Topswara.com -- Komunitas Bidadari Surga Teens menggelar kajian remaja bertajuk Don't Ghost Your Iman After Ramadhan dengan menghadirkan pemateri Kak Sri Nurwulan Pemerhati Remaja dan Pengisi Kajian Remaja Smart With Islam, di Masjid Insani 99 Depok. Ahad, 19/04/2026.
Kajian ini membahas fenomena menurunnya keimanan setelah bulan Ramadhan serta upaya menjaga istiqomah dalam ketaatan.
Dalam pemaparannya, Wulan menyampaikan bahwa perubahan suasana menjadi salah satu faktor utama menurunnya semangat ibadah. Ia menjelaskan bahwa suasana Ramadhan yang penuh dukungan tidak lagi dirasakan setelah bulan tersebut berlalu.
“Biasanya setelah Ramadhan, semangat ibadah itu menurun karena suasananya sudah berbeda,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa selama Ramadhan, lingkungan dan aktivitas sangat mendukung seseorang dalam beribadah. Menurutnya, dorongan dari lingkungan sekitar membuat seseorang lebih mudah menjaga ketaatan.
“Di bulan Ramadhan, kita terbantu dengan suasana yang mendukung, dari lingkungan sampai orang-orang di sekitar,” katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa setelah Ramadhan kondisi tersebut berubah sehingga memengaruhi konsistensi ibadah seseorang.
Wulan juga menjelaskan bahwa lemahnya kesadaran akan tujuan hidup serta kurangnya komitmen diri menjadi penyebab lain menurunnya iman. Ia menyebut kebiasaan menunda ibadah dan rasa malas yang kembali muncul turut memperparah keadaan.
“Kalau tujuan hidup tidak kuat dan komitmen lemah, iman itu mudah turun. Allah bukan hanya Rabb di bulan Ramadhan, tetapi Rabb sepanjang waktu,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa seorang Muslimah harus tetap menjaga kedekatan dengan Allah dalam setiap kondisi, tidak hanya pada momen tertentu.
Dalam kajian tersebut, Wulan juga memaparkan langkah-langkah menjaga keistiqamahan.
Ia menyampaikan bahwa hal itu dapat dimulai dari menjaga amalan wajib, melanjutkan ibadah sunnah yang mampu dilakukan, serta menjaga lingkungan pertemanan yang mendukung kebaikan.
“Mulai dari yang sederhana, jaga yang wajib, lanjutkan yang sunnah, dan pilih lingkungan yang baik,” ujarnya.
Ia juga menyebut pentingnya membuat target ibadah harian, membatasi hal-hal yang melalaikan, serta terus mengingat tujuan hidup sebagai hamba Allah.
Kajian ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi remaja muslimah untuk tetap menjaga iman dan tidak kembali pada kebiasaan yang kurang baik setelah Ramadan berakhir.
“Jadi harus punya target ibadah dan tahu untuk apa kita hidup,” pungkasnya. []Melani Payrina

0 Komentar