Topswara.com -- Serangan Israel tidak hanya menyebabkan korban jiwa dan hancurnya bangunan fisik, tetapi juga menewaskan anak-anak Palestina. Bukan sekadar dampak perang, melainkan ini sebuah kesengajaan dan perencanaan oleh Zionis untuk menghabisi generasi muda Palestina. Mereka sengaja ditargetkan untuk dihilangkan dari muka bumi melalui aksi genosida terencana.
Laporan Komisi Penyelidikan PBB yang dirilis pada 23 Juni 2026 menyatakan bahwa militer Israel terus melancarkan operasinya dengan skala intens dan sistematis di Gaza.
Serangan ini menyebabkan kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya pada anak-anak Palestina. Ketua komisi Srinivasan Muralidhar menyebut bahwa otoritas Israel secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina dengan menembak organ vital mereka menggunakan senjata presisi dan penembak jitu.
Senjata berdaya ledak tinggi juga digunakan untuk menghancurkan bangunan perumahan, sekolah, dan kamp pengungsian yang dipadati anak-anak. Remaja laki-laki yang ditangkap mendapatkan siksaan dan perlakuan buruk di penjara Israel.
Anak-anak Palestina terus terbunuh dan terluka akibat pelanggaran gencatan senjata oleh Israel. Terhitung sejak operasi militer Israel pada Oktober 2023, lebih dari 21.280 anak-anak kehilangan nyawa. (bbc.com, 24-6-2026)
Israel sengaja menargetkan anak-anak Palestina dalam rangka genosida menghabisi muslim Palestina. Hal ini terbukti dari serangan Israel yang menyasar tanpa ampun berbagai tempat di Palestina seperti perumahan, sekolah, dan rumah sakit.
Seluruh sisi menjadi target Israel untuk dihancurkan. Kamp-kamp pengungsian tempat anak-anak berlindung pun tak luput dari serangan Israel. Pada saat yang sama, pintu perbatasan diblokir sehingga bantuan tidak dapat masuk untuk menolong mereka yang masih hidup dan terluka.
Tak ada tempat yang aman bagi anak-anak Palestina. Mereka terancam di mana pun berada setiap saat. Hanya ada kematian atau hidup terluka dan mengalami trauma bagi anak-anak tersebut.
Bukan hanya luka fisik parah, mereka juga mengalami derita psikis yang amat buruk. Saking parahnya, banyak anak yang berhenti bicara. Trauma berat pada perang membuat mereka dipaksa kehilangan suara.
Itulah rencana keji Zionis untuk benar-benar menghabisi muslim Palestina tak bersisa demi mewujudkan ambisi Israel Raya. Dengan segala cara, Zionis berusaha melenyapkan muslim Palestina, termasuk anak-anaknya dari muka bumi sehingga Israel bisa menguasai Palestina secara utuh.
Anak-anak menjadi sasaran serangan Israel agar Palestina kehilangan generasi penerus perjuangannya.
Tak ada cara apa pun yang mempan untuk menghentikan ambisi keji Israel. Berbagai resolusi dan gencatan senjata tak mampu mengakhiri kondisi buruk yang menimpa anak-anak Palestina. Israel sama sekali tak melunak, apalagi berhenti melakukan serangan terhadap Palestina.
Mengharap PBB turun tangan untuk menyelesaikan masalah pun sia-sia semata karena ada AS, sponsor utama Israel di belakangnya. AS punya kepentingan menjaga eksistensi Israel sehingga akan melakukan apa pun untuk mendukungnya.
Menanti pembelaan nyata dari para pemimpin negeri muslim juga tak berguna karena mereka memilih tunduk pada perintah negara adidaya. Mereka hanya melihat dan mengecam kekejaman Israel terhadap saudara Palestina.
Ketakutan kehilangan kekuasaan di dunia menguasai mereka sehingga lebih memilih berada di barisan musuh yang telah menimpakan derita dahsyat pada saudara sendiri.
Nyatalah bahwa solusi masalah Palestina bukanlah dari luar, melainkan dari dalam umat Islam sendiri. Solusi hakiki itu ada pada tuntunan syariat dengan melakukan jihad fi sabilillah di bawah perintah khilafah. Inilah solusi yang diperintahkan oleh Sang Pembuat aturan.
Tegaknya khilafah akan melenyapkan kekuasaan kufur yang membuat muslim Palestina menderita selama ini. Khilafah akan menghimpun seluruh kekuatan umat yang dimiliki untuk membebaskan anak-anak Palestina dari ancaman Zionis.
Khilafah adalah perisai yang akan melindungi segenap jiwa dengan perlindungan yang paripurna. Tidak hanya perlindungan secara fisik, khilafah juga akan menjamin keselamatan dan kesehatan mental anak-anak.
Kesejahteraan dan pendidikan generasi penerus ini akan terjamin sehingga mampu meneruskan perjuangan tegaknya Islam di muka bumi.
Khilafah adalah qadhiyah masiriyah yang harus diperjuangkan penegakannya. Inilah agenda utama umat Islam hari ini, memperjuangkan tegaknya kembali khilafah yang akan mengerahkan militer untuk membebaskan Palestina dan melenyapkan Zionis.
Karena itulah, sudah semestinya setiap elemen umat bersatu dalam perjuangan ini sehingga khilafah berdiri menaungi setiap jiwa dan setiap jengkal tanah kaum muslim.
Dengan senantiasa mengikuti langkah-langkah yang dicontohkan Rasulullah saw., tegaknya khilafah akan terwujud. Inilah janji Allah dan kabar gembira yang akan mengembalikan kemuliaan Islam dan umatnya.
Oleh: Nurcahyani
Aktivis Muslimah

0 Komentar