Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Muliakan Bulan Rajab dengan Amar Makruf Nahi Mungkar


Topswara.com -- Umat Islam hari ini telah memasuki Bulan Rajab. Pada bulan ini terdapat peristiwa agung yang penuh dengan hikmah. Yakni, peristiwa Isra’ Mi’raj. Peristiwa ini terjadi pada tahun kesepuluh kenabian. Rasulullah diperjalankan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga ke Sidratul Mutaha hanya dalam waktu satu malam. 

Hikmah adanya peristiwa ini terdapat perintah langsung dari Allah untuk mendirikan salat. Salat adalah tiang agama apabila salatnya rusak maka bangunannya akan roboh. 

Kemudian, perubahan arah kiblat  dari Baitul Maqdis menuju ke ka'bah Mekkah. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan Bulan Rajab setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.

Hikmah peristiwa ini adalah adalah bentuk ujian bagi orang-orang yang beriman. Ketika mereka menerima perintah dari Allah SWT untuk memindahkan kiblat ke Makkah, mereka dengan cepat mematuhi perintah-Nya, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an. 

"...Mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat'. (Mereka berdoa), 'Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.'" (TQS Al- Baqarah[2]: 285)

Adapun bagi kaum musyrik, pemindahan kiblat ini meningkatkan kekafiran mereka karena tidak beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Mereka tetap pada sikapnya yang keras kepala.

Selanjutnya, di bawah panglima perang Abu 'Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin al-Walid Ra, kota Damaskus (Syam) dibebaskan oleh kaum Muslim serta Baitul Maqdis berhasil direbut kembali oleh kaum Muslim pada 28 Rajab 583 H/2 Oktober 1187 M di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi pada perang Hittin. 

Bulan Rajab sejatinya menjadi bulan istimewa bagi umat Islam. Karena bulan yang dimuliakan oleh Allah, serta merupakan bulan yang haram. Penyebutan bulan haram karena pada bulan ini umat Islam dilarang berperang. Baik dengan sesama Muslim ataupun dengan umat lainnya.

Selain itu, Bulan Rajab memiliki berbagai keistimewaan yakni, Allah SWT akan memberi ampunan untuk segala dosa yang dilakukan oleh manusia. Jika ia bertaubat menyesali perbuatannya dan melaksanakan ibadah.  

Istilah lain untuk Bulan Rajab adalah “Rajam” yang berarti melempar. Dinamakan rajam karena pada bulan ini musuh dan setan-setan dikutuk dan dilempari sehingga mereka tidak bisa menzalimi para wali Allah dan orang-orang shalih. 

Setiap bulan Rajab, Rasulullah SAW senantiasa berdoa yang artinya: "Ya Allah, berkahilah umur kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikan lah (umur) kami hingga bulan Ramadhan.” Yang diminta Rasulullah adalah keberkahan di bulan ini, kemudian keberkahan di bulan Sya’ban, hingga dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. 

Oleh karena itu, terdapat banyak amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan. Salah satunya adalah berdakwah. Mengapa harus berdakwah? Karena dakwah adalah kewajiban setiap Muslim, serta dakwah merupakan amal yang terbaik karena meneruskan tugas mulia para nabi dan rasul dalam menyebarkan agama Allah. 

Sayyid Quthb rahimahullah berkata dalam Fi Zhilal Al-Quran: “Sesungguhnya kalimat dakwah adalah kalimat terbaik yang diucapkan di bumi ini, ia naik ke langit di depan kalimat-kalimat baik lainnya. Akan tetapi ia harus disertai dengan amal shalih yang membenarkannya, dan disertai penyerahan diri kepada Allah sehingga tidak ada penonjolan diri di dalamnya. Dengan demikian jadilah dakwah ini murni untuk Allah, tidak ada kepentingan bagi seorang da’i kecuali menyampaikan.

Kamudian, dakwah juga merupakan jalan menuju khairu ummah. Rasulullah SAW telah berhasil mengubah masyarakat jahiliyah menjadi umat terbaik sepanjang zaman dengan dakwahnya. Beliau juga terus mencetak para penerus dakwahnya untuk membentuk basis dan cikal bakal masyarakat terbaik di Madinah (Anshar). Dengan dakwah lah kita bisa kembali bangkit menuju kejayaan sebagai khairu ummah.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (TQ.S. Ali- Imran [3] :110)

Kondisi masyarakat hari ini jauh dari penerapan Islam kaffah, sehingga terjadi kerusakan diberbagai lini kehidupan. Umat Islam terzalimi di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu dakwah sangat penting sekali dilaksanakan. Karena dengan dakwah kita mampu membangkitkan pemikiran umat. Kebangkitan umat tidak akan terjadi jika pemikirannya masih jahiliyah, karena bangkitnya umat berawal dari bangkitnya pemikiran.

Jika umat sudah satu pemikiran, satu perasaan, bahkan satu peraturan maka kebangkitan itu sebentar lagi dibawah satu kepemimpinan tunggal yakni daulah Islam.

Wallahu a'lam bishawwab


Oleh: Alfia Purwanti
(Analis Mutiara Umat)
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar