Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Anak Bunuh Diri karena Tidak Bisa Beli Alat Sekolah, Inikah Bentuk Abainya Pemerintah?


Topswara.com -- Beberapa waktu lalu terdapat kabar yang begitu memilukan yakni siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Siswa tersebut diduga bunuh diri lantaran tak mampu membeli buku dan pena. 

Ia putus asa dengan keadaan yang dialaminya, sebab saat meminta uang untuk membeli buku dan pena seharga kurang dari Rp 10.000 ibunya menjawab tidak memiliki uang. Dikabarkan bahwa Kehidupan siswa tersebut memang sangat sulit secara ekonomi dan keluarganya juga memprihatinkan. (4/02/2026, Kompas.Com) 

Diyah Puspitarini selalu Komisioner KPAI menuturkan bahwa Peristiwa siswa bunuh diri ini tidak terjadi sekali, namun pernah terjadi di tahun 2023 di Kebumen, hampir mirip. Hanya saja anaknya ini meminta uang jajan, tidak punya uang, kemudian dia menceburkan diri di sungai. (4/02/2026, tirto.id). 

Siswa bunuh diri memperlihatkan bahwa kondisi pendidikan di Indonesia Sangat memprihatinkan dan peristiwa ini terjadi berulang kali yang diakibatkan oleh kondisi perekonomian yang makin menurun dan semakin banyaknya masyarakat miskin, artinya kondisi ini butuh untuk segera diselesaikan supaya tidak terjadi adanya korban dikemudian hari. 

Korban tersebut yang masih menempuh sekolah dasar memiliki empati yang tinggi terhadap keluarga yang mana kondisi ekonominya sangat memprihatinkan sehingga tidak ingin memberatkan sang keluarga untuk bersekolah pun, akhirnya memilih untuk bunuh diri. 

Ekonomi yang cenderung mengarahkan kemiskinan menjadi persoalan kompleks akan terus menghantui berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia. Namun, di balik gejala kemiskinan yang tampak, terdapat dimensi yang lebih dalam yang dikenal sebagai kemiskinan struktural. 

Kemiskinan struktural merujuk pada kondisi di mana individu dan kelompok tertentu terjebak dalam kemiskinan secara berkelanjutan yang tidak bisa ditolong oleh negara ataukah negara cenderung abai dengan kondisi masyarakat di suatu negara tersebut?

Bahkan akibat dari kemiskinan struktural ini membuat orang memutuskan untuk bunuh diri supaya tidak memberatkan orang lain sehingga nyawa manusia hilang akibat bundir ini suatu hal yang biasa, bahkan niat seorang anak sungguh luar biasa untuk menuntut ilmu terhalang oleh tidak bisa membeli perlengkapan sekolah atau fasilitas yang memadai yang didapat oleh seluruh siswa. 

Kemiskinan struktural yang mengancam pendidikan dan nyawa orang lain seperti rantai yang harus diputus karena seharusnya pendidikan gratis dengan fasilitas memadai yang dinikmati banyak siswa dapat ditanggung oleh negara dan hal ini masuk bagian dari peran negara dalam mensejahterakan rakyat yang tentu dipimpin oleh pemimpin yang adil. Sebagaimana nasehat nabi SAW dalam hadis :

Rasulullah saw. bersabda: “Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang ia urus.” (Hadis Riwayat al-Bukhari dan Muslim). 

Pemimpin yang berkompeten akan ada ketika sistem pemerintahan di sebuah negara bagus sebagaimana dalam sejarah Islam yang melahirkan banyak pemimpin yang berkompeten dan dicintai oleh rakyat nya karena menerapkan syariat islam dan terdapat dalam diri seorang pemimpin yang memiliki kesadaran untuk takut kepada Allah SWT. 

Kemudian, pemimpin dalam payung negara menerapkan syariat Islam akan berusaha dalam memperhatikan rakyat untuk mengusahakan anak-anak hingga orang dewasa menuntut ilmu. 

Sebagaimana Allah yang menjanjikan pengangkatan derajat bagi orang berilmu (QS. Al-Mujadilah: 11) serta kemudahan menuju surga bagi penuntut ilmu, setara dengan perjuangan di jalan-Nya. 

Orang-orang yang menuntut ilmu akan dimudahkan dengan biaya pendidikan gratis karena diambil dari baitul mal. Sehingga para cendekiawan ini lahir untuk memberikan kebermanfaatan di dunia dan diakhirat. 

Juga, tidak akan ada nyawa hilang untuk sesuatu yang sangat tidak jelas atau hanya karena tidak bisa membeli perlengkapan alat tulis. Sebagaimana Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani).

Wallahu 'alam Bishawab.


Oleh: Ainnur
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar