Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tujuh Perkara yang Menerangi Kubur


Topswara.com -- Sobat. Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin disebutkan ada tujuh perkara yang bakal menerangi kubur, dan masing-masing adalah pasti karena berdasarkan kitab Allah SWT: Pertama. Ikhlas dalam Beribadah dan beramal sholeh. Kedua. Berbakti kepada kedua orang tua.

Kitab Tanbihul Ghafilin merupakan salah satu kitab klasik dalam literatur Islam yang membahas tentang nasihat-nasihat keagamaan dan moral. Ketika membicarakan tujuh perkara yang menerangi kubur, ia merujuk pada konsep-konsep yang diyakini akan memberikan manfaat dan penerangan bagi individu di dalam kubur berdasarkan ajaran Islam. Dua dari tujuh perkara tersebut adalah:

1. Ikhlas dalam Beribadah dan Beramal Sholeh: Ikhlas adalah prinsip fundamental dalam Islam yang mengacu pada niat yang tulus dalam melakukan segala amal ibadah dan perbuatan baik. Amal yang dilakukan dengan ikhlas, yaitu semata-mata untuk mencari ridha Allah, diyakini akan memberikan cahaya di dalam kubur.

2. Berbakti kepada Kedua Orang Tua: Menghormati dan berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu nilai yang sangat ditekankan dalam Islam. Hal ini karena kedua orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. 

Menurut ajaran Islam, berbakti kepada kedua orang tua akan memberikan manfaat dan penerangan di dalam kubur.
Konsep ini bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan keagamaan yang diyakini akan membawa kebaikan bagi individu tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Ketiga. Bersilaturahim. Keempat. Jangan membuang-buang umur untuk bermaksiat.

Benar, kedua prinsip yang disebutkan adalah bagian dari konsep yang diyakini akan memberikan manfaat di dalam kubur menurut ajaran Islam. Berikut adalah penjelasan mengenai keduanya:

3. Bersilaturahim: Bersilaturahim mengacu pada menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama manusia secara umum. Ini adalah nilai penting dalam Islam yang menekankan pentingnya hubungan sosial yang harmonis dan saling mendukung. Melalui silaturahim, seseorang dapat memperoleh berkah dan rahmat dari Allah SWT serta memberikan cahaya di dalam kubur.

4. Jangan Membuang-buang Umur untuk Bermaksiat: Membuang-buang waktu untuk melakukan maksiat atau perbuatan yang dilarang oleh agama diyakini akan berdampak buruk bagi individu di dunia dan di akhirat. Menurut ajaran Islam, waktu adalah salah satu nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada manusia, dan menghabiskan waktu dengan cara yang bermanfaat dan sesuai dengan ajaran agama merupakan suatu keharusan. Dengan menghindari perbuatan maksiat dan memanfaatkan waktu dengan baik, seseorang dapat mengharapkan penerangan di dalam kubur.

Konsep-konsep ini menegaskan pentingnya menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran agama Islam, baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia, untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

Kelima. Jangan memperturutkan hawa nafsu. Keenam. Bersungguh-sungguh dalam menaati Allah dan Rasul-Nya.

Kelima dan keenam dari tujuh prinsip yang disebutkan juga merupakan konsep-konsep penting dalam Islam yang diyakini akan memberikan manfaat di dalam kubur:

5. Jangan Memperturutkan Hawa Nafsu: Hawa nafsu merujuk pada dorongan atau keinginan manusia yang cenderung kepada hal-hal duniawi dan keinginan yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Memerintahkan untuk tidak memperturutkan hawa nafsu adalah peringatan untuk mengendalikan diri dan menjauhi godaan untuk melakukan perbuatan yang tidak baik atau tidak sesuai dengan ajaran Islam. Dengan menahan diri dari memperturutkan 
hawa nafsu, seseorang dapat memperoleh cahaya di dalam kubur.

6. Bersungguh-sungguh dalam Menaati Allah dan Rasul-Nya: Bersungguh-sungguh atau istiqamah dalam menaati perintah Allah dan Rasul-Nya merupakan prinsip penting dalam Islam. Ini berarti konsisten dan tekun dalam menjalankan ajaran agama serta mengikuti contoh yang ditetapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dengan bersungguh-sungguh dalam menaati Allah dan Rasul-Nya, seseorang dapat mengharapkan penerangan di dalam kubur sebagai balasan atas ketekunan dan kesetiaannya dalam beribadah.

Konsep-konsep ini menekankan pentingnya kesabaran, kedisiplinan, dan ketekunan dalam menjalani kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam serta menahan diri dari godaan dan dorongan negatif yang mungkin menghalangi kebaikan di dunia dan di akhirat.

Ketujuh. Memperbanyak Zikir kepada Allah SWT.

Betul, prinsip terakhir yang disebutkan juga merupakan ajaran yang diyakini akan memberikan manfaat di dalam kubur dalam Islam:

7. Memperbanyak Zikir kepada Allah SWT: Dzikir adalah aktivitas mengingat dan menyebut nama Allah dengan penuh kesadaran dan penghormatan. Melalui dzikir, seseorang menguatkan hubungannya dengan Allah, memperdalam rasa kesadaran akan kebesaran-Nya, serta mendekatkan diri kepada-Nya. Memperbanyak zikir kepada Allah SWT diyakini sebagai cara untuk mendapatkan cahaya di dalam kubur dan mendapatkan keberkahan serta perlindungan dari-Nya di dunia dan di akhirat.

Dzikir juga dianggap sebagai sarana untuk membersihkan hati dan jiwa dari kegelapan dosa serta memperkuat iman. Dengan demikian, memperbanyak dzikir kepada Allah SWT merupakan salah satu cara untuk menjaga kebaikan dan mendapatkan manfaat spiritual yang besar, termasuk di dalam kubur.

Allah SWT berfirman:

ÙŠَٰٓØ£َÙŠُّÙ‡َا ٱلَّØ°ِينَ Ø¡َامَÙ†ُواْ ٱذۡÙƒُرُواْ ٱللَّÙ‡َ Ø°ِÙƒۡرٗا ÙƒَØ«ِيرٗا ÙˆَسَبِّØ­ُوهُ بُÙƒۡرَØ©ٗ ÙˆَØ£َصِيلًا Ù‡ُÙˆَ ٱلَّØ°ِÙŠ ÙŠُصَÙ„ِّÙŠ عَÙ„َÙŠۡÙƒُÙ…ۡ ÙˆَÙ…َÙ„َٰٓئِÙƒَتُÙ‡ُÛ¥ Ù„ِÙŠُØ®ۡرِجَÙƒُÙ… Ù…ِّÙ†َ ٱلظُّÙ„ُÙ…َٰتِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ ٱلنُّورِۚ ÙˆَÙƒَانَ بِٱلۡÙ…ُؤۡÙ…ِÙ†ِينَ رَØ­ِيمٗا  

“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. “ (QS. Al-Ahzab (33): 41-43)

Sobat. Pada ayat ini, Allah menganjurkan kepada semua orang beriman yang membenarkan Allah dan rasul-Nya supaya banyak zikir mengingat Allah dengan menyebut nama-Nya sebanyak-banyaknya dengan hati dan lidah pada setiap keadaan dan setiap waktu. Sebab, Allah-lah yang melimpahkan segala nikmat kepada mereka yang tidak terhingga banyaknya. Mereka diperintahkan bertasbih kepada-Nya dengan pengertian membersihkan dan menyucikan Allah dari segala sesuatu yang tidak pantas bagi-Nya.

Berzikir dan bertasbih ini dilakukan di pagi hari ketika baru bangun dari tidur, sebab ketika itu seakan-akan seseorang hidup kembali setelah mati, untuk menghadapi hidup yang baru. Diperintahkan juga bertasbih pada sore hari karena pada saat itu seseorang telah selesai mengerjakan bermacam-macam pekerjaan sepanjang hari. 

Zikir pada waktu itu merupakan tanda bersyukur kepada Allah atas limpahan taufik dan hidayah-Nya sehingga dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik, dan dapat memperoleh rezeki untuk keperluan hidupnya dan nafkah bagi keluarganya. 

Dengan banyak zikir, ia dapat menghambakan diri kepada Allah dan untuk menghadapi alam akhirat. Di samping itu, ia dapat pula meneliti perbuatan yang sudah dilaksanakan sehingga dapat mengusahakan perbaikan-perbaikan yang diperlukan bagi hari-hari yang akan datang.

Sobat. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang memberikan rahmat kepada orang-orang yang beriman dan menguji mereka di hadapan malaikat yang berada di langit. Para malaikat pun memohonkan ampun untuk mereka supaya Allah mengeluarkan mereka dengan taufik, hidayah, dan rahmat-Nya dari kegelapan kekafiran kepada cahaya keimanan. Dia Maha Penyayang kepada seluruh kaum Muslimin di dunia dan akhirat. Di dunia, Allah memberi petunjuk kepada mereka pada jalan yang benar, dan di akhirat, Ia memberi keselamatan bagi mereka dari kegoncangan dan malapetaka yang hebat.

Dr. Nasrul Syarif, M.Si.
Penulis Buku Gizi Spiritual. Dosen Pascasarjana UIT Lirboyo
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar