Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Palestina Butuh Aksi Nyata, Bukan Gencatan Senjata


Topswara.com -- Sampai saat ini, penduduk bumi Syam (Palestina) masih terjajah secara fisik oleh pasukan Zionis Israel. Krisis kemanusiaan pun terus terjadi. Sementara itu, hampir dua miliar umat Islam di seluruh dunia masih berada dalam ketidaksadaran akan nasib saudara-saudara mereka di Palestina.

Sejak berlakunya perjanjian gencatan senjata untuk kesekian kalinya di Gaza pada 10 Oktober 2025, pasukan Israel telah melakukan sebanyak 969 pelanggaran. Serangan-serangan tersebut telah menewaskan 418 warga Palestina, sementara 1.141 lainnya mengalami luka-luka. 

Menurut pihak keamanan pemerintah GMO, kondisi Gaza saat ini digambarkan sebagai kasus “kematian perlahan”. Hal ini disebabkan oleh pelanggaran yang terjadi selama 80 hari terakhir, berupa penembakan langsung terhadap warga sipil, serangan militer ke daerah permukiman, pengeboman rumah, penghancuran dalam skala besar, serta penangkapan secara ilegal (minanews.net, 29/12/2025).

Kondisi krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk ketika Israel melarang 37 organisasi kemanusiaan internasional untuk beroperasi di wilayah Palestina. 

Kebijakan ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Palestina sendiri, karena secara langsung menghambat penyaluran bantuan makanan, obat-obatan, serta layanan medis bagi warga sipil (antaranews.co.id, 31/12/2025).

Sejatinya, berlanjutnya penderitaan warga Palestina hingga saat ini disebabkan oleh keserakahan Zionis Israel. Mereka melakukan berbagai upaya untuk menguasai serta merampas wilayah Palestina.

Adapun solusi yang selama ini ditawarkan, seperti gencatan senjata dan solusi dua negara, justru semakin memperburuk posisi Palestina dan terbukti bukan solusi yang efektif. Selama akar persoalan tidak dicabut, yaitu penjajahan Zionis Israel yang berlangsung di jantung negeri umat Islam, maka selama itu pula rakyat Palestina akan terus menderita.

Oleh karena itu, dibutuhkan solusi yang hakiki untuk mengakhiri penjajahan fisik Zionis Israel. Palestina tidak membutuhkan solusi basa-basi, melainkan aksi nyata melalui jihad dan khilafah. Kebutuhan umat akan khilafah yang menerapkan Islam secara kaffah tidak dapat ditawar maupun ditunda. 

Melalui komando seorang khalifah, umat Islam akan membela dan merebut kembali setiap jengkal tanah milik kaum muslimin, termasuk tanah Alaqsa yang merupakan kiblat pertama umat Islam.

Perdamaian dan kemerdekaan Palestina hanya dapat diraih dengan Islam serta bersatunya umat Islam di seluruh dunia di bawah naungan khilafah. Hadirnya Islam sebagai solusi hakiki bagi warga Palestina dan persatuan umat Islam merupakan kekuatan besar yang akan menghancurkan musuh serta menghilangkan hegemoni kaum kafir.

Allahu a‘lam bish-shawab.


Oleh: Dwi Lis
Komunitas Setajam Pena
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar