Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Non-biner Makin Eksis, Bukti Generasi Indonesia Alami Krisis


Topswara.com -- Viral. Seorang mahasiswa diusir oleh dosennya dikarenakan ketika ditanya mengenai jenis kelamin, jawabannya bahwa dia bukan laki- laki, bukan juga perempuan, tetapi di tengah- tengahnya. Astaghfirullah.

Fakta ini semakin menambah parah kondisi yang sudah ada selama ini. Jikalau sebelumnya adalah laki-laki merubah dirinya menjadi perempuan, dari yang mulai biasa saja tanpa upaya apapun; sampai melakukan berbagai operasi plastik untuk merubah dirinya menjadi perempuan tulen. Atau sebaliknya ada perempuan yang berlagak kelaki-lakian.

Tetapi ini, dia mengaku bukan laki- laki, bukan juga perempuan! Tetapi tengah- tengahnya. Membingungkan saja.

Produk Sistem Liberal

Munculnya kaum elgebete seperti di atas tak lepas dari pengaruh budaya luar yang saat ini semakin masif mempengaruhi generasi pemuda saat ini. Budaya liberal dengan kebebasan berperilaku yang dilindungi oleh UU membuat siapa saja bebas melakukan apa saja semau mereka. Atas nama UU tak boleh ada pihak yang menggugat perilaku seseorang.

Media juga berperan sangat besar pada penyebaran perilaku elgebete ini. Apa yang terjadi di Barat dengan budaya liberalis hedonisnya sangat dengan mudah diakses oleh siapa saja dimana saja, termasuk pengguna sosmed di Indonesia. Apalagi elgebete ini mulai berani menunjukkan eksistensinya dengan menunjukkan komunitas dan kegiatan-kegiatan mereka di medsos.

Hal ini diperparah dengan sikap pemerintah yang tidak tegas terhadap elgebete ini bahkan terkesan mengakomodir keberadaan mereka. Tengok saja pembiaraan ajang CFW yang menjadi ajang 'show up' mereka yang parahnya latah diikuti oleh beberapa kota di Indonesia.

Perlu Solusi Tegas dan Tuntas

Pengusiran dosen kepada mahasiswa non biner di salah satu kampus di Indonesia yang kemudian diikuti perintah Gubernur setempat untuk bersikap tegas terhadap perilaku menyimpang seperi ini memang patut diapresiasi. Tetapi hal ini tak akan ada artinya jika tak diikuti oleh kebijakan negara secara nasional.

Negara sebagai institusi pelindung umat seharusnya melindungi rakyatnya dari berbagai nilai dan budaya Barat yang bertentangan dengan norma dan nilai agama. Negara harusnya membuat peraturan dan UU yang tegas, baik secara preventif maupun kuratif, agar penyimpangan elgebete tidak semakin merajalela di Indonesia. Tidak hanya dalam dunia pendidikan tetapi juga di bidang yang lain.

Allah SWT dalam Al-Qur'an telah dengan tegas melaknat pelaku elgebete ini. Azab yang luar biasa ditimpakan kepada umat Nabi Luth yang telah melanggar laranganNya. Semoga kita dijauhkan dari azab serupa. Aamiin. Wallahu a'lam bishshawab


Oleh: Salma Azizah 
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar