Topswara.com -- Peristiwa yang menyedihkan kembali mencoreng dunia pendidikan. Sebuah video yang menjadi terkenal di media sosial menampilkan sekelompok siswa menunjukkan tingkah laku yang tidak pantas terhadap seorang guru di dalam kelas.
Dalam video tersebut, siswa-siswa tampak mengejek dan bahkan melakukan gerakan acungan jari yang dianggap menghina seseorang yang seharusnya dihormati. Insiden ini terjadi di SMAN 1 Purwakarta. Tindakan para siswa tersebut mendapatkan kritik yang luas karena dianggap mencerminkan krisis nilai dan penghormatan terhadap guru di lingkungan pendidikan.
Dilansir dari kompas.com, (20/04/2026), meskipun perilaku siswa yang menunjukkan jari tengah termasuk dalam kategori perundungan serta pelanggaran norma, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menekankan pentingnya supaya hukuman yang diterapkan tidak berdampak negatif terhadap masa depan pendidikan siswa.
Kondisi seperti ini tidak dapat dipisahkan dari sistem pendidikan yang diterapkan di negara ini. Sesungguhnya, kurikulum yang berorientasi pada kapitalisme sekuler telah lama terbukti tidak berhasil menghasilkan generasi yang berkualitas, baik dalam aspek karakter maupun akademik.
Sistem kapitalisme sekuler yang ada saat ini telah memengaruhi seluruh aspek kehidupan di dunia. Dasarnya yang rapuh tampak sebagai bom waktu yang siap menghancurkan peradaban kapan pun. Kerusakan yang terjadi di berbagai aspek kehidupan menjadi bukti nyata dari kegagalan sistem ini.
Adanya sistem pendidikan kapitalis yang sekuler telah memisahkan ajaran agama dari fungsi utamanya dalam mengatur kehidupan, termasuk tujuan pendidikan itu sendiri. Pendidikan kini tidak lagi berfokus pada pembentukan manusia yang beriman dan berakhlak, tetapi pada penciptaan individu yang siap menjadi pelayan bagi sistem kapitalis.
Dasar dari pendidikan sekuler telah mengaburkan nilai-nilai Islam seperti etika, penghormatan kepada guru, dan pengembangan spiritual. Tentunya, dalam sistem ini, Islam tidak menjadi landasan, tetapi hanya dianggap sebagai tambahan atau bahkan dihilangkan. Ini adalah penyebab pendidikan kehilangan esensinya, hanya berfokus pada aspek pengetahuan dan keterampilan teknis untuk memenuhi tuntutan ekonomi.
Berbeda dalam sistem pendidikan berbasis Islam dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis moral yang muncul karena kegagalan sistem pendidikan sekuler yang bersifat kapitalis.
Dalam pandangan Islam, pendidikan merupakan hak fundamental yang harus diberikan oleh pemerintah. Sasaran dari pendidikan dalam Islam adalah untuk melahirkan generasi yang memiliki karakteristik Islam.
Pendidikan Islam bukan hanya sekadar alternatif dalam menghadapi masalah moral, tetapi merupakan solusi menyeluruh untuk problematika pendidikan dan masalah lain yang timbul dari penerapan sistem sekuler kapitalistik. Oleh karena itu, pemerintah harus menerapkan ajaran Islam secara menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan.
Adapun sistem pendidikan Islam yaitu menetapkan akidah sebagai landasan dalam kurukulum. Pendidikan dalam Islam mengharuskan akidah Islam menjadi fondasi dari seluruh aktivitas pembelajaran. Sasaran utama dari pendidikan adalah menghasilkan generasi yang berkarakter Islam, menciptakan individu yang beriman, takwa, berakhlak mulia, dan memiliki pengetahuan.
Dalam Islam, mengangkat posisi guru sebagai peran yang terhormat. Sistem dalam Islam memastikan kesejahteraan bagi para pendidik. Seorang guru seharusnya menjadi contoh, pembimbing, dan pengajar yang taat kepada Allah SWT, sehingga pantas mendapatkan penghormatan. Tanggung jawab negara adalah mengembalikan kehormatan guru secara struktural, bukan hanya melalui norma-norma moral.
Ada etika, di mana murid harus menghormati ilmu dan para ilmuwan. Dikatakan bahwa seseorang yang mengejar ilmu tidak akan mendapatkan pengetahuan, dan tidak bisa memanfaatkan pengetahuan itu, kecuali dengan menghormati ilmu dan para ahlinya, serta memuliakan dan menghormati para ustaz (Ta'lim al-muta'allim).
Pemerintah juga wajib menciptakan suasana sekolah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Baik dari segi hukum di masyarakat maupun mekanisme sanksinya, harus berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam.
Selain itu, aliran informasi juga harus disaring menggunakan prinsip akidah Islam. Tidak ada tayangan yang mengarah pada kekerasan, pelecehan, intimidasi, pornografi, dan sejenisnya.
Melalui pelaksanaan sistem pendidikan Islam, akan terlahir individu-individu yang memiliki kepribadian Islam. Pada saatnya akan membentuk masyarakat yang Islami, sehingga dapat menciptakan pondasi peradaban Islam yang kuat.
Pendidikan Islam menjadi jalan keluar yang sistematis untuk memulihkan martabat guru dan mendidik siswa secara menyeluruh. Namun, pendekatan pendidikan Islam ini tidak bisa dijalankan secara terpisah, sehingga diperlukan penerapan Islam secara menyeluruh di setiap aspek kehidupan. []
Oleh: Dewi Nur Hasanah
(Aktivis Muslimah)

0 Komentar