Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Mualaf Usia Seratus Tahun, Eman El-Haq: Ternyata Selama Ini Aku dalam Perjalanan Menuju Islam


Topswara.com -- Eman El-Haq, nama hijrah yang ia pilih setelah memeluk Islam di usia yang sudah hampir seratus tahun. Wanita asal Amerika Serikat tersebut menyatakan bahwa ternyata selama ini ia sedang berada dalam perjalanan menuju Islam (mencari kebenaran Tuhan).

“Saat aku menunaikan ibadah haji dan itu adalah pengalaman yang sangat indah. Aku ingat ketika berjalan di atas bukit. Air mata bercucuran di wajahku. Dan aku menyadari bahkan sangat menyadari bahwa selama ini aku sedang dalam perjalanan menuju Islam. Lalu aku kembali ke rumahku dan melanjutkan sisa hidupku dengan Islam,” ungkapnya dalam video singkat berjudul Kenapa Tidak Ada Yang Memberitahuku? - Barat Bersyahadat di kanal YouTube Satu Ayat, Sabtu (25/06/2022). 

Ia menyatakan, dirinya telah lama mencari suatu kebenaran bahkan sepanjang hidupnya. Ia juga telah banyak mencoba denominasi gereja namun tidak menemukan jawabannya. Hingga suatu hari ia memutuskan untuk meninggalkan gereja lokal sebagai gereja terakhir yang dikunjunginya sebelum pindah ke Winter Heaven, di rumah saudara kembarnya. 

Eman mengisahkan, suatu malam saat ia berdoa kepada Tuhan tanpa alasan selama tiga hari berturut-turut dengan doa yang sama, “Aku menginginkan kebenaran tak peduli apapun risikonya,” ujarnya. 

Selama tiga hari memanjatkan doa yang sama tersebut, Eman mengatakan tiba-tiba putrinya bernama Lou mengunjunginya ke rumah saudara kembarnya.

“Aku melihatnya (Lou) serba tertutup dan berbeda sekali. Aku menanyakan dua pertanyaan padanya karena aku melihatnya bersimpuh dan bersujud saat ia datang malam itu. Dan itu tentu sangat terlihat aneh bagiku. Lalu aku bertanya padanya, apakah ia masih Kristen dan apa pendapatnya tentang trinitas,” imbuh Eman. 

Lalu, Eman menceritakan putrinya Lou meminta waktu bersama dengannya setelah saudara kembar Eman tertidur untuk menjelaskan semuanya. Ternyata putrinya telah menjadi seorang mualaf dan mengatakan kebenaran tentang tauhid dalam Islam, cara umat Islam beribadah, serta memberikannya Al-Qur’an. 

Ia lalu teringat doa-doanya selama ini agar ditunjukkan kebenaran apa pun risikonya oleh Tuhan. Dan ia pun menyadari bahwa kebenaran yang ia minta ternyata telah datang melalui putrinya, Lou. Eman juga sangat kaget saat mendengarkan penjelasan tentang pemahaman Islam yang sama persis dengan pemahamannya selama ini yang tidak percaya trinitas dan Yesus sebagai Tuhan.

Akhirnya, ia mantap memeluk Islam dan mempelajari Al-Qur’an baik dalam Bahasa Inggris maupun Arab. Ia merasa bahwa wahyu telah ia dapatkan dari Allah dengan Islam. Eman bahkan menangis saat pertama kali diberikan Al-Qur’an dan mengatakan mengapa tidak seorang pun selama ini memberitahukannya tentang kebenaran Islam. 

“Aku mengambil Al-Qur'an, menempelkannya di wajahku dan menciumnya. Lalu aku katakan, mengapa tidak seorang pun memberitahuku tentang ini sebelumnya? Lalu aku belajar shalat. Aku menghapalkannya (Al-Qur’an) dalam Bahasa Inggris juga Arab. Aku terus melanjutkan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Dan aku merasa bahwa ini seperti wahyu,” ucapnya. 

Kata Eman, ia juga merasa telah dituntun oleh Allah hingga sampai pada Surat Al-Maidah ayat 3. Hingga ia menyadari bahwa sebenarnya hanya Islam lah agama yang diridhai untuk manusia sementara semua denominasi yang ia datangi selama ini hanyalah buatan manusia. 

“Hingga suatu malam Allah menuntunku dalam satu surah yang menyatakan hari ini telah Aku sempurnakan kebaikan atas kamu. Aku telah menyempurnakan agamamu. Dan Aku telah memilih Islam sebagai agama bagimu. Ini sungguh sangat luar biasa untukku. Luar biasa. Aku menyadari bahwa Islam adalah agama yang diberikan Tuhan, sementara semua denominasi adalah buatan manusia. Maha Suci Allah!” pungkasnya. [] M. Siregar
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar