Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan (Bagian 1) Syariat Puasa Pertama

Topswara.com -- Kapan syariat puasa pertama kali diturunkan? Ahad, 1 Ramadhan tahun ke 2 H, bertepatan dengan 26 Februari 624 M. Itulah hari pertama kaum Muslimin berpuasa. Ada yang berpendapat kewajiban puasa Ramadhan diumumkan oleh Nabi pada Senin, 1 Sya'ban 2 H.

Ibnu Jarir dalam kitab Jami'ul Bayan berkata, “Pada tahun ini puasa Ramadhan diwajibkan. Ketika itu Rasulullah SAW bersabda tiba di Kota Madinah dan menjumpai kaum Yahudi puasa di bulan Asyura. Beliau menanyakan hal itu pada mereka. “Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan bala tentara Fir'aun,” jawab mereka. Lalu Rasul bersabda: “Kami lebih berhak atas Musa.” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa.

Ibnu Jarir berkata, tahun itu pula umat Muslim diperintahkan mengeluarkan zakat fitrah. Rasulullah berkhutbah di hadapan orang-orang satu atau dua hari sebelum Hari Raya Idul Fitri dan memerintahkan mereka menunaikan zakat. “Pada tahun ini Nabi SAW melaksanakan shalat id, beliau keluar bersama orang-orang menuju tempat shalat, itulah shalat id pertama yang beliau laksanakan. Orang-orang keluar di hadapan beliau membawa bayonet milik Zubair, hadiah dari Raja Najasyi. Selanjutnya bayonet itu biasa dibawa di hadapan Rasulullah SAW pada pelaksanaan shalat id.

Penaklukan Maroko hingga Mongol

Miliaran Muslim hari ini melaksanakan puasa hari kedua Ramadhan. Bagaimana bisa Islam dipeluk mayoritas penduduk dunia? Tidak lain karena aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para khalifah sesudahnya. Dakwah yang bukan hanya dilakukan oleh level individu, tetapi negara.

Ramadhan adalah moment dakwah ke penjuru dunia. Dakwah yang membebaskan manusia di berbagai belahan dunia dari penyembahan kepada selain Allah SWT. Rasulullah SAW dan para khalifah senantiasa mengirimkan para utusan ke berbagai negara. Menyeru agar masuk Islam. 

Ekspansi itu kadang berjalan mulus, kadang dihadang pertempuran. Masyur dalam sejarah, 2 Ramadhan 82 H, terjadinya penaklukan Maroko Tengah. Waktu itu, pasukan Islam berada di Afrika Utara, menghadapi serangan Romawi dari satu sisi, dan serangan Barbar di sisi lainnya.

Ratu Barbar bernama Kahinah, berhasil menghimpun kekuatan dan melawan kaum Muslimin beberapa tahun lamanya. Panglima Muslim Zuhair bin Qois tidak mampu mengalahkannya. Hingga, datanglah Al-Hassan bin An-Nu'man yang bertekad menaklukkan seluruh Maroko. Al-Hassan bertolak ke Maroko Tengah, bertempur melawan pasukan Kahinah dan berhasil mengalahkannya. Maroko Tengah pun ber-Islam.

Moment penting 2 Ramadhan lainnya, terjadi tahun 405 H. Abu Al-Jaisy berhasil menguasai Kepulauan Baleares di Laut Tengah, Spanyol. Aby Al-Jaisy adalah mujahid dari bangsa Ameria, menjabat gubernur wilayah Dania, Spanyol. Ia fokus memperkuat armada laut dan mengokohkan benteng, dimana bekas peninggalannya masih ada hingga kini di Kota Daniya, Spanyol.

Dari Baleares, Al-Jaisy menundukkan Pulau Serdegna dan membangun kota baru di sana. Berseberangan dengan pesisir Italia, titik tolak untuk menaklukkan negeri piza tersebut. Serangan laut Al-Jaisy menggentarkan para penguasa Eropa, hingga mereka bersatu melawan. Al-Jaisy memutuskan mundur dari wilayah kekuasaannya di Andalus. 

Armada laut Eropa menghancurkan armada lautnya. Hanya tersisa 5 kapal dan 4 sampan. Tidak terhitung pasukannya terbunuh. Keluarganyapun ditawan. Al-Jaisy segera membebaskan putri-putrinya, namun istrinya meninggal dalam masa penawanan. Sementara putranya, Ali, ditawan 18 tahun lamanya di Jerman, hingga ia kembali dan memimpin setelah ayahnya. 

Satu lagi, 2 Ramadhan mengingatkan kita pada penaklukkan Mongol. Tahun 702 H, tercatat kemenangan Sultan An-Nashir Ibnu Qalawun atas Mongol. Ketika itu usianya belum genap 18 tahun. Ia keluar  dari Halab (Aleppo) untuk menghadapi pasukan Mongol yang mengancam negari Suriah. 

Bergabung bersamanya, para penunggang kuda dari berbagai wilayah Syam, hingga jumlah pasukan Mamalik mencapai 200.000 prajurit. Mereka menghadapi pasukan Mongol yang jumlahnya lebih banyak. 

Pecahlah pertempuran dahsyat. Mongol kalah. Sepertiga pasukannya ditawan. Kemenangan ini adalah balasan dari kekalahan pasukan Mamalik sebelumnya. Berita kekalahan ini sampai ke Sultan Mongol Mahmud Ghazan. Ia sangat sedih dan terpukul hingga tidak lama meninggal dunia.

Demikian di antara kisah penaklukan yang  terjadi pada 2 Ramadan. Mengingatkan pada kejayaan Islam. Penyemangat umat dalam perjuangan.

Di sadur dari buku Berjudul Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadan karya DR  Abdurrahman Al-Baghdady.


Kholda Najiyah 
Founder Salehah Institute 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar