Terbaru

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Sistem Pendidikan Sekuler Memicu Tindak Pelecehan Guru


Topswara.com -- Guru adalah orang tua kedua kita di sekolah, selain memberikan ilmu kepada anak didiknya, guru juga merupakan ujung tombak masa depan bagi siswanya. 

Menghargai guru merupakan adab dalam menuntut ilmu, seorang penuntut ilmu seharusnya memuliakan gurunya agar ilmu yang didapatkan berkah. Lalu bagaimana jika ada siswa yang merendahkan guru? Bagaimana Islam memandang hal ini? 

Peristiwa memperihatinkan kembali mencoreng dunia pendidikan, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa menunjukkan sikap tidak pantas terhadap seorang guru didalam ruang kelas. 

Terlihat dalam rekaman tersebut, para siswa mengejek hingga melakukan gestur acungan jari tengah yang dinilai melecehkan sosok guru yang seharusnya dihormati. Kejadian tersebut terjadi di SMAN 1 Purwakarta. 

Dengan beredarnya video tersebut menuai kecaman luas, termasuk dari Gubernur Jawa barat, karena dinilai mencerminkan krisis etika dan penghormatan kepada guru dilingkungan sekolah. (Detik.com 18/04/2026).

Saat ini kita dihadapkan pada krisis multilevel, dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja, kejadian pelecehan terhadap guru bukan yang pertama, bahkan mungkin bukan yang kedua, entah yang keberapa kalinya di berbagai daerah. 

Pada kasus di Purwakarta, pihak sekolah memberikan skorsing selama 19 hari, namun dengan skorsing tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik dalam membentuk karakter siswa. Seharusnya diberikan hukuman yang lebih edukatif dan berdampak pada perubahan prilaku. 

Pelecehan pada guru di Purwakarta, sedang memperlihatkan kepada kita bahwa pendidikan saat ini sedang mengalami krisis moral, dimana anak didik yang seharusnya memiliki rasa hormat, adab yang baik.

Namun sebaliknya mereka justru melakukan hal yang sangat tidak terpuji, semua ini akibat dari sistem pendidikan sekular liberal yang mengabaikan adab kepada guru. 

Ada yang lebih memprihatinkan dari siswa saat ini, seringkali tindakan siswa tersebut dilakukan demi konten, atau pengakuan di media sosial. Mereka tidak peduli perbuatan mereka tidak beradab, asalkan mereka viral dan keren kerenan dimata teman sebaya dari pada menjaga martabat guru. 

Kejadian ini sebagai bukti lemahnya wibawa guru, mengapa siswa merasa berani melakukan hal tersebut? Apakah karena sanksi sekolah selama ini terlalu lembek? Ataukah guru tidak berdaya pada siswa yang berbuat salah karena takut di tuntut jika menegurnya?

Dalam hal ini pemerintah sering menggaungkan "profil pelajar pancasila", dan ini menjadi tamparan keras bahwa program-program tersebut baru sebatas formalitas administratif diatas kertas, tidak tertanam pada diri masing-masing siswa, yang justru membuat siswa makin liar, makin tidak bisa mengendalikan diri mereka dalam berbuat dan bertindak. Inilah bukti sistem pendidikan bukan berdasarkan pada akidah Islam. 

Berbeda dengan Islam, sistem pendidikan dalam Islam harus dibangun berlandaskan akidah Islam, siswa diberikan pendidikan karakter, mengenal siapa penciptanya, untuk apa ia diciptakan, dan akan kemana setelah kehidupan dunia. Siswa akan memiliki keperibadian Islam (syaksiah Islamiah) yaitu pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat. 

Selain itu negara dalam Islam harus menyaring konten digital yang merusak moral, seperti tayangan yang mencontohkan pembangkangan, pelecehan, atau kekerasan, melalui lembaga penerangan tayangan televisi ataupun media sosial hanya tayangan yang bermanfaat dan memberikan edukasi positif yang bisa tayang. 

Juga penerapan sanksi Islam yang berfungsi sebagai penebus ( jawabir) dan pencegah (zawajir) bagi orang lain agar tidak melakukan hal serupa. Sanksi ini harus memberikan efek jera yang nyata, namun tetap sesuai syariat. 

Guru dalam Islam diposisikan sebagai sosok mulia, yang mendapatkan penghargaan tinggi, dan penghidupan yang sangat layak dari negara, mereka di penuhi dan hargai, sehingga wibawa mereka terjaga di mata murid dan masyarakat. Itulah betapa mulianya kedudukan guru dalam IsIam. Dan semua bisa terwujud hanya dalam sistem Islam yaitu khilafah.

Khilafah lah satu satunya sistem yang memanusiakan manusia dan menjaga kehormatan manusia apalagi seorang guru. 

Wallahualam bishawab.


Oleh: Ade Siti Rohmah 
Aktivis Muslimah 
Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar