Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Serangan Tepi Barat: Merenggut Masa Kecil Anak-Anak


Topswara.com -- Saudaraku, penderitaan di Gaza belum berakhir bahkan masih terus berjatuhan korban nyawa hingga saat ini. Persoalan Gaza seolah tenggelam dan dilupakan di tengah berbagai persoalan yang melanda kaum Muslim. 

Wakil Koordinator Khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov menyatakan sejak Januari 2024 hingga Juli 2026, PBB memverifikasi kematian 174 anak Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. 

Bisa dikatakan lebih dari satu anak setiap minggunya yang direnggut hidupnya oleh zionis Israel. Lebih dari 1.500 anak mengalami luka-luka, dan hampir separuh dari yang terluka diakibatkan peluru dan senjata tajam. 

Tidak cukup sampai disitu ada 355 anak Palestina dari Tepi Barat yang sedang ditahan dalam tahanan militer Israel. Ia juga menyatakan bahwa kekerasan oleh pemukim Israel telah mencapai pada tingkat yang belum pernah terjadi. (Republika.co.id/12-08-2026). 

Sungguh benar kabar yang kita dapatkan adalah fakta kejahatan luar biasa oleh zionis dan sekutunya.

Sejak serangan perlawanan oleh Hamas ke wilayah yang dikuasai Israel pada 7 Oktober 2023 hingga tulisan ini dibuat, zionis terus melakukan serangan kejinya. Anak-anak Palestina pun tidak luput menjadi sasaran kekejian dan kejahatan mereka, sangat biadab, dan menjijikkan. 

Apa yang mereka lakukan juga menimbulkan trauma, penderitaan dan kerusakan nyata bagi anak-anak Palestina. Bukti nyata genosida yang mengakibatkan penderitaan dan kerusakan bagi anak-anak untuk jangka panjang adalah adanya upaya penghancuran semua infrastruktur. Sekolah, rumah sakit, pasar, pemukiman, rumah ibadah menjadi sasaran serangan. 

 Zionis sengaja meningkatkan teror dengan ribuan serangan. Aksi pengusiran terhadap warga Tepi Barat terus dilakukan, perampasan wilayah dan genosida dalam senyap bertujuan untuk menguasai Tepi Barat sebagaimana mereka berhasil menguasai Gaza.

Kejahatan Zionis pada anak-anak Palestina harus segera dilawan. Namun sayang hingga saat ini dunia dan para penguasa di negeri muslim justru bungkam dan tak berani memerangi zionis Israel. 

Seaindainya saja para pemimpin dunia Islam sadar bahwa ini tanggung jawab seluruh umat mulism, mereka bisa bersatu untuk menjatuhkan sanksi, melakukan embargo dan blokade terhadap zionis Israel. 

Jika hal tersebut dilakukan, dalam waktu singkat Israel akan hancur. Hanya saja, semua ini tidak pernah dilakukan, justru mereka menjadi sekutu Israel dan Amerika yang jelas-jelas adalah dalang dari kekacauan ini.

Saat ini ukhuwah Islam dan persatuan negeri-negeri muslim menjadi satu hal urgen untuk selalu digaungkan kepada seluruh umat muslim. Ikatan akidah menjadikan kita sebagai saudara sebagaimana apa yang telah disampaikan Rasulullah saw 

Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tak boleh mendzalimi saudaranya itu dan membiarkan dirinya. Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Siapa saja yang menghilangkan kesulitan dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan kesulitan dari dirinya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya pada Hari Kiamat. (HR. Muslim)

Islam dengan tegas mengharamkan pembiaran kejahatan pada anak-anak dan kemanusiaan secara total. Sudah menjadi kewajiban kaum Muslim menjadikan Islam sebagai sudut pandang dan solusi dari seluruh problematika hidup termasuk krisis dan kejahatan yang terjadi di Gaza dan Tepi Barat. 

Sungguh telah jelas perintah Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 194, Allah memerintahkan jihad defensif atas setiap invasi atau serangan musuh yang ditujukan pada negeri-negeri Muslim. “Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia secara seimbang dengan serangannya terhadap kalian” (QS Al-Baqarah:194)

Untuk itu seruan jihad dan pengiriman tentara Islam untuk membebaskan Palestina harus terus menerus diaruskan oleh partai politik ideologis bersama dengan umat. 

Seruan jihad ini juga sejalan dengan menyeru pada penegakan institusi khilafah. Karena hanya khilafah yang mampu mengakomodir pengiriman tentara Islam untuk melawan kejahatan Zionis Israel.

Wallahu wa Rasuluhu a’lam[]


Oleh: Nugraha F. Andani 
Aktivis Muslimah Semarang 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar