Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Melindungi Tuduhan Dunia Pendidikan dari Radikalisme


Topswara.com -- Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, memasuki tahun ajaran baru, dunia pendidikan, khususnya tingkat perguruan tinggi harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap paham dan gerakan kekerasan, terutama yang ditunjukkan untuk menggulingkan pemerintahan sah dengan legitiminasi yang didasarkan pada pemahaman agama yang salah. Paham dan gerakan tersebut adalah intoleransi, radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme, 

Di Indonesia, kata Gatot, data yang dimiliki oleh Densus 88 terkait aksi terorisme dan penangkapan terhadap pelaku nya juga menemukan angka yang tinggi. Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari penyebaran paham dan gerakan radikalisme dan terorisme intoleransi yang utamanya, menyasar kalangan anak-anak muda, termasuk dengan masuk ke wilayah pendidikan. hums.polri.go .id 

Sekarang ini umat Islam selalu jadi sasaran labeling tuduhan radikalisme, sedikit-sedikit radikalisme dan itu ditujukan kepada orang Muslim yang taat kepada syariat Islam/aturan Al-Qur’an dan sunnah secara kaffah. Dan itu berakibat sesama Muslim saling mencaci dengan tuduhan radikalisme. 

Zaman sekarang yang yang dianggap berbahaya selalunya "radikalisme". Padahal bahaya nyata yang ada seperti kapitalisme, komunisme dan lain-lain dibiarkan. Di zaman era orde baru, sudah bahaya laten yang sangat diwaspadai di negeri ini adalah paham, komunisme, lenimisme dan lain-lain, tapi sekarang kenapa malah Islam? 

Pemahaman mengenai radikalisme seakan mengancam kita, dan itu disandingkan dengan paham sosialisme. Maka tidak heran apabila terjadi suatu masalah baik dibidang ekonomi, pendidikan, sosial akan selalu dihubungkan dengan radikalisme. 

Persoalannya radikalisme itu selalu ditujukan kepada umat Islam yang ingin menjalankan Islam secara kaffah. Sehingga masyarakat tak perlu terkaget-kaget apabila yang senantiasa diserang ajaran Islam dan para pengemban dakwah. 

Pertama-tama orang Islam akan dituduh radikal, kemudian ajaran Islam atau akidah akan dicap sebagai penyebab sumber radikalisme. Monsterisasi radikalisme oleh kafir barat sudah sampai kepada kampus-kampus. 

Karena itu tidak perlu dipelajari banyak-banyak bagi para dosen agama yang mengajar agama di bukan fakultas agama tidak usah banyak akidah dan syariat. Cukup saja dengan pertemuan dua kali itu rukun Iman dan rukun Islam. Kalau ini diperbanyak nanti isinya hanya surga neraka, Islam, kafir, lurus, benar, terus nanti bicaranya itu tadi kamu ung-ujungnya radikal. 

Dan ucapan seperti itu berbahaya karena didalam pikiran mereka itu ada tudingan bahwa akidah dan syariah Islam merupakan penyebab munculnya radikalisme. Selain itu, isu radikalisme itu sebenarnya diciptakan kafir barat untuk memerangi dan menghalau uamt Islam dalam upaya mperjuangkan dan menerapkan Islam kaffah. 

anyak orang yang sudah menyadari hal ini banyak menanggapi permintaan agama dipakai untuk tidak banyak mengajarkan Aqidah hadiah karena dapat meningkatkan resiko terpaparnya radikalisme. 

Justru yang menjadi kekhawatiran bahwasanya kita bisa membayangkan kalau fondasi iman umat Islam tidak dibuat kokoh, sudah pasti akan diajar oleh kaum syiah, barat serta komunisme dan itu akan mengakibatkan fatal yaitu serangan pemikiran yang akan berimbas kepada umat Islam. 

Arus opini sedang mengalir ini adalah radikalisme didudukan sebagai bahaya laten. Kemudian cap radikal dialamatkan kepada umat Islam yang semangat mencari ilmu dan taat pada agamanya. 

Akidah dan syariah diminta dipelajari sedikit saja agar tidak radikal. Pengajian dibatasi lewat sertifikasi dan selalu pantau kemudian pelarangan pengajian dengan tudingan ustaz-nya radikal. 

Ada campur-bawur kajian keislaman dengan hiburan. Bukankah semua ini menjelaskan hakikat tuduhan radikalisme merupakan alat untuk menyerang Islam itu sendiri. 

Sepatutnya dunia pendidikan dilindungi dari paham sekuler, liberal yang saat ini masih massif dan sangat nyata merusak generasi. Sementara isu radikalisme dan toleransi hanya selalu dialamatkan kepada Islam dan kelompok Islam saja. 

Solusi Islam Hadapi Tuduhan Radikalisme 

Kembali kepada sistem Islam dalam mengatur pendidikan, tujuannya bukan hanya untuk menjadi cahaya dan kejayaan saja, itu hanya tambahan dari penerapan sistem Islam dalam peradaban, jadi saat ini perlu ada kesadaran bagi umat muslim untuk menemukan kembali jati dirinya dan membangun generasi yang berpendidikan 

Kemudian umat juga memahami bahwa porsi agama dalam mata kuliah agama Islam bukan sekedar aktivitas itu aja tapi umat perlu kembali menggali aspek kehidupan ritual, seperti aspek ekonomi, aspek politik,  dan aspek kesehatan masyarakat yang berbasis kepada ketaatan kepada Allah azza wa jalla. 

Dalam prakteknya diyakini,  perlu dilakukan upaya yang sistematis dalam model pendidikan yang dicontohkan oleh para Khalifah jaman diterapkannya Islam,  karena pendidikan Islam mampu dan    dapat mepencerahan diri, membentuk pola pikir generasi Muslim yang pernah berjaya pada masanya. 

Waallahu ‘alam bi As shawwab


Oleh: Kania Kurniaty
Aktivis Muslimah Ashabul Abrar Kayumanis Bogor 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar