Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rusaknya Lingkungan Akibat Kapitalisasi SDA


Topswara.com -- Sumber Daya Alam (SDA) yang dikelola langsung oleh asing ternyata memiliki dampak negatif kepada masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Mimika Timur Jauh, Jita dan Agimu. Akibat dari pengelolaan SDA yang keliru akhirnya membuat para penduduk desa di sana haruslah memisahkan emas dari endapan lumpur, dari limbah tailing operasi penambang emas dan tembaga freeport AS. 

Limbah sisa aktivitas tambang PT Freeport selama puluhan tahun, terbawa melalui sungai-sungai di Mimika bahkan ke laut. Akibatnya terjadilah pendangkalan muara sungai yang ada di dalam area Freeport maupun yang ada dilaur. 

Parahnya aktivitas ibu-ibu di kampung terbengkalai bahkan hasil penangkapan untuk penjualan tenggelam dilumpur akibat limbah Freeport kian parah, anak-anak mengalami gatal-gatal, sedangkan orang tua tak kuasa membawa anak ke rumah sakit akibat sungai yang penuh limbah tailing  membuat pejalan panjang dan mahal, voa (01/02/2023).

Fakta di atas membuktikan rusaknya sistem kapitalisme yang membiarkan asing mengelola SDA sesuka hati tanpa memikirkan dampaknya. Membuat aktivitas masyarakat sekitar terganggu khususnya yang ada di sekitar tambang Freeport. 

Seolah filosofi kehidupan mereka direnggut oleh tangan-tangan yang tidak berperikemanusiaan, bagaimana tidak filosofi kehidupan mereka itu ada tiga yakni sagu, sampan, dan sungai. Namun, kini mereka harus menerima kenyataan pahit kalau sungai tempat mereka tinggal terganggu akibat pembuangan dari tailing Freeport.

Ironisnya, walau penduduknya dalam kondisi tidak baik-baik saja, pemimpin seolah abai dan tidak mengambil tindakan tegas untuk menindaklanjuti perbuatan yang merugikan masyarakat sekitar. 

Sungguh kasihan nasib warga Indonesia, walau mereka telah mendapat derita atas dampak penambangan tersebut, mereka tetap terus bekerja dengan maksimal untuk memisahkan emas dari endapan lumpur, dari limbah trailing operasi penambangan emas dan tembaga Freeport AS.

Sayangnya, sampai hari ini kepala negara tidak mengambil pusing atas apa yang menimpa masyarakat Papua. Ia menganggap tidak ada permasalahan di Papua. Tidak ada tindakan tegas untuk menghentikan kegiatan Freeport yang meresahkan.

Dunia kapitalis dikuasai oleh Amerika dan China. Indonesia bergantung dibawa kepemimpinan asing. Kesalahan RI adalah menyerahkan pengelolaan SDA kepada penguasa kapitalis dengan perjanjian yang tentu merugikan rakyat.

Berbeda halnya dalam sistem Islam, pemimpin mengerahkan segala upaya untuk meriayah rakyatnya. Karena rakyat yang terzalimi atas kebijakan yang dibuat maka akan dipertanggung jawabkan di akhirat. Tentu saja pemimpin akan melaksanakan syariat secara kaffah.

Pemimpin Islam tidak ridha tangan-tangan asing menyentuh SDA yang ada di dalam negara. Jangankan untuk menyentuh aset negara memasukinya saja bakalan sulit karena penjagaan perbatasan begitu ketat yang dilakukan oleh militer, kecuali mereka yang tunduk pada sistem Islam.

Akar permasalahan ini adalah penerapan sistem sekularisme kapitalisme, mereka juga sengaja memberlakukan akad (perjanjian) utang piutang kepada Indonesia agar dengan mudahnya merenggut semua kekayaan yang ada di Indonesia ini.  

Oleh karena itu, kita harus beralih pada sistem Islam yakni kembali pada khilafah sebagaimana yang di contohi oleh Rasulullah SAW. dan para sahabat. Sebab hannyalah dengan penerapan syariat Islam yang mampu memberi keadilan kepada rakyatnya. Wallahu a’lam bisshawab


Oleh: Sasmin
Pegiat Literasi
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar