Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Persatuan Umat Hentikan Ambisi Israel Raya


Topswara.com -- Israel terus memerangi Gaza. Meskipun gencatan senjata telah dibuat, tetapi Israel tak berniat menghentikan serangannya. Entitas Zionis Yahudi tampaknya tak berhenti sampai menguasi Palestina secara penuh sebagaimana ambisi Israel Raya yang dicanangkannya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka telah mengakui bahwa militer Israel saat ini telah menguasi sekitar 60 persen wilayah Gaza dan mengungkap rencana penguasaan tersebut hingga mencapai 70 persen. Penandaan ini dimulai sejak 20 Oktober tahun lalu di mana Israel mulai menempatkan blok beton berwarna kuning di sepanjang garis tersebut. 

Garis ini muncul pascapenghalauan gelombang pertama pasukan Israel dari sebagian wilayah Gaza yang didasarkan pada kesepakatan gencatan senjata awal bulan Oktober 2025. 

Kondisi memprihatinkan terlihat di dekat garis sebelah Timur Khan Younis di mana kehadiran tank, buldoser, serta intensitas tembakan harian militer Israel telah mengubah kehidupan penduduknya menjadi perjuangan konstan untuk bertahan hidup. (metrotvnews.com, 5-6-2026)

Serangan terus-menerus terhadap Gaza, pelanggaran gencatan senjata, maupun pembatasan bantuan internasional merupakan upaya Israel mematikan Palestina. Zionis Yahudi melakukan segala cara untuk menguasai tanah Palestina, termasuk genosida yang secara nyata terjadi.

Perluasan permukiman Yahudi Israel di Tepi Barat terus berlangsung hingga mengubah demografi Palestina. Wilayah Palestina kian menyusut karena tergeser oleh pemukim Yahudi Israel. Tinggal sebagian kecil saja dari wilayah Palestina yang ditempati oleh penduduknya. Sebagian besar telah dikuasai oleh Israel dan akan terus digencarkan hingga ambisi menguasai Palestina secara utuh terwujud.

Israel juga makin pongah dengan mengibarkan benderanya di Masjid Al-Aqsa sebagai simbol penguasaan entitas zionis mengalahkan umat Islam. Tindakan Israel yang semena-mena terhadap rakyat Palestina mulai dari penyerangan, perampasan tanah, hingga melakukan genosida merupakan sebuah kejahatan kemanusiaan yang tak terperi. 

Ribuan nyawa yang melayang, rusaknya infrastruktur, penderitaan, dan trauma penduduk Palestina tercatat sebagai kebiadaban dan kerusakan terbesar dalam sejarah umat manusia. Ini adalah fakta yang tak terbantahkan.

Segala aksi kekejaman Israel tak lain karena adanya dukungan besar dari AS sang penyokong utamanya. AS adalah yang sejatinya menanamkan duri Israel di dalam dunia Arab dan negeri muslim agar terus terjadi kekacauan dan tercerai-berai dengan kepentingannya masing-masing. 

AS mendukung Israel, baik dengan sokongan dana, persenjataan, dan kebijakan yang menguntungkan Zionis. Segala upaya dilakukan AS guna menjaga eksistensi Israel demi kepentingan negara adidaya tersebut, termasuk dengan menginisisasi solusi dua negara. 

Penderitaan Palestina juga ada andil besar dari para pemimpin negeri muslim yang justru menurut pada AS dan Israel. Mereka mengikut saja pada setiap kebijakan dan solusi yang diberikan AS. Para penguasa negeri muslim hanya mengecam atau mengutuk kebrutalan Israel tanpa berani lebih dari itu. 

Meskipun memiliki kekuatan militer yang besar, tetapi para penguasa muslim tersebut tak melakukannya. Mereka melakukan pengkhianatan nyata dengan mengabaikan penderitaan Palestina dan malah mengikut kebijakan AS yang menyokong Israel sang penjajah.

Masalah Palestina terus memburuk tak lain karena umat Islam tidak bersatu. Terjadi perbedaan dalam menyikapi masalah Palestina sehingga berimplikasi dalam penyelesaiannya yang tak kunjung tuntas. 

Umat Islam melakukan dengan caranya sendiri, mulai dengan memberi bantuan logistik hingga ikut turun langsung di lapangan. Namun, semua bantuan tersebut tak mengakhiri derita Palestina. 

Tidak adanya persatuan umat menyebabkan musuh terus menjajah Palestina. Israel terus menyerang, merusak, dan membunuhi rakyat Palestina. Tanggung jawab umat Islam seluruhnya untuk membantu saudara mereka di Palestina.

Untuk itu, umat Islam harus bersatu dalam satu kepemimpinan, yakni khilafah Islamiah. Di bawah komando khalifah, tentara Islam akan dikirim untuk mengusir penjajah dari negeri kaum muslim. Kekuasan khilafah akan menyatukan seluruh potensi umat hingga dapat diarahkan demi kemaslahatan bersama, termasuk melindungi Palestina.

Dalam naungan khilafah, umat akan bersatu dan kuat. Satu sama lain akan saling menolong dan menjaga sehingga keselamatan dan kesejahteraan dapat terjamin. Tidak ada pihak yang terabaikan atau bahkan terzalimi oleh musuh sebagaimana yang terjadi pada Palestina.

Khilafah juga akan menghilangkan sekat-sekat nasionalisme yang selama ini mencerai-beraikan umat Islam menjadi negara bangsa dengan kepentingannya masing-masing. Kepemimpinan khilafah akan menjadikan seluruh negeri muslim di bawah perlindungan yang satu dengan penjagaan yang terbaik.

Hanya dengan persatuan umat Islam, ambisi Israel Raya dapat dihentikan. Persatuan umat Islam dalam khilafah menjadi jalan hakiki menghentikan penderitaan Palestina.


Oleh. Nurcahyani
Aktivis Muslimah
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar