Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Karakter Seseorang


Topswara.com -- Diceritakan dalam sebuah riwayat yang disandarkan kepada Khalifah Umar bin Khatthab, ada seorang laki-laki berkata kepada Umar, “Sesungguhnya si Fulan itu orangnya baik.” Umar bertanya, “Apakah engkau pernah berpergian bersamanya?” Lelaki itu menjawab, “Belum pernah.” 

Umar bertanya, “Apakah engkau pernah bermuamalah (berbisnis) dengannya?” Lelaki itu menjawab, “Belum pernah.” 

Umar bertanya, “Apakah engkau pernah memberinya amanah?” Lelaki itu menjawab, “Belum pernah.” 

Umar berkata, “Kalau begitu engkau tidak memiliki ilmu tentangnya. Barangkali engkau hanya melihat dia shalat di masjid.”

Dari perkataan Umar tersebut, ketika kita sudah dekat dengan seseorang, Allah membuka sedikit atau mengizinkan terbukanya siapa seseorang itu, dalam tiga tempat seperti yang dikatakan Umar: safar, muamalah dan amanah. 

Misal dalam muamalah, kita akan tahu apakah seseorang:
Pertama, hati-hati atau ceroboh dalam kelola uang. Kedua, rakus atau qana'ah dengan harta. Ketiga, komitmen atau lalai dalam menunaikan kewajiban utang. Keempat, membangun komunikasi atau menghindar ketika ada masalah muamalah.

Dalam masalah utang piutang, seringkali pemberi utang merasa bersalah pada saat menagih dan mengingatkan padahal itu haknya. Benar bahwa hendaknya memberikan keringanan, namun tetap haknya ketika menagih dan mengingatkan. 

Pengutang wajib menunaikan sesuai komitmen waktu, dan selalu membangun komunikasi yang baik jika tidak bisa menunaikan komitmen. Memberi penjelasan secara proaktif, bahkan ketika sebelum ditanya. 

Itu semua berkaitan akhlak paling dasar: tatakrama atau sopan santun. 

Salah satu makna sabar itu adalah masing-masing istiqamah dalam kebenaran, termasuk menunaikan kewajiban dan meminta hak. Sebaliknya, lalai dari amanah bukan sikap sabar. 

Itu baru contoh dalam muamalah, contoh dalam safar dan amanah lebih mudah lagi kasusnya. Kita mungkin penah mengalaminya. 


Ajengan Yuana Ryan Tresna, M.Ag. (Ulama)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar