Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Bendera Dakwah Tidak Akan Diemban Kecuali oleh Orang yang Ikhlas

Topswara.com -- Prof. Dr. Muh. Rawwas Qol'ahji menyebutkan bahwa pengemban dakwah adalah orang yang ikhlas. 

"Bendera dakwah tidak akan diemban kecuali oleh orang yang ikhlas," tulisnya dalam buku berjudul Sirah Nabawiyah Sisi Politis Perjuangan Rasulullah SAW, diterbitkan oleh Al Azhar Press, Bogor, September 2011.

Ia menjelaskan, secara sunnatullah, para nabi dan pengemban dakwah akan selalu dihadapkan dengan berbagai penyiksaan, sehingga seorang pembohong dan pendusta tidak akan memasuki medan dakwah, sebab bendera dakwah tidak akan diemban kecuali oleh orang yang ikhlas. 

Dia juga menyampaikan bahwa jalan dakwah dipenuhi dengan hal-hal menyakitkan, sehingga tidak mungkin seseorang memasukinya kecuali orang yang ikhlas.

"Namun semua orang tahu bahwa jalan dakwah dipenuhi dengan hal-hal yang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Sehingga tidak mungkin memasukinya, kecuali orang yang ikhlas, jujur, dan terpercaya", tuturnya.

Ia mengutip cerita pertemuan nabi Muhammad SAW dengan sepupu Khadijah istri Rasulullah SAW, Waraqah bin Naufal (penganut agama Nasrani). Bahwa, seorang Nabi akan mengalami hal yang sama didustakan, disakiti, diusir, dan diperangi.

"Demi Zat yang menguasai jiwaku, sungguh kamu benar-benar Nabi bagi umat ini. Telah datang kepadamu an-Namus al-Akbar (Jibril) yang dulu juga datang kepada Musa. Setelah ini, kamu akan benar-benar didustakan, disakiti, diusir, dan diperangi," imbuhnya.

"Seandainya dakwah itu dibiarkan diemban oleh sembarang orang, niscaya banyak orang mengaku menjadi Nabi. Dan risalah kenabian diemban oleh mereka yang sebenarnya tidak beriman," pungkasnya. [] Fadhilah Fitri
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar