Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Islam Solusi atasi Kemiskinan


Topswara.com -- Dinas Sosial (Dinsos) menyebutkan sebanyak 3,961 jiwa warga Kabupaten Bekasi, masuk kategori penduduk miskin ekstrim berdasarkan hasil pencocokkan data lapangan yang dilakukan setempat. Pencocokkan data dilakukan petugas dari tenaga kesejahteraan sosial Kecamatan dan pekerja sosial masyarakat dengan mengacu data terpadu kesejahteraan sosial tahun 2022.
 
“Pencocokkan data ini diperlukan untuk memberi pemberian bantuan kepada warga. Hasilnya ada 3,961 warga yang masuk dalam kategori penduduk miskin ekstrim,”Kata kepala Dinsos Kabupaten Bekasi, dan Endin Samsudin, Sabtu (28/1/2023). Repulik.co.id
 
Dan keadaan ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengatasi menurunnya tingkat kemiskinan yang semakin bertambah banyak di suatu daerah. Berdasarkan fakta ini kemiskinan pada sistem yang di terapkan ekonomi kapitalisme, adalah suatu keluarga mempunyai penghasilan rata rata perhari Rp 11,941,1 per hari. 
 
Keadaan ini, diakibatkan salah pengelolaan SDA, yang mengakibatkan di berbagai daerah mengalami kemiskinan yang merata, karena pengelolaan SDA yang ada di negeri ini diatur dengan sistem kapitalisme.

Oleh karena itu dalam keadaan seperti ini, harus mencari solusi dengan kembali kepada sistem yang dibuat oleh Allah SWT.

Islam ini tidak hanya datang sebagai agama tetapi solusi menangani kehidupan manusia dalam berbagai aspek kehidupan, yang berarti Islam tidak hanya akidah tetapi juga mencakup sistem politik, sosial, budaya dan perekonomian yang ditunjukkan untuk seluruh manusia.

Islam dilengkapi dengan sistem dan konsep ekonomi yang bertujuan sebagai pengaduan bagi manusia. Dalam kehidupan sehari-hari ekonomi adalah wadah untuk memenuhi kebutuhan material manusia baik dalam kelompok maupun individu. Dalam agama Islam dipegang ajarkan untuk mengamalkan ajaran Islam secara Kaffah atau menyeluruh dan lengkap dengan segala aspek kehidupan.

Dalam dalam al Iqtiodiyyah Islamiyah memiliki arti ekonomi Islam, arti ekonomi Islam dalam bahasa Arab disebut ekonomi di definisikan sebagai pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam mengelola, mendistribusikan, dan mengkonsumsi sumber daya. Sedangkan ekonomi pada umumnya di definisikan sebagai kajian tentang perilaku manusia dalam berhubungan dengan memanfaatkan sumber sumber produksi yang langka untuk diproduksi dan dikonsumsi.

Adapun ekonomi Islam mulai berkembang sejak abad kedua Hijriah dalam ekonomi Islam terdapat berbagai tokoh dengan berbagai macam pemikiran. Pada awal ekonomi Islam yaitu saat Hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah melakukan beberapa strategi untuk menegakkan negara, seperti membangun masjid, menyatukan kaum Muhajirin dan Anshor, membuat konstitusi negara. 
 
Memasuki abad 20 bermunculan para pemikir Muslim. Pada abad ini juga Islam mengalami masa kebangkitan dengan munculnya para intelektual, di masa kontemporer ini para pemikir Muslim muncul dengan pemikirannya terkait ekonomi Islam. 

Jika kita membahas tentang ekonomi secara tidak langsung kita juga perlu untuk membahas kemiskinan. Karena ekonomi dan kemiskinan saling berhubungan. Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang sampai sekarang masih banyak mencret negara maju maupun berkembang, salah satu contohnya adalah Indonesia. 

Tingkat kompleksitas tiap negara pun berbeda. Di Indonesia sendiri yang merupakan negara berkembang tingkat kemiskinan masih sangat tinggi, tidak heran kalau tingkat kriminalitas di Indonesia pun juga tinggi. Kemiskinan dapat timbul kriminalitasi karena kurangnya pendidikan, dan lapangan kerja di berbagai macam sektor pekerjaan.

Maka dari itu pemerintah terus memfokuskan pembangun terhadap masalah kemiskinan di Indonesia, dengan cara meningkatkan mutu pendidikan di seluruh wilayah dengan harapan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. 
 
Mengelola sumber daya alam oleh pemerintah diperuntukkan untuk kemaslahatan umat. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan primer sandang pangan dan papan. Dikelola sesuai dengan syariat Islam bahwa kepemilikan umum itu milik umat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan keamanan dan kesehatan.

Lalu peranan Islam dalam mengatasi kemiskinan adalah dengan panduan Al-Qur’an yang merupakan petunjuk umat Islam, dijelaskannya berbagai sikap hidup yang seharusnya kita jalani untuk kebaikan diri sendiri, dan bagaimana seharusnya kita bersikap dan berperilaku di hadapan orang lain, sikap hidup yang seharusnya jalani untuk kebaikan diri sendiri yang pertama, anjuran bekerja, larangan untuk mengemis dan meminta minta, hidup hemat dan sederhana.
 
Kemudian sikap dan perilaku yang diterapkan terhadap orang lain satu perintah membayar zakat, infak dan sedekah, memberi makan orang pakai dan miskin.
 
Peran pemerintah sangatlah dibutuhkan sebagai alat kontrol dan pemegang kebijakan aktivitas ekonomi, tetapi penylesainkemian ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah melainkan rakyatpun harus juga sadar bahwa kemiskinan merupakan penyakit ekonomi. Dengan adanya kesadaran dari pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan pembangunan yang baik dan terencana. Mengaturya sesuai syariat Islam.
 
Wallah’alambi ashawwab


Oleh: Kania Kurniaty
Aktivis Muslimah Ashabul Abrar Kayumanis Bogor
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar