Topswara.com -- Masalah demi masalah seperti tidak pernah lelah membelit rakyat Indonesia sepanjang awal hingga pertengahan tahun. Kemiskinan struktural yang dialami rakyat seolah menjadi rantai yang tidak bisa diputus.
Judi online masih menjadi sebab berbagai kejahatan para pelaku yang tidak bisa lepas dari judol, belum lagi kasus prostitusi anak, bullying, eksploitasi seksual, dan kekerasan pada anak dan perempuan yang kian merajalela.
Terhimpitnya ekonomi rakyat akibat kebutuhan yang semakin sulit dijangkau, beban biaya pendidikan dan kesehatan yang tinggi juga memaksa rakyat berada dalam kondisi yang tidak ideal.
Arah kebijakan politik yang tidak pernah memihak rakyat juga semakin memberatkan, rupiah melemah sehingga utang negara kian naik, pajak yang menjadi sumber pendapatan negara kembali dinaikkan presentasenya untuk umkm.
Opsi menaikkan harga BBM nonsubsidi juga akhirnya diambil oleh pemerintah sehingga membuat rakyat kalangan menengah keatas juga merasakan dampaknya.
Sedangkan di tingkat internasional perjuangan kita masih belum selesai karena genosida Palestina terus berlangsung hingga hari ini. Umat Islam di Gaza Palestina dibuat lapar dan banyak yang syahid akibat kelaparan.
Sementara itu kita lihat penguasa negeri Muslim tidak hadir, bahkan tidak melakukan perlawanan dengan mengirim pasukan untuk membantu secara langsung.
Sungguh kondisi yang begitu menyedihkan jumlah kaum muslim dan negeri-negeri kaum muslim yang banyak namun tidak bisa membantu menjaga tanah kaum muslim. Padahal secara akidah kita terikat untuk menjaga Masjid Al Aqsha yang ada di tanah Palestina.
Tahun Baru Hijriah 1 Muhamram 1448 telah datang namun, namun kondisi umat Islam masih jauh dari predikat khairu ummah. Setiap tahun kita selalu berharap terjadi perubahan namun ternyata masih belum kita dapati perubahan. Predikat khoiru ummah yang Allah berikan kepada umat muslim seharusnya selalu kita ikhtiarkan bersama.
Kita harus sepakat bahwa seluruh kenestapaan dalam negeri adalah buah dari penerapan sistem Sekuler kapitalisme. Karena sistem sekuler kapitalisme menghasilkan aturan yang hanya berpihak pada penguasa dan pengusaha, standar manfaat materi menggantikan halal haram.
Sehingga kebutuhan dan hajat hidup rakyat tidak menjadi prioritasnya, dampak kerusakan merata di seluruh lini kehidupan akibat kerakusan segelintir orang saja. Kebebasan kepemilikan yang disahkan dengan hukum buatan penguasa membuat rakyat terusir dari tanah kelahirannya dan memutus jalan rezekinya.
Kelemahan umat Islam di panggung internasional juga terbukti dengan tidak mampunya membela Palestina. Ini semua dikaarenakan tidak adanya institusi khilafah yang menyatukan dan melindungi umat.
Seperti yang sudah Rasulullah sampaikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Tsauban ra. “Bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian (umat Islam), seperti memperebutkan makanan yang ada di mangkuk.” Kemudian seorang laki-laki berkata, “Apakah kami (umat Muslim) pada waktu itu berjumlah sedikit?” Beliau SAW menjawab, "Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, tapi seperti buih di genangan air . Sungguh Allah akan mencabut rasa takut para musuh kepada kalian, dan menanamkan Al Wahn ke dalam hati kalian."Seseorang lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?" Beliau SAW menjawab, "Cinta dunia dan takut mati." (HR Abu Daud).
Dari hadis diatas faktaya hari ini umat Islam terpecah oleh sekat-sekat nasionalisme. Tidak hanya itu umat islam juga tunduk pada kekuatan kaum kafir, penyakit wahn yang Rasul sampaikan ribuan tahun lalu telah benar-benar terjadi.
Muharam adalah momentum refleksi bahwa semua kenestapaan ini akibat jauhnya umat dari aturan Allah, bukan takdir yang harus diterima.
Sejarah hirahnya umat islam pada masa Rasulullah dari Mekah menuju Madinah seharusnya menjadi sejarah yang terus kita ingat dan contoh sebagai perjuangan. Spirit hijrah meninggalkan kekufuran menuju Islam yang penuh keberkahan.
Jika kita lihat bagaimana kondisi hari ini maka kita harus memaknai hijrah dengan makna yang hakiki untuk perubahan yang revolusioner. Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang telah Allah larang (HR al-Bukhari).
Maka kita perlu berjuang untuk hijrah dari sistem kufur Sekuler-Kapitalisme menuju sistem Islam yang ada dalam naungan Daulah Khilafah. Rasulullah ï·º mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir sebagaimana yang beliau dan para sahabat lakukan.
Beliau tidak berjuang seorang diri, beliau membina umat dengan Islam, berstrategi, mengutus duta-duta dakwah untuk menawarkan kepemimpinan Islam kepada masyarakat dan kepada pemimpin-pemimpin kabilah.
Aktivitas mulia ini tidak bisa dilakukan sendiri atau hanya sekelompok kecil saja, namun umat islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah islam ideologis. Jamaah dakwah ini haruslah jamaah yang mengambil metode dakwah Rasulullah ï·º.
Aktivitas yang dilakukan jamaah ini mengemban visi menegakkan kembali Khilafah Islamiyah. Karena dengan tegaknya khilafah umat akan kembali memperoleh predikat khoiru ummah.
Wallahu wa rasuluhu a’lam []
Oleh: Nugraha Andani
Aktivis Muslimah

0 Komentar