita dihormati sedangkan bijaksana membuat kita disegani, dan keduanya membuat kita dekat dengan Allah. Mari kita jadi generasi yang bukan hanya cerdas secara digital tetapi juga matang spiritual.
Wallahu a'lam bishawab.
Oleh: Djaneeta Ghaisani Hardianto
(Aktivis Remaja Muslimah)

0 Komentar