Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pelucutan Senjata, Siasat Pelemahan Perjuangan Palestina


Topswara.com -- Setelah mencapai kesepakatan dengan Dewan Perdamaian (BoP) bentukan Donald Trump, Hamas menyetujui pelucutan senjata total. Dewan mengeklaim pelucutan senjata akan diikuti oleh penarikan Isarel dari Gaza. 

Namun, Israel sendiri belum memberikan tanggapan publik terhadap rencana tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejauh ini kurang menunjukkan keinginan untuk menarik pasukannya secara permanen dari Gaza. 

Dia menghadapi tekanan besar dari mitra koalisi sayap kanan yang menentang langkah tersebut. Artinya, kesepakatan ini pun belum pasti akan dieksekusi. (kompas.com, 3-8-2026)

Meskipun sudah ada kesepakatan tersebut, Israel nyatanya belum menunjukkan iktikad untuk mundur dari Gaza. Israel bahkan terus melakukan serangan terhadap Gaza. 

Sudah menjadi tabiat Israel yang selalu melanggar atau mengabaikan kesepakatan berkaitan dengan Palestina. Israel tetap pada pendiriannya untuk menguasai Palestina bagaimana pun caranya atau apa pun yang terjadi.

Begitu pula Dewan Perdamaian yang dibentuk Donald Trump sejatinya alat untuk melanggengkan kekuasaan Zionis atas Palestina sekaligus menjaga eksistensi AS. Tidak ada kepentingan Palestina di dalamnya. Dewan ini sama sekali tak melibatkan Palestina. Karena itu, perdamaian yang diformulasikan lewat BoP hanyalah ilusi.

Umat harus menyadari bahwa Dewan Keamanan tersebut adalah siasat untuk melemahkan perjuangan Palestina. Hal ini tampak pada prinsip BoP yang menekankan bahwa Gaza harus memiliki otoritas tunggal dengan menghapus dualisme kekuasaan antara Hamas, Otoritas Nasional Palestina, dan faksi lainnya. Pada saat yang sama, ini memberi kesempatan bagi Israel untuk terus menyerang Gaza.

Maka dari itu, mengikuti atau bergabung dengan BoP adalah sebuah langkah keliru dan berbahaya. Membuat kesepakatan dengan pihak yang selama ini menyerang rakyat Palestina sama saja sebuah pengkhianatan. 

Bukan hanya sebuah kesia-siaan karena mereka tidak akan pernah memikirkan kepentingan rakyat Palestina, tetapi langkah tersebut telah menjerumuskan pada penderitaan yang lebih dalam. Israel akan terus memborbardir Gaza kapan pun ada kesempatan. 

Zionis itu tak akan surut dari tujuannya meski nyawa terus berjatuhan dan dunia mengecam. Sementara itu, AS sebagai pendukung Israel juga akan terus mencari cara untuk menjaga kepentingannya sendiri meskipun harus menempatkan Gaza dalam krisis kemanusiaan parah.

Pelucutan senjata bukanlah solusi perdamaian, keamanan, dan pembebasan Gaza. Perampasan, penjajahan, dan genosida akan terus dilakukan oleh Israel. Faktanya, pembangunan New Gaza terus berlanjut dengan menggunakan aktor lokal supaya rakyat bisa menerimanya. 

Begitu pula dengan kehadiran pasukan stabilitas internasional bukanlah untuk membebaskan Palestina dari penjajahan Zionis Israel. Keberadaannya untuk memastikan dan mengamankan agar kepentingan Dewan Keamanan bentukan Trump berjalan sesuai rencana. 

Begitulah sejatinya penjajah yang akan terus melancarkan siasatnya untuk melanggengkan penjajahan atas Palestina. Para pemimpin negeri-negeri muslim mestinya sadar bahwa mengikuti AS dan sekutunya menjadikan mereka pengkhianat atas saudara mereka sendiri. Tidak akan pernah ada keselamatan hakiki selama mereka tunduk di bawah kekuasaan kafir penjajah. 

Keamanan dan kekuasaan yang mereka nikmati dengan mengorbankan rakyat sungguh hanyalah semu. Mereka akan terus dibayangi kecemasan karena penguasa kafir yang mereka layani akan mendepak mereka kapan saja.

Penjajahan atas Palestina terus terjadi karena umat Islam tidak bersatu dalam perjuangan membebaskannya. Karena itu, persatuan umat Islam menjadi hal yang sangat mendesak. Umat di seluruh dunia harus terus disadarkan akan pentingnya persatuan ini. Segala perbedaan latar belakang bukanlah alasan untuk tidak bersatu. 

Umat sejatinya memiliki ikatan yang kuat, yakni akidah Islam. Inilah alasan sekaligus landasan syar’i untuk mengupayakan persatuan umat. Allah pun telah melarang umat Islam untuk bercerai-berai karena dapat membawa pada perpecahan yang berujung kehancuran.

Persatuan tersebut dapat terwujud manakala umat berada di bawah panji yang sama, yakni dalam naungan Daulah Khilafah. Dalam persatuan hakiki ini, umat menjadi kuat dan akan saling bahu-membahu menyingkirkan segala ancaman dan gangguan. 

Dengan kepemimpinan Islam, Palestina dan negeri-negeri muslim yang terjajah lainnya akan dapat dibebaskan. Khalifah akan mengerahkan pasukannya untuk mengusir para penjajah dari tanah kaum muslim. Segenap upaya akan dilakukan khilafah untuk mengamankan wilayahnya dari segala hal yang mengusik.

Inilah proyek besar umat Islam yang harus didukung dan dikerjakan bersama-sama. Dengan mencurahkan segenap jiwa raga pada perjuangan Islam, semoga Allah segera memberikan pertolongan-Nya sehingga kemuliaan dan kesejahteraan akan kembali menaungi umat ini.


Oleh: Nurcahyani 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar